Selasa, 30 Desember 2008

Jembatan Suramadu, Impian yang mendekati kenyataan


لسلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Sejarah panjang menemui impian dalam menciptakan kebanggan sebagai bangsa yang mempunyai teknologi, khususnya teknologi kontruksi jembatan yang akan segera terealesir yakni jembatan suramadu, yang menghubungkan Surabaya dipulau jawa dan kota Bangkalan di Madura.  Jembatan ini dibangun dalam kurun waktu yang panjang dimana peletakan batu pertama dilakukan oleh mantan Presiden Ibu Megawati Sukarno Putri pada tanggal 14 Juli 2003.
Proyek jembatan Suramadu ini digagas pertama tahun 1960an oleh  Ir. Sedyatmo (alm) yang tadinya direncanakan untuk membangun jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Gasasan ini mendapat respon yang positif oleh Presiden Suharto (alm), dimana pada awal juni tahun 1986 Presiden Soeharto menunjuk Menteri Negara Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) BJ Habibie. Kajian awal kemungkinan hubungan langsung antarpulau Sumatera-Jawa-Bali pun dilakukan dan proyek kajian ini diberi nama Tri Nusa Bima Sakti yang bekerja sama dengan Swasta Jepang.
Untuk mempromosikan dan mensosilisasikan Proyek Tri Nusa Bimasakti, maka BPPT dan JIF menyelengarakan Seminar di Jakarta tanggal 21-24 September 1986 dengan mengambil thema seminar “"Japan-Indonesia Seminar on Large Scale Bridges and Under Sea Tunnel". Seminar tersebut kemudian dilanjutkan dengan serangkaian studi pendahuluan hingga tahun 1989. Karena studi tersebut mencakup hubungan tiga pulau atau lebih, nama proyek disempurnakan menjadi "Proyek Tri Nusa Bima Sakti dan Penyeberangan Utama". Dari kajian-kajian yang dilakukan, yang dianggap layak untuk segera diimplementasikan adalah hubungan langsung Jawa-Madura/ Bali.
Proyek Jembatan Suramadu telah berjalan 90% dan diperkirakan akan selesai bulan maret 2009, sedangkan Peresmiannya diperkirakan pada bulan April 2009.  Pelaksanaan dan pengerjaan jembatan sepanjang 5,438 km dengan total lebar jembatan 30 meter (2 x 15 meter) yang terdiri dari tiga bagian yakni main bridge (bentang tengah), causewayapproach bridge (jembatan penghubung antara main bridge dan cause way). Bentang tengah sepanjang 818 meter. Causeway terdiri atas dua sisi. Yakni, sisi Surabaya (1.458 meter) dan sisi Madura (1.818 m). Sedangkan approach bridge masing-masing sisi sepanjang 672 meter. Karena panjangnya jembatan, jumlah pilarnya mencapai 102 buah. Untuk yang sisi Surabaya, dikerjakan PT Hutama Karya, PT Waskita Karya dan PT Agra Budi, sedangkan untuk sisi Madura dikerjakan PT Adi Karya, dan PT Wijaya Karya. (jalur pendekat antara jembatan dan daratan), serta
Sungguh sebuah proyek yang besar dan termasuk No 15 jembatan terpanjang di dunia, proyek ambisius ini renananya menelan dana  2,3 trilyun dibiayai dari anggaran APBN dan APBD Jatim yang dananya diperoleh dari Pinjaman Bank Exim China, yang kemudian membenkak menjadi 4, 5 Trilyun lebih karena mengalami beberapa kali perubahan detail design Engineering.
Semoga Proyek ini dapat selesai sesuai rencana, dan dapat dipergunakan sepenuhnya bagi kemakmuran Rakyat Jatim dan Madura khususnya dan Bangsa Indonesia pada umumnya. Sebuah impian anak bangsa terbaik ( Ir. Sedyatmo, alm ) yang mendekati kenyataan, dan masih ada banyak lagi impian anak bangsa di Negara ini yang mempunyai perhatian besar atas Kebanggaan Bangsa…..Bangsa yang Besar…..Penduduk yang Besar….ada Banyak Orang Jenius dan Brilyan….mudah-mudahan orang2 yang seperti ini tidak tersingkir oleh politisi-politisi kesiangan.
Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat, lebih dan kurang saya mohon maaf.

Tangerang, 31 Desember 2009.
 
Wasalam,


Pembangunan Jembatan Suramadu Tinggal 38 Meter
Empat Bulan Lagi Beroperasi
[ Selasa, 30 Desember 2008 ]


Selama ini, perkembangan pembangunan Jembatan Suramadu hanya bisa diikuti dari jauh. Pengambilan foto-foto juga dilakukan dari jarak jauh. Karena itu, masyarakat tidak tahu sampai di mana perkembangan pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Pulau Jawa dengan Madura itu.

Minggu siang (28/12), helikopter Jawa Pos memantau langsung dari dekat. Heli tersebut membawa fotografer dan wartawan Jawa Pos serta Management Information System Engineer Satker Pembangunan Suramadu Ashari.

Meski terkendala adanya awan tipis di sekitar lokasi proyek, detail-detail perkembangan pembangunan jembatan terpanjang ke-15 di dunia itu bisa terekam.

Heli beberapa kali mengelilingi semua sisi proyek. Mulai sisi utara, selatan, sisi Surabaya, maupun sisi Madura. Dan tentu saja dari atas. Saat itu, ratusan pekerja tampak sibuk menyelesaikan pembangunan yang diperkirakan tinggal tersisa 10 persen tersebut.

Jembatan Suramadu terdiri atas tiga bagian. Yakni, main bridge (bentang tengah), causewayapproach bridge (jembatan penghubung antara main bridge dan cause way).

Bentang tengah sepanjang 818 meter. Causeway terdiri atas dua sisi. Yakni, sisi Surabaya (1.458 meter) dan sisi Madura (1.818 m). Sedangkan approach bridge masing-masing sisi sepanjang 672 meter. Karena panjangnya jembatan, jumlah pilarnya mencapai 102 buah.

Dari hasil pengamatan udara, bagian yang pembangunannya nyaris tuntas adalah causeway. Di dua sisi (baik Surabaya maupun Madura), hampir semua tahap pekerjaan sudah selesai. Aspal sudah terlihat mulus. Markah maupun utilitas jalan (lampu penerangan) juga sudah terpasang.

Kalaupun ada yang belum selesai, itu hanya sebagian. Untuk causeway sisi Surabaya misalnya, yang saat ini masih dalam tahap pekerjaan, antara lain, penyelesaian oprit (pertemuan antara jalan akses dengan jembatan). Selain itu, pada bagian tersebut, pelaksana proyek masih harus merampungkan sebagian lantai yang belum terpasang pada akses untuk sepeda motor, terutama di sisi selatan.

Untuk diketahui, jembatan yang pembangunannya menelan biaya Rp 4,5 triliun tersebut nanti menyediakan akses khusus sepeda motor. Letaknya di sisi kanan dan kiri jembatan. Lebar masing-masing 2,75 meter.

Total lebar jembatan mencapai 30 meter (2 x 15 meter). Di tiap jalur (arah Surabaya maupun arah Madura) akan ada jalur lambat masing-masing berukuran 2,2 meter. Kemudian, di tiap jalur akan ada dua jalur cepat yang masing-masing selebar 3,5 meter.

Sementara itu, pekerjaan yang tersisa pada causeway sisi Madura, antara lain, berupa penyelesaian overpass dan jalan akses. ''Secara teknis, pembangunan causeway sudah pada angka 99,8 persen,'' kata Ashari yang selama di udara terus memberikan penjelasan tentang detail jembatan.

Di bagian main bridge, saat ini sedang dipasang alas jembatan berupa steel box girder (SBG) di atas dua pilar (yakni pilar ke-46 dan ke-47) yang menjadi penumpu bagian tersebut. SBG itu merupakan segmen lantai pada main bridge. Masing-masing sepanjang 12 meter dengan berat 160 ton tiap segmennya. Total keseluruhan 818 meter.

SBG merupakan ''lantai'' jembatan yang berbahan dasar baja. Pembuatan dilakukan di Tiongkok. Di antara total 18 segmen, yang sudah terpasang di dua pilar adalah 14 buah. Sisanya tinggal empat segmen atau sekitar 38 meter. Pengerjaan yang tergolong sulit tinggal di SBG ini. Sisanya, meski ada beberapa yang juga belum tuntas, seperti pada causeway, namun hal itu tidak terlalu menyulitkan. Sebab, semua sudah tersedia dan tinggal pasang.

Segmen SBG yang masih dalam tahap pengerjaan saat ini adalah segmen 14-17 plus satu segmen closure (sambungan akhir/ penutup). ''Kami targetkan akhir Januari 2009 sudah bisa nyambung,'' ujar Arief Mustofa, chief inspector main bridge Satker Proyek Suramadu, yang dikonfirmasi terpisah.

Bila seluruh SBG tersebut terpasang, bisa dikatakan salah satu pekerjaan terberat sudah selesai. Bagaimana tidak. Selain pembuatannya harus dilakukan di Tiongkok, pengirimannya memakan waktu cukup lama. Pengiriman dari Tiongkok dilakukan empat kali selama 30 hari. Itu pun masih harus dirakit lagi di Gresik.

Selain itu, pekerjaan lain di bentang tengah berupa pemasangan kabel yang menyangga SBG di kedua pilar. Masing-masing, yang mengarah ke sisi Surabaya sudah terpasang 2 x 14 kabel (dari total 36 kabel), arah Madura juga 2 x 14 kabel (dari total 36 kabel).

Secara teknis, kabel itulah yang akan menjadi penyangga utama lantai SBG di bagian main bridge. Pemasangannya juga tidak gampang. Sebab, setelah dipasang, pelaksana proyek harus dua kali menarik kabel. Itu dilakukan untuk memastikan bahwa kabel tersebut benar-benar kuat menyangga SBG.

Sementara itu, bagian yang pembangunannya paling lambat adalah bagian approach bridge. Di sisi Madura, misalnya. Sesuai desain, ada tujuh bentang yang dipasang di atas sembilan pilar. Masing-masing bentang berbahan dasar beton pre-stressed. Tiap bentang beton sepanjang 80 meter.

Dari pantauan via helikopter, seluruh bentang memang sudah terpasang di semua pilar. Hanya, pada masing-masing bentang masih belum tersambung satu sama lain. Yang masih harus dilakukan adalah pemasangan lantai concrete box girder yang akan menjadi penyambung.

Pembangunan approach bridge di sisi Surabaya lebih lambat. Dari total tujuh bentang sepanjang 672 meter yang akan dipasang di atas sembilan pilar, belum terlihat alas jembatan yang terpasang di atas pilar-pilar tersebut.

Ashari lalu menjelaskan secara teknis progress report bagian itu. Pelaksanaan fisik di sisi Madura sebagai berikut. Pengecoran box girder (alas jembatan) sudah mencapai 56,9 persen. Saat ini, proses yang sedang dilakukan adalah pengecoran alas jembatan berupa concrete box girder pada pilar 49 sampai 56. Sedangkan penyelesaian pilar sudah 100 persen.

Untuk sisi Surabaya, pekerjaan yang tengah dilakukan berupa pengecoran beberapa pilar yang belum tuntas. Sampai saat ini, pengecoran yang sudah selesai adalah pilar ke 37-44 plus pilar 45 dan 48.

Beragam Kesulitan

Jika dihitung mundur, proyek tersebut sebenarnya dimulai sejak Agustus 2003. Artinya, butuh waktu lima tahun agar proyek tersebut mencapai 90 persen. Tentu bukan waktu yang singkat untuk sebuah proyek jembatan.

Pelaksana proyek mengaku, pengerjaan jembatan sepanjang 5,438 km itu memang cukup lama. Hal tersebut tidak terlepas dari beragam kendala yang muncul di sela-sela pembangunan. Salah satu yang paling menghambat adalah masalah perubahan detail desain Suramadu. Antara 2003 sampai 2006, tercatat ada dua kali revisi.

Pada awal pelaksanaan proyek, desain berasal dari Departemen Kimpraswil. Namun, setelah itu, pemerintah Tiongkok serta Bank Exim of China yang menjadi investor Suramadu minta dilakukan perubahan desain. Dengan demikian, dilakukanlah design proof check.

Hasilnya, ada beberapa perubahan. Terutama untuk fondasi. Rancangan awal, fondasi approach bridge hanya berdiameter 100 cm dengan tinggi 45 meter. Namun, setelah dilakukan DED (detail engineering design) oleh CCC (China Consortium of Chinese Contractor), diubah menjadi berdiameter 180 cm dan 220 cm. Untuk tinggi, di sisi Surabaya ditetapkan 61-93 meter dan sisi Madura 73-94 meter.

Demikian pula dengan main bridge. Rancangan fondasi awal berdiameter 100 cm dengan tinggi 46-52 meter. Setelah itu, diubah menjadi diameter 240 cm dengan tinggi 81,5 meter untuk sisi Surabaya dan 83,5 untuk sisi Madura. ''Termasuk, masalah soil investigation (uji kontur tanah) diubah total. Imbasnya, dari hasil penelitian itu, banyak bagian jembatan yang harus diubah,'' kata Ashari.

Problem lain yang membuat pelaksanaan proyek Suramadu agak tersendat adalah pembuatan fondasi di tiap bagian. Hal itu tidak terlepas dari kesulitan pelaksana proyek untuk mengetahui kondisi tanah di bawah laut Surabaya-Madura.

Dia mencontohkan saat pemasangan casing (tempat khusus untuk masuknya fondasi) ke dasar laut. Tiba-tiba saja struktur tanah di bawah berubah. Alhasil, casing pun harus dibongkar lagi. Malahan, kalau telanjur dicor, cor itu terpaksa dipereteli.

Selain itu, masalah yang cukup pelik adalah sulitnya membuat fondasi. Terutama di sisi approach bridge Surabaya. Di antara sembilan fondasi pilar yang sudah dipasang, ada beberapa pilar yang harus dibongkar lagi oleh pelaksana proyek. Gara-garanya, fondasi itu dianggap tidak lulus uji kelayakan.

Dalam pembuatan fondasi, pelaksana proyek menetapkan prosedur uji kelayakan (remidi). Salah satu yang jadi tolok ukur adalah soliditas (kepadatan) fondasi. Metode yang dipakai adalah ultrasonic test (tes melalui gelombang suara lewat alat khusus yang dipasang di fondasi).

Dari metode itu, bisa diketahui apakah fondasi sudah sempurna atau belum. ''Dari situ, ternyata ada beberapa fondasi approach di Surabaya yang harus dibongkar lagi. Malahan, ada fondasi yang terpaksa dibongkar beberapa kali,'' katanya.

Meski demikian, saat ini semua sudah selesai. Praktis, pekerjaan yang memakan waktu tinggal penyelesaian bagian di main bridge.

Guna mencapai target penyelesaian, pekerjaan jembatan terus dikebut. Total, ada 300 pekerja yang dibagi dalam dua sif. ''Hanya, terkadang kami sering terkendala cuaca yang tidak memungkinkan atau embusan angin kencang. Jika sudah begitu, mau tidak mau pekerjaan harus dihentikan sementara,'' jelasnya.

Jika ditotal secara keseluruhan, saat ini progress report proyek Suramadu sudah mencapai 90 persen. Pelaksana proyek Suramadu optimistis semua pekerjaan bisa dituntaskan pada akhir Maret 2009. ''Target awal kami tetap. Harapannya, April sudah harus bisa dioperasikan,'' ujar Kepala Balai Besar Jalan dan Jembatan Nasional V A.G Ismail. (ris/nw)


Sumber :
1. Jawa Post2. Majalah Gatra3. Seputar-Pasuruan




7 komentar:

Kakang S mengatakan...

Moga aja nggak ada "tikus" yg memakan semen, pasir, besi, dll selama pembangunan...
Kalo ada "tikus"nya, dikawatirkan umur jembatannya cuma seumur jagung...

Toto Suharyanto mengatakan...

Bermimpi ada kereta listrik malang-surabaya ditempuh 15 menit..

Papanya Inez GP mengatakan...

Semoga dan semoga Bro.....!!
Mudah2an contraktornya bekerja sesuai dengan standard bangunan jembatan.....kalau tidak mana ada revisi dan perubahan struktur Fondasi yang tadinya 100 - 52 menjadi 240 - 83....tapi hanya waktu yang bisa menjawab itu dengan pasti, waallah u alam tentunya.

Oh ya....selamat tahun baru Bro.....sukses selalu ya....!!
Salam dari kami sekeluarga di tangerang......yang dulu itu sptnya tdk ada jawaban....mungkin sayanya minta THP ketinggian kali.....!!!

Papanya Inez GP mengatakan...

Iya, kerja di Surabaya dan tinggal di Malang.....asyik punya tuh mas Otto.....!!!
Selamat tahun baru Mas.....sukses di tahun 2009 ya....!!!

Lusy Mardiani mengatakan...

mudah2an terwujud !!! dengan catatan : jangan dikorupsi uang dana proyeknya hehehhe

Papanya Inez GP mengatakan...

Insya Allah bulan april akan diresmikan mbak Lussy.

Papanya Inez GP mengatakan...

Wah Penyelesaian Jembatan Suramadi ternyata molor nich....rencana dari bulan april bergeser ke bulan Juni 2009, masalahnya alasan teknis dan kecuran dana yang terlambat cair, beritanya slilahkan Klick : http://www.jawapos.co.id/metropolis/index.php?act=detail&nid=52714