Selasa, 13 Juli 2010

PowerSteering Problem

PowerSteering adalah alat yang berfungsi untuk memperingan pengendara saat mengemudikan mobil, jadi bila Powersteering terasa berat pasti ada yang tidak beres pada sytem powersteering itu karena logikanya udah kebalik....hehehehe....!!

Nah, tanggal 28 Desember 2007 kemaren pas kita jalan2 ke Mall dan parkir kendaraan yang rada susah, saya temukan Powersteering kendaraan tiba-tiba berat dan ada suara yang berisik dan berlomba dengan suara mesin....wah saya pikir suara apa itu gerangan…..???? padahal sebelumnya ngak ada suara yang berlomba hanya suara mesin saja.
Karena sedikit curiga langsung saya buka kap mobil dan mencari sumber suara asing itu, analisa pertamanya sih sudah curiga sama Powersteering...ya udah yakin deh powersteering yang masalah.





Setelah belanja dan balik kerumah langsung saya bawa si-santa ke bengkel terdekat, bukan kebengkel resmi....karena saya yakin kalau dibengkel resmi akan antrian karena biasanya saya telpon dulu ke bengkel Hyundai terdekat sebelum membawa tunggangan ke bengkel resmi.
Setelah dibawa kebengkel dan dibongkar tuh Powersteering, eh bener ternyata ditemukan ada komponen yang Aus pada Pompa P/S yakni Pulley dan Shaft pompa.

Langsung saja saya telepon ke beberapa supplier Spare Part Hyundai, kebanyakan nawarin yang complete spare Powersteering harganya kalau Genuine Part Hyundai 2,2 Jeti dan yang import 1,6 Jeti....tuh khan gedek juga ditawarin dengan harga segitu padahal yang rusak Cuma Shaft & Pulley.....!!!

Cari punya cari akhirnya ketemu juga yang jual part tapi yang ada hanya shaftnya dan ditempat lain ada yang Pulleynya aja....tapi yang ada shaftnya akan diusahan untuk cari Pulleynya dan akan diiformasikan bila ada sesegera mungkin.....dan yang sangat kebetulan lagi orang yang bekerja ditempat penjualan spare parts itu rumahnya tidak berjauhan dengan tempat saya tinggal......sedangkan yang supplier satunya lagi sdh nyerah alasannya sekarang sedang akhir tahun Spare Parts supplier sedang Stock opname jadi dia bisa menyiapakn Shaft setelah tahun baru.....( *dalam hati ogah kalo abis tahun baru mah*).





Ya udah akhirnya saya buat deal dengan ” Ria Jaya Motor ” untuk membeli spart parts seperti yang saya inginkan dan akan diantar kerumah saat dia pulang kerja nanti...lumayan khan ga perlu datang ke Atrium dan untuk membeli spare part cukup nunggu di rumah.

Pas jam 7 malem datang tuh spare part kerumah dan diterima oleh istri karena saat itu saya sedang tidak dirumah menghadiri acara perpisahan rekan sekaligus anak buah saya dulu yang sudah memasuki Pensiun alamiah. Jam 10 malem saat sampe dirumah saya check spare part sama seperti yang saya order, waduh tenang deh.....!!

Tanggal 29 Desember Jam 08:15 saya kebengkel untuk menyerahkan spare part yang saya beli dan selanjutnya di pasang kembali tuh Powersteering pump seperti semula dan diganti Olinya sekalian, setelah dites putaran steer ternyata lomba suara antara mesin dan Powersteering sudah tidak ada lagi....dan yang paling tersa adalah putaran Steer smoth buangeeetttt ........ tidak seperti sebelumnya yang rada-rada berat apalagi pas kerusakan kemaren.

Alhamdullilah, selesai satu masalah si-santa sudah kembali normal dan bisa digunakan buat tunggangan besok hari minggu untuk mengantar adik Ipar yang rencananya mau Melamar ke Camer-nya di Cibubur.

Sebetulnya rencananya mau saya promosiin tuh bengkel tempat perbaikan Powersteering saya, tapi atas permintaan si-pemilik yang meminta dengan cara halus untuk tidak melakukan hal itu.....karena dia sudah cukup puas dengan yang ada sekarang ” dia bilang ; saya hanya punya montir 3 orang, 10 mobil aja yang masuk perhari saya sudah kebinggungan apa lagi lebih.....saya takut mengecewakan pelanggan..kilahnya dengan sederhana ”. Jadi atas permintaan tersebut saya tidak bisa memberikan contact person dan nama serta alamat bengkel tersebut.
Adapun total Cost untuk Spare Parts dan Bongkar pasang PowerSteering adalah :

Nbr Nama Parts Part Number Harga/ Biaya
1. Saft Assembly Drive 57120 22001 Rp 175,000.-
2. Pulley Power Steering Pump 57130 3A000 Rp 195,000.-
3. Seal Kit P/S Pump 57150 34A00 Rp 55,000.-
4. Powersteering Fluid Dextron-III H Rp 30,000.-
5. Ongkos Bongkar Pasang - Rp 70,000.-
6. TOTAL - Rp 525,000.-


Jauh khan, bila dibanding beli complete spare yang harganya 2,2 jeti….sisanya khan bisa digunakan buat keperluan lain yang telah menanti……hehehehehe…..!!!





Berikut ini ada tip-tip sederhana untuk pemeliharaan PowerSteering yang saya peroleh dari Searching di Om Google, mudah-mudahan membantu untuk rekan2 dalam hal Powersteering :

1. Cek Minyak Power Steering
Untuk mengecek kondisi minyak power steering kita dapat melihat dari dipstick yang ada di tutup tempat minyak power steering tersebut. Pada dipstick terdapat tulisan Cold atau Min dan Hot atau Max. Cold atau Min adalah batas minyak harus pada batang garisnya pada saat mesin dingin atau belum dinyalakan. Apabila dibawah garis minyak perlu ditambah. Apabila diatas garis ditambah maka pada saat mesin dihidupkan minyak akan meluap. Hot atau Max adalah batas minyak pada batas yang pada saat mesin panas atau sudah dihidupkan.

Cairan power steering sebaiknya diganti setiap 2 hingga 3 tahun khusus untuk kendaraan yang pemakaiannya normal. Sementara yang bekerja berat ganti sekira 1,5 tahun sekali. Pastikan juga botol cairan power steering disimpan tertutup rapat agar air tidak masuk.

2. Kerusakan Umum Power Steering
Penyakit yang sering menimpa perangkat power steering adalah masalah kebocoran. Akibatnya, minyak berkurang sehingga tekanan juga menurun dan membuat setir berat. Kalau diputar sampai habis dan ditahan akan menimbulkan bunyi berdengung. Komponen yang paling sering mengalami kerusakan adalah seal. Biasanya karena umur peranti yang sudah lama. Tekanan yang terus menerus membuat seal yang tua bakal robek. Paling sering kena adalah seal steering rack. Gejalanya, setir jadi terasa berat. Selain itu bisa dilihat dengan adanya tetesan minyak di bagian bawah mesin. Paling gampang dengan melihat sekitar permukaan rack yang dipenuhi pelumas. Yang pasti minyak jadi sering ditambah.

Kalau dibiarkan bisa menular ke komponen lain karena cairan yang semakin berkurang. Makanya, sebelum terlambat harus ganti baru. Jumlahnya satu set ada sepuluh biji.



Seal lain yang juga sering jebol adalah yang terdapat di pompa. Gejala awal mirip-mirip, yaitu setir berat dan minyak sering habis. Cara gampang mengenalinya adalah dengan memperhatikan kondisi pompa. Jika disekujur bodinya terdapat minyak, berarti ada kebocoran.

Kemudian slang. Peranti penyalur cairan ini jika tertekuk atau sudah getas bisa pecah, akibatnya isi minyak akan berkurang. Bisa juga lantaran klem-klemannya enggak kuat. Dapat diketahui dengan melihat ujungnya, apakah dibasahi oleh minyak atau tidak. Khusus buat pengikat, gunakan yang tidak melukai slang agar lebih aman.

Jika kebocoran dibiarkan bisa mengakibatkan kerusakan pada kipas pompa. Karena tidak adanya minyak yang lewat mengakibatkan ujung kipas gores.

Kalau masih tetap enggak diperbaiki, akan menyebabkan dinding kipas ikutan baret. Kalau sudah begini tidak bisa direkondisi lagi.

Penyakit akibat kurang cairan lainya adalah AS ( Shaft ) steering rack baret karena tidak adanya pelumasan yang maksimal. 'Luka' tersebut juga bisa membuat oli keluar. Cirinya, tinggal melihat permukaan AS dengan membuka karet pelindungnya. Bisa dipastikan banyak rembesan pelumas. Dan ingat pada saat kendaraan parkir atau berhenti, posisi roda harus lurus dan jangan dibelokkan karena akan merusak sistim power steering. ( Sumber : http://boorsa.co.id )

Yang terakhir tentunya disebabkan karena Gear Shaft & Pulley yang sudah Aus, sehingga tidak mengikat lagi yang menyebabkan putaran mesin yang di joint dengan V-belt jadi Loose/ Slack atau kendor dan tidak ada aliran fluida dan tekanan sehingga efeknya adalah Powersteering menjadi Berattt....ratt....rattt......!!! serta ada lomba paduan suara antara mesin dengan putaran Pulley yang bergesekan.........!!!

Problem ini kemungkinan Solved ya....???
tapi yang menjadi pertanyaan adalah MENGAPA YA SHAFT DAN PULLEYNYA MENJADI AUS SEPERTI ITU......???
Adakah kemungkinan karena Pompanya sdh ga bener, settingannya ga center, karena baud2nya kendor atau karena life time......ada banyak pertanyaan yang belum bisa dijawab nich....???
Pertanyaan diatas butuh waktu untuk menjawabnya.......atau mungkin ada rekan-rekan yang mempunyai pengalaman mengenai powersteering ......????
Kita Sharing Yuck........!!!





Tangerang, 29 Desember 2007.


Note :
Kalau anda pemilik kendaraan Hyundai, lokasi/alamat dibwah ini dapat membantu anda untuk membeli Spare Parts;
1. Ria Jaya Motor Atrium Plaza Lantai V Block E No. 135 – 136 Telp. 021 - 345 1564.
2. Surya Kencana Indah - Latumenten, Grogol Telp. 021 - 567 3511
3. Champion Atrium Senen - Telp. 021-3867856
4. Dinamika Atrium Senen Telp. 021-3458770
5. Sentosa Kemayoran Telp. 021-65851056
6. Sakura Motor Kemayoran Telp. 021-6540866
7. Surya Kencana Kemayoran Telp. 021-6545880
8. Surya Kencana Abadi Jl. Lapangan bola No.38 Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Telp. 5358626, 53677320 Fax 5358582
9. Persatuan Motor Ps. Mobil Kemayoran blok A no.36B - Jakarta Pusat Telp. 6544007, 6540859
10. Bengkel PT Layanan Prima II Jl. Jatiwaringin no.45, Pd Gede - Jakarta Timur Telp. 8485931
11. Maju Jaya Motor Jl. Raya Kalimalang no.43 (Depan Auto200) - Jaktim Telp. 8656174

Anda juga bisa sharing dan tanya seputaran mesin atau permasalahannya di Hyundai Owner Club Indonesia ( Hyocid ) dengan milist yahoogroups yakni : mobilku_hyundai@yahoogroups.com

Senin, 12 Juli 2010

Bila Anda mempunyai Masalah dengan Radiator Kendaraan Anda

Prinsif Kerja Radiator

Sistem pendingin mesin ada 3, yaitu melalui Air pendingin ( radiator), Udara dan Minyak pelumas, peran radiator dalam sistem pendingin mesin sangat penting. Seiring dengan waktu, radiator pun bisa bocor. Penyebab utamanya karena korosi atau karat ataupun terjadinya Krak sehingga aliran air terhambat. Khusus untuk bahan fiber, penyebab lainnya adalah panas dan tingginya tekanan air di radiator. Karat bisa timbul kalau air radiator kotor, sedangkan Krak bisa juga karena pemakaian Coolant yang kurang bagus atau air yang digunakan adalah air ledeng/ pam atau air sumur. Penggantian secara berkala dengan air yang steril dapat meminimalisasi kemunculan karat/ krak.

Sistem pendingin air terdiri dari beberapa komponen, yaitu water jacket, pompa air, radiator, thermostat, kipas, dan selang air. Secara sederhana, mekanisme kerja sistem pendingin mesin mobil bisa dibagi menjadi dua, saat mesin dalam kondisi dingin dan panas. Bila mesin masih dalam keadaan dingin, pendingin diberi tekanan oleh pompa air dan bersirkulasi. Saat itu thermostat masih tertutup, sehingga cairan bersirkulasi melalui selang bypass dan kembali ke pompa air.

Radiator Radiator

Radiator Cooling System & Cap radiator & Vacuum Valve

Lain lagi kalau mesin dalam keadaan panas. Setelah mesin menjadi panas, thermostat terbuka dan katup bypass tertutup dalam bypass sirkuit. Cairan yang bersuhu panas di dalam water jacket menyerap panas dari mesin kemudiann disalurkan ke radiator. Di radiator, cairan panas tersebut didinginkan dengan kipas dan putaran udara karena gerak maju kendaraan. Cairan yang bersuhu normal kemudian disalurkan kembali oleh pompa air ke water jacket.

Peranti radiator berfungsi mendinginkan cairan yang telah panas, setelah melalui water jacket. Radiator terdiri dari tangki air bagian atas (upper water tank), bagian bawah (lower water tank) dan radiator core pada bagian tengahnya. Cairan pendingin masuk ke upper tank dari selang atas (upper hose). Bagian tangki atas dilengkapi dengan tutup radiator (Cap ) untuk menambah air pendingin. Selain itu juga dihubungkan dengan slang ke resevoir tank sehingga air pendingin atau uap yang berlebih dapat ditampung. Khusus tangki bagian bawah dilengkapi dengan outlet dan keran penguras.

Untuk mendapatkan efek pendinginan yang lebih baik, maka perbedaan suhu antara udara luar dengan suhu air pendingin dalam radiator haruslah besar, dengan mempergunakan tutup radiator. Didalam tutup radiator terdapat relief valve atau klep relief dan vacum valve atau klep vakum yang mengatur agar tekanan dalam radiator tidak lebih dari 1 atmosfeer (atm) dan air mendidih dalam radiator diatas 100oC
Relief valve atau klep relief mempunyai fungsi untuk membuang kelebihan tekanan dalam radiator, bila telah melewati batas tekanan yang ditentukan oleh pabrik. Sedangkan vacuum valve atau klep vakum mempunyai fungsi untuk menyamakan tekanan di dalam radiator dengan tekanan udara luar, apabila suhu air pendingin dalam radiator turun sampai dibawah titik didihnya

Air Radiator Berkurang
Saat pulang dari Field Break kemaren ketika memeriksa Air radiator ternyata kondisi air di dalam radiator berkurang, dan langsung saja radiator saya tambahkan air hingga penuh lalu tepian radiator saya bersihkan, setelah bersih dan mesin dinyalakan ternyata ada rembasan pada Klem radiator yang menghubungkan Plastik/Fiber dengan kisi-kisi radiator ( Heat Sink ), karena tak mau ambil resiko saat digunakan atau selama dalam perjalanan, maka kendaraan saya bawa ke Bengkel Radiator yang memang sudah menjadi langganan saya sejak tahun 1997.

Saya Pernah mengalami hal yang kurang bagus dengan Radiator dimana pada bulan Juni 2002 ketika kembali dari mengkhitankan anak Pertama dan Kedua di Palembang, ketika melewati Lampung Utara menuju lampung Tengah, temperatur Mesin Overheating dan mesing seketika itu juga mati, di cap mubil keluar asap mengepul.......coba bayangkan di desa yang terpencil dan tidak ada bengkel kami mengalami hal seperti itu.
Tak ada jalan lain selain mengisi tanki Radiator dengan air yang baru yang ketika itu ada sungai kecil dipinggir jalan, selanjutnya setiap 100-200 meter kami berhenti untuk menambah air.....hingga Alahamdulillah kami menemukan Bengkel radiator setelah perjalanan 2 Km menuju lampung Tengah.
Radiator Radiator

Kebecoran Radiator ( ada Rembesan Air ) & Pelepasan radiator dari Frame

Kembali ke masalah radiator tadi, setelah sampai di Bengkel radiator diidentifikasi penyebab kebocoran diusulkan oleh montir untuk dibongkar dan diganti Penutup Bagian atas ( cover ) yang kebetulan terbuat dari Plastik/ Fiber, dan dia menyarankan untuk diganti yang kebetulan cover tersebut sudah dia buat dari kuningan dan ready stock, tapi perlu dimodifikasi lagi untuk tutup radiator karena terlalu pendek ( tidak sama dgn originalnya Hyundai ).
Dalam Hal Penggantian Cover dari Plastik ke Kuningan, memang ada perbedaan presepsi dalam hal ini, ada yang menyarankan agar tetap Plastik sehingga bila terjadi Overpressure yang kalah adalah Plastiknya ( Plastik Pecah ), tapi bukankah kuningan juga disolder ( dipatri ), jadi bila ada masalah overpressure maka solderannya juga akan pecah....? dan dibagian bawah juga masih orisinil terbuat dari plastik bila terjadi juga pressure maka yang diharapkan pecah duluan dibagian bawahnya ( ngak la ya ....?? pressure yg tinggi khan dibagian atas ).....atau Tutup radiator yg melompat bila tekanan radiator lebih dari 1,0 Kg/cm3 ( Cap range : 0.9 ), nah alasan ketiga ini yang memungkinkan saya untuk mengambil kesimpulan bahwa penggantian cover atas radiator dengan bahan dari kuningan.

Pelepasan radiator pun dilakukan oleh Montir, dan tingkat kesulitan dalam pelepasan radiator ini cukup lumayan karena harus melepas cover/ tanduk bagian depan dari kendaraan, sembari diguyur hujan tetep aja pelepasan radiator bisa berjalan sesuai rencana, dan saya tak perlu kecewa karena ternyata kijang Inova pun casenya sama dengan Hyundai Santa Fe, cover depan harus dibuka juga....hehehehe....!!

Setelah semua dibuka dan Cover Fiber dari Radiator dibuka ditemukan adanya retak pada Cover, dan selanjutnya sesuai dengan rencana cover plastik/ Fiber diganti dengan Cover Kuningan Made in ” Subur Radiator ”.
Setelah dilakukan Overhaul dan pembersiahan terhadap semua kisi radiator dengan alat yang sederhana, maka pemasangan coverpun dilakukan dan hasilnya lumayan bagus dan kuat, dan setelah dilakukan pengetesan kebocoran radiator setelah perbaikan dan hasilnya tidak ada kebocoran maka radiator siap untuk dipasang kembali.
Saya memang tak berani garantee seberapa kuatkah radiator yang di rekondisi, tapi berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami sampe 2 tahun belum ada masalah pada radiator yang diperbaiki atau direkondisi, hingga pada akhirnya mobil tersebut saya jual.
Untuk kali ini mungkin akan saya amati, berapa lama akan bertahan, Insya Allah tentunya.


Radiator Radiator

Unit Radiator yang sudah dilepas & Pembersihan Sirip Pendingin

Kenaikan temperature lebih dari setengah scale

Hal-hal yang perlu anda perhatikan, kendaraan anda sering terjadi kenaikan temperatur pada mesin lebih dari setengah :
1. Periksa Air didalam radiator apakah Berkurang....? kalau berkurang cukup segnifikan berarti ada kebocoran ==> Periksalah setiap joint Connection Radiator ( Klem, Penutup Drain, Tutup Radiator dsb ) dan periksa apakah ada retak atau kebocoran pada kisi radiator ==> agar intensif bawalah ke bengkel Radiator terdekat.

2. Kalau tidak terjadi pengurangan pada air radiator, ada hal yang perlu diperhatikan ;

a. arah Periksa Arah putaran Fan Radiator dengan menggunakan Tissue putaran fan harus ke arah mesin jangan sampai terbalik. Kalau terbalik coba balik connection cable yang ke arah Fan, setelah dibalik maka putaran Fan akan kebalikan dari putaran pertama tadi.

b. Kalau Periksalah Fan Radiator tidak bekerja atau On saat termostart bekerja Fuse atau Sengkring dari Fan, kalau Fusenya bagus berarti Fan Radiator coilnya sudah lemah atau Carbon Brushnya sudah Aus.....atau mungkin terjadi kemacetan pada Bearing Fan.....lakukan pemeriksaan kebengkel dinamao untuk memastikan Fan masih bisa digunakan lagi atau tidak.

c. Kalau semua bekerja tetapi Fungsi pendingin Radiator tidak bekerja seperti yang diharapkan, maka periksalah Radiator anda di Bengkel radiator.....kemungkinan radiator anda sudah kotor dan perlu dilakukan overhaul untuk membersihkan dan merekondisi radiator.

Tips Perawatan Radiator :

1. Periksa posisi tutup Cap radiator dan periksa air radiator mobil Anda secara rutin dan Ganti Cap Radiator bila masa pemakaian 5 Tahun, tutup/ Cap yang aus tak bisa melepas kelebihan tekanan, merusak head gasket & kepala radiator.

2. Ganti/ kuras air radiator mobil anda dalam kurun waktu 1 tahun sekali atau tiap 20.000 km untuk perawatan berkala water pump maupun sistem pendinginan mobil anda:

a. Senantiasa gunakan cairan pendingin/ coolant/ inhibitor yang baik, aman bagi komponen aluminium dan memiliki kandungan fosfat yang rendah/ nil.

b. Air pencampur coolant sebaiknya menggunakan aquades/ distilled water untuk mencegah timbulnya kerak pada sistem pendinginan mesin.

c. Buanglah angin pada radiator dan seluruh saluran pendingin mesin, sampai gelembung udaranya hilang.

3. Periksa kipas pendingin mesin dan AC, apakah masih berjalan normal ataukah mulai lambat berputar.

4. Ganti hose atas & bawah, hose water feed & return Throttle Body / Carb & hose Heater (tipe AC dg. heater) setiap 5 th., harganya murah tetapi sangat vital

5. OH radiator, bersihkan saluran di dalam, ganti radiator head & thermostat jika sdh. berumur 10 th. Jangan lepas thermostat, krn. Akan mengacaukan suhu kerja mesin.


Radiator Radiator,Radiator

Modifikasi Cover ( Bahan Kunigan ) & Pemasangan Cover atas Radiator dan Finishing

Tips Cara Menguras air radiator 1 tahun sekali atau tiap 20.000 Km, step point menguras air radiator :

1. Bukalah Tutup Drain Radiator dibagian Bawah dan buanglah air radiator yang akan dikuras

2. Bukalah Tutup atau Cap Radiator untuk mempercepat air keluar dari Drain Radiator

3. Setelah semua air keluar dan habis, tutup kembali Drain Radiator dan isi dengan air bersih

4. Bila akan menggunakan bahan Radiator Flushing campur airnya terlebih dahulu dengan rata,

5. Setelah air radiator Penuh, tutup cap radiator dan Nyalakan Mesin

6. Biarkan Mesin Menyala dan dalam keadaan Idle hingga Fan/ Kipas Radiator Menyala

7. Matikan Mesin dan Tunggu 10 – 15 Menit agar Mesini dingin kembali

8. Buka Drain Radiator dan Juga Cap Radiator atas dan biarkan air radiator terbuang ( biasanya air radiator masih kotor atau masih bercampur dengan Coolant

9. Tutup Kembali Drain Radiator dan Isi Radiator dengan Air Bersih, setelah Penuh tutup Kembali Cap Radiator

10. Ulangi Langkah 5 s/d 9 hingga air radiator yang keluar benar-benar bersih.

11. Bila air radiator yang dibuang sudah bersih Tutup Drain Radiator bagian Bawah dan Isi Air raidiator dengan Air Coolant atau air aquadest ( air demin/ RO ) atau kalau saya biasanya menggunakan Air condensasi dari AC.

12. Tutup Cap Radiator dan Nyalakan Mesin, Pastikan didalam radiator sudah tidak ada lagi gelembung udara, karena bila ada banyak gelembung udara maka akan meningkatkkan tekanan di dalam radiator....tapi jangan khawatir karena bila Cap Radiator anda dalam keadaan baik maka Cap akan bekerja untuk melepas tekanan didalam radiator.

13. Selamat mencoba dan jauhkan anak anda dari pekerjaan ini.......!!!


Kembali ke Perbaikan Radiator di Bengkel ” Subur Radiator ” setelah Radiator di Recondisi hasilnya Temperatur pada Range ¼ dan Tidak ada lagi Kebocoran Pada Radiator, biayanya juga relative murah hanya 350 rb Rupiah, coba bandingkan bila kita membeli Radiator Baru…..wah bias lebih dari satu jeti deh……pan lumayan uangnya buat beli keperluan lain, anda mo tau hasilnya, coba perhatikan gambar dibawah……Lumayan Khan…….????


Radiator

Hasil radiator setelah renkondisi


Bila anda berdomisili di daerah Tangerang, anda mempunai masalah dengan Radiator....ya Monggo bila anda tertarik anda dapat datang ke bengkel ” Subur Radiator ” lokasi di jalan Raya Serpong ( Lengkong Gudang ) BSD sekitaran Bengkel Toyota Astra dan BSD Junction contact Person “ Ucok “ Hp 0815 9722 022.

Semoga Bermanfaat dan Terimakasih,

Senin, 21 Juni 2010

WISUDA SDIT Asy-Sukriyyah angkatan ke IX




Alhamduillah, Buah hatiku no dua LULUS dari Sekolah dasar, kebetulan tadi sore dapet surat kelulusannya dan sekalian nilai NEM, lumayanlah tidak terlalu jelek namun tidak juga terlalu bagus.

Untuk Kelulusan tahun ini ( 2010 ) nilai NEM tertinggi adalah 27.70 dan nilai terendah 17.00, sedangkan Ray mendapat nilai 23.90, nilai terendahnya di pelajaran Bahasa Indonesia 7.40 sedangkan untuk Matematika dan IPA nilainya sama 8.25, meskipun demikian Ray sudah juga lulus Ujian untuk melanjutkan ke sekolah Almamaternya itu yakni SMPIT Asy-Syukriyyah, dia mau seperti abangnya yang sekolah disitu dan hasil ujian kelulusan itu sejak bulan April kemaren, dan pembayaran uang sumabangan Pembangunan, SPP dan Buku pelajaran sdh dilakukan, walaupun dengan metode mencicil.

Saya pikir lebih baik dia tetap sekolah disini, memperdalam pelajaran agama sebagai basic, sehingga iman dan takwanya diperluas. Baru nanti setelah Sekolah Lanjutan Atas, Insya Allah bisa masuk SMU Negeri.

Terimakasih kepada Bapak dan Ibu guru SDIT, yang telah mendidik anak saya selama 6 tahun, semoga kebaikan dan keluhuran Budi Bapak dan Ibu Guru mendapat pahala yang setimpal dari Allah SWT, amin.

Anak ini memang tidak terlalu cerdas, namun saya tidak terlalu memaksakannya untuk begitu saklek dalam belajar, saya lebih menekankan kepada kreaktifitasnya dan imajinasinya supaya lebih dalam berkembang, dan alhamdulillah, dalam hal tertentu anak ini memang menonjol dibandingkan abangnya....terutama dalam bergaul, ketertarikan kepada hal yang baru dan intresnya terhadap kegiatanku dalam mengoprek kendaraan.

Mudah-mudahan ini anak dapat berkembang dengan baik, baik itu pengetahuan dalam bidang pelajaran, agama dan pergaulan sesama teman ataupun ketertarikannnya pada hal-hal yang baru.

Ray, kamu sekarang sudah SMP, lebih rajin belajar ya Nak.....!!!



Tangerang, 21 Juni 2010


Wasalam,




Perpisahan SDIT Asy-Syukriyyah Angkatan IX, Cikole - Lembang




Perpisahan Murid kelas 6 angkatan IX, berlangsung di Hotel Nirwana, Cikole, Lembang, Bandung dihadiri oleh 102 siswa/ siswi, guru dan Orang tua sebagai Panitia ataupun orang tua yang mendampingi anaknya.

Kebetulan saat itu saya sedang tugas dan Istri juga tidak ikut serta dalam acara tersebut, namun dari kesan yang saya tangkap dari anak saya yang mengikuti Perpisaan tersebut, sangat senang dan memuaskan.

Yang mengambil Photo2 ini kebetulan adalah buah hatiku, dan kadang gantian bersama temannnya atau bahkan bersama guru-guru kesayangannya.


Tangerang, 21 Juni 2010


Wasalam,

Rabu, 16 Juni 2010

Koleksi Jeroan Santiku


Mass Air Flow Sensor

Daripada posting photo dimana-mana dan di link ke MP, mendingan ngumpulin photo disini biar rame deh koleksinya....sipa tahu ada yg perlu dan menjadikan koleksi photo ini sebagai referensi untuk mengerti dan memahami fungsi dan kegunaannya.

Kamis, 20 Mei 2010

Tour Dieng & Jogja Bersama Komunitas Accent-er


لسلام عليكم و رحمة الله و بركاته


Bermula berkenalan di Milis, bahwasanya Komunitas Accent-er akan mengadakan Touring ke Dieng dan Jogja sekaligus melakukan Penanaman 3600 Pohon Cemara sebagai kepedulian komunitas Otomotof terhadap kondisi lereng pegunungan Dieng yg sering terjadi longsor.

Usul punya usul dan saran punya saran akhirnya ane mendapat restu dari Ketum Accenter dan Ketua Panitia Touring yakni Bro Nofi, Bro Donny dan Bro Syamsul, bahwa komunitas Santier diperbolehkan untuk bergabung dengan Group Accenter. Untuk itu kira2 bulan maret 2010 ane woro2 ke semua pengguna Santa Fe Owener Club Indonesia ( SOCI ) baik itu di Facebook ataupun SerayaMotor tempat komunitas santi berkumpul, tapi karena kesibukan atau tugas kerja yang ikut bergabung untuk touring ini hanya ane dan Kang Inoz.

Biaya yang dibutuhkan untuk Touring ini sebenarnya tidak terlalu besar yakni sebesar Rp 1.050.000, dimana biaya itu termasuk penginapan, bibit penanaman pohon Cemara dan makan malam saat gala dinner di Hotel Wisma MM UGM dan juga biaya Rakom selama perjalanan.

Sebagai Pertemuan untuk membahas Touring ini, maka diadakan Pertemuan akhir pada tanggal 25 April 2010 di HKS Auto Station jalan ciputat Raya Pondok Pinang Jakarta selatan, sekaligus diadakan Coaching Clinic tentang kesiapan Mesin dan beberapa sponsor dalam menampilkan produknya.


Touring Dieng dan Jogja ini, sangat menarik dan menantang karena melewati jalur yang menanjak, dengan jalan-jalan yang turun/naik, berkelok2 atau lebih dikenal jalanan cilukbaa....dan toruing ini juga boleh dibilang sukses karena selain aktifnya Ketua panitia Touring dan didukung oleh Peserta yang sangat antusias maka diperoleh dukunganb sponsor yang lumayan aduhai, diantaranya ATPM Hyundai Mobil Indonesia, Olie Castrol, HKS Auto station, Provider Telekomunikasi Esia ( Bakrie Telcom ), Battrey Panasonic dan Focus Nusantara (Toko Camera Online ) dan Anker Bir ( Delta Jakarta ).
Perjalanan Touring ini berlangsung selama 3 hari dari tanggal 13 - 16 Mei 2010, dimana perjalanan dimulai dari Km 19 Tol Cikampek meeting point jam 22:00, tapi karena ada kemacetan di Km 12 karena ada Truck terbalik maka kita sampai disana jam 23:30 dan setelah dilakukan Briefing oleh Panitia dan penempelan sticker sponsor, penyerahan Asuransi, 3 kaos dari sponsor serta penyerahan Radio Komunikasi kepada semua kendaraan yang ikut serta, dan ternyata diikuti lebih kurang 20 members Accenter dan dari Santier cuma saya seorang, sedangkan Kang Inoz akan menyusul karena santinya ada masalah dengan Alternator dan akan menyusul besok kira2 jam 10 pagi.

Perjalanan melalui Tol Cipularang sangat menarik dan menantang, tapi ketika melewati Km 154 ada masalah dengan Santiku, dimana ini boil tidak bisa dipacu melebihi 90kpj, tapi alhamdulillah setelah istirahat sejenak, ane lakukan teraphi 125, sisanti jalan normal dan bagus lagi.


Jam 05:00 kami istirahat di SPBU Limbangan untuk shallat subuh dan kemudian perjalanan dilanjutkan dan kemudian istrahat lagi untuk sarapan pagi di RM Kotaresik Tasikmalaya dan jam 10:30 kami memasuki daerah Jawa Tengah, nah disini terasa benar bedanya, dimana kawasan Jawa Tengah banyak sekali jalan yang berlobang dan rusak, khususnya di daerah Wanareja, ampun deh ini jalan....rusak parah sehingga didaerah tertentu berlaku jalan buka dan tutup, tapi karena kita jalan berkomvoi ria kita bisa melewati jalur tersebut dengan lancar karena setiap kendaraan memberi upeti yang lumayan ke pak Ogah yang menjaga jalan tersebut. Dan setelah melalui jalur ini ketika di tanjakan kita istirahat sejenak untuk minum kelapa muda.

Jam 13:30 kita kembali Istirahat untuk makan siang sekaligus Shallat Dzuhur dan Asar di Rumah Makan Wangonsari kecamatan Wangon, dan setelah itu mengisi Bensin di SPBU mendekati kota Wonosobo, dan jam 18:40 kita tiba di Hotel Parama di kota Wonosobo, Besok paginya saya sudah lihat Kang Inoz dan kendaraannya Santa Fe sudah terparkir di Hotel ini dan beliau memberitahu saya bahwa tadi malam kira2 jam 23:00 beliau sampe di Hotel, Alhamdulillah tentunya ada kendaraan Santi lain selain saya di Touring ini.


Tanggal 14 jam 07:30 kita Check out dari Hotel Parama dan selanjutnya kita menuju Alun-Alun Wonosobo untuk bergabung dengan Komunitas Biker Bakrie Telcom dan Komunitas Accenter yg datang dari Solo yang mengawal kita selama dalam perjalanan melewati Kota Wonosobo menuju lokasi penyambutan di kaki Gunung Dieng yakni di daerah Menjer,dan disinilah dilakukan penyerahan bibit secara simbolis 3600 bibit Cemara ke Tim Kerja Pemulihan Dieng ( TKPD ) yang disaksikan oleh Bapak Bupati Wonosobo Bpk Chaliq Arief dan sekaligus dilakukan sambutan dari semua Panitia yang terlibat dalam hajatan " Save Our Dieng for the Future ". Akhir dari acara ini dilakukan sarapan Pagi bersama dengan kue yang tersedia dikotak, oh ya dalam sambutan ini Pak Bupati memberikan pengarahan bahwasanya ada banyak yang menanam tapi hanya sedikit yang memberikan biaya Pemeliharaan terhadap bibit yang tanam, dan kondisi seperti ini sudah menjadi perhatian komunitas Accenter bahwasanya kita tidak hanya menanam tapi juga dengan memelihara, dimana kita menyerahkan biaya pemeliharaan 3600 bibit cemara yang ditanam dalam kurun waktu satu tahun.

Selain dari itu Pak Bupati juga memberikan pencerahan tentang Dieng, dimana Dieng itu berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya Negeri Para Dewa, dan biasanya orang2 yang berkunjung ke Dieng akan dikaruniai Umur Panjang....hahaha, saya tertawa dengan Mitos ini tapi namanya juga Mitos jadi percaya ga percaya deh....dan perlu diketahui juga bahwa Kaum Hindu Bali mengambil air Suci dari mata Air Pegunungan Dieng ini.

Setelah dilakukan Upacara Penyambutan dan penyerahan Bibit secara Simbolis, serta pemberian Plakat dari dan ke Bupati Wonosobo kita lanjut ke pingiran tengah puncak Pegunungan Dieng untuk Menanam Pohon Cemara secara simbolis kepada semua Peserta yang ikut Tour ini. Dan kegiatan Accenter di Dieng ini diliput oleh Pemerintahan Wonosobo coba kick dan klick.


Setelah melakukan Penanaman secara simbolis kami semua berangkat menuju puncak Dieng, namun waktu menunjukan kira2 pukul 11:30, karena kondisi jalan yang sempit dan kalau dilakukan Shalat Jum'at di bagian tengah Pegunungan Dieng maka akan menimbulkan Kemacetan total tentunya karena semua kendaraan akan mengalami kesulitan dalam memarkir kendaraannya, dengan berat hati kita lakukan pendakian menuju puncak Dieng dengan harapan saat di Puncak dan permukaan melandai kami bisa memarkir kendaraan dengan lega dan bisa melakukan Shallat Jum'at....dan tepat jam 12:48 kami sekeluarga memasuki Gapura Dieng Plateau, saya mengabadikan Gapura itu dengan menggunakan hp yang saya jadi gambarnya kurang begitu jelas ditambah lagi dengan kondisi hujan gerimis diselimuti kabut tipis...jalan telah sampai puncak tapi kami belum menemukan Masjid tersebut, dan ketika melewati pertigaan dekat terminal dilokasi puncak kami baru menemukan Mesjid yang Lega, dan perjalanan kami teruskan untuk menuju Dieng Theater karena meeting Point kami memang ada disana, setelah menurunkan keluarga kami berangkat balik menuju mesjid tersebut, tapi apa dikata Shallat Jumat sudah selesai, dan dengan berat hati kami melakukan Shallat Qoshor bersama di mesjid tersebut.


Setelah Shallat Jum'at Kami makan siang di Dieng Theater dan kemudian nonton Bareng, tapi karena saya dan kerluarga lebih menyukai pemandangan disekitar Dieng Theater maka kami hanya menyisir kawasan hijau ini dan turun ke Telaga Warna, tapi karena turunan ditangga amat curam dan ditambah lagi tangga yang licin karena turun Hujan, maka kami hanya menggunakan waktu tersisa di tengah anak tangga dan selanjutnya balik lagi ke Dieng Theater.

Oh ya, selama melakukan perjalanan menuju puncak Dieng, Si-santi bermain di perseneling rendah 1-2 & 3, tapi kebanyakan di perseneling 1 & 2, pada posisi menanjak tajam tiba-tiba santi terhenti karena tiba2 kendaraan didepan juga berhenti dan kebetulan saya bermain diputaran tinggi diatas 3000 rpm dan mengover perseneling dengan tiba2 sehingga terjadi Slip, untung aja rem tangan masih bekerja dengan baik dan menurunkan putaran mesin dan dengan hentakan Kopling langsung menahan beban kendaraan...dan selanjutnya naik perlahan mendekati jembatan yang beralaskan kayu dan berlaku Buka/Tutup karena hanya dilalui satu kendaraan, saat ini Navigator dan anak2 jadi ciut nyalinya melihat dibawah jembatan yang rusak dan curam.....saya hanya tertawa dan menenangkan mereka agat tidak takut.

Jam 13:42 kami Menuju kawasan Kawah Sikadang selanjutnya disini kami berphoto bersama dikawah Sikadang dan kebetulan halaman Parkir yang Luas, Komunitas Accenter melakukan aksinya untuk membentuk Formasi huruf V dan selanjutnya specialis Photographer Bro Victor, membidik sudut pandang semua kendaraan Accenter dan juga pemiliknya dan setelah itu Santier juga diberi waktu untuk bergabung dalam Formasi huruf V tersebut.

Jam 15:00 kami turun dari Puncak Dieng, dan berdasarkan kesepakatan bersama kami tidak mengunjungi Telaga warna yang seyoganya kan kami kunjungi...saat turun dari puncak ini mesin kendaraan benar-benar tidak difungsikan, sebab dengan jalan menurun sudah cukup untuk membawa kendaraan dengan kecepatan 40-50 kpj dan membawa kami ke kaki gunung Dieng untuk selanjutnya mengisi bahan bakar di Pombensin terdekat, menjelang magrib kira2 jam 17: 45, kami melewati daerah Priginsewu dimana tanjakannya lumayan panjang dan mendaki....kalau di jakarta suasana jam segini masih tampak terang nah ini ditanjakan suasana jalan yang tidak ada penerangan terasa kira2 jam 19:00, dan ditambah lagi hujan deras mengguyur kami selama dalam perjalanan di tanjakan Pringinsewu ini...tapi alhamdulillah karena Komunikasi via HT maka perjalanan berkomvoi ria ini tetap berurutan, karena Road Capten memberikan informasi bila akan melewati Bus atau Truck Konde yang bertonase besar.

Setelah melewati daerah Pringinsewu, tiba-tiba sisanti kehilangan power, gas sudah saya tekan Full tapi kendaraan tidak bisa dipacu melebihi 40kpj, untuk saja jalan mendatar dan suasan kendaraan sedikit padat, dengan tenang saya tetap ikutin kendaraan dan tiba2 kondisi kembali menjadi normal, saat kondisi tarikan yang membaik inilah saya sedikit tidak sabaran dalam menyusul kendaraan, padahal road capten sudah menginformasikan bahwa untuk melewati Truck didepan hanya bisa disusul uleh 3 kendaraan...dan saya pada kendaraan ke empat, karena tarikan bagus saya masuk juga dan bisa melewati Truck, namun saya ingin menyusul kendaraan lain di depan truck padahal dari arah berlawanan truck dengan kecepatan tinggi menghadang saya,. dengan kondisi yang rada reflek saya pinggirkan kendaraan secara tiba2 dan terarah sehingga saya dan keluarga lepas dari hantaman truck didepan mungkin hanya selisih beberapa meter sebelum adu banteng, alhamdulillah tentunya.


Jam 19:00 kami memasuki wilayah Magelang dan menelusuri jalan yang lumayan lega dan rata, meskipun kadang ditemukan ada pelebaran/perbaikan jalan, dan alhamdulillah jam 21:15 kami dan rombongan tiba di Hotel Wisma MM UGM. Setelah mandi dan berbersih, selanjutnya kami sekeluarga turun untuk makan malam bersama dan setelah itu istri dan anak2 ke kamar untuk istirahat, sedangkan saya dan teman-teman menikmati life music dari Akaustik Band yg disajikan, hingga jam 23:10 saya kembali ke kamar untuk istirahat, dan kebetulan kamar Kang Inoz terisi sendiri .... ya tidurlah saya dikamar Kang inoz, dasar orang yang susah tidur dikamar yg baru dikenal,... meskipun lampu sdh dimatikan jam 24:05 tapi mata teteup susah terpejam, hingga akhirnya terpejam juga, entah jam berapa, tapi tidur ini tidak tuntas dan kurang puless.

Tanggal 15 jam 10:00 setelah serapan pagi dan menyiapkan kendaraan, kita semua konvoi menuju ke Candi Borobudur dengan road Capten Mas Wawan yang joint bersama kita dari Wonosobo, sampai di Borobudur jam 11:24 siang, setelah shallat Dzuhur dan Ashar kami menuju kawasan wisata Borobudur dan mendaki tangga Borobudur dengan kemiringan 65 drajat, lumayan bikin kaki pegel dan napas ngos-ngosan, dan belum lama sampai di puncak candi Borobudur, tiba2 hujan turun, sehingga saya dan rombongan juga turun, jadi kita di lokasi wisata ini tidak lama lebih kurang 2,5 jam, dan berhubung perut sudah pada keroncongan, dan sebelumnya disepakati kita akan makan bersama di daerah magelang, tapi karena lokasi masih jauh terpaksa kami mampir di RM Sekar Kedaton di jalur utama jalan menuju Lokasi wisata candi Borobudur ini.

Sebetulnya, disini pengen sekali makan ikan bakar tapi karena jumlah pengunjung yang ramai pasti akan lama bila pesan menu ini, ya akhirnya kita pesan rawon, cah kangkung, minuman khas jawa Hot Secang serta 2 porsi kelapa mudan dan satu alpukat, dan istri pesan teh tawar hangat....tapi prediksi dengan pesanan menu ini ternyata gagal total...dengan menu rawon saja pesanan hampir 40 menit baru datang....pelayanannnya bener2 kurang memuaskan, tapi apa daya dengan terpaksa kami menunggu menu yg sudah dipesan. Setelah menu siap kami langsung bersantap, dan setelah bersantap betapa kagetnya istri saya ketika harus membayar teh hangat tawar gelas besar dihargai Rp 19 rb perak.....so, buat rekan-rekan yang berkunjung ke Candi Borobudur, tidak rekomen deh untuk mampir di restoran ini, kecuali anda bersedia untuk membayalr harga tinggi dengan menu standard....sebuah pengalaman yang berharga tentunya, untung aja masih menerima kartu kredit jadi masih bisa gesekkkk lah....hahaha.

Dari Rumah Makan Sekar Kedaton Komunitas Accenter menuju ke Malioboro untuk sekedar menikamati keramaian di jalan ini, atau untuk belanja oleh-oleh atau untuk makan malam, tapi karena mata saya lelah, maka saya dan rekan lainnya yang berjumalah 4-5 kendaraan kembali ke Hotel untuk, mandi dulu dan istirahat, baru kemudian menuju ke Malioboro dengan menggunakan kendaraan Taxi atau becak, karena kondisi malam minggu saya kahawatir terjadi kemacetan.


Jam 19:00 saya dan keluarga berangkat dari hotel menuju ke pusat kota Jogjakarta dengan menggunakan Taxi, kami belanja di Baphia Pathok, dan belanja batik di lokasi Tamansari dan berikutnya kami belanja kaos khas Jogja yakni Dagadu dan setelah itu menuju Malioboro, untuk makan Lesehan dan belanja lainnya untuk keperluan oleh-oleh nanti, Biaya Taxi dari Hotel ke Malioboro sangat murah sekali kira2 Rp 15 rb, ini mungkin darenakan dengan lokasi yang tidak begitu jauh, lumayanlah dari pada naik Becak, akan lebih mahal tentunya.

Jam 22:00 kami kembali ke Hotel untuk istirahat, tapi saya di protes oleh sibungsu untuk tidak tidur dikamarnya kang Inoz di nomor 414, sedangkan kamar kami di no 410, kebetulan di kendaraan sudah disiapkan Bed cover buat istirahat anak2, jadi terpaksa membawa bad cover ke kamar hotel dan akhirnya dengan bad cover tersebut sisulung bersedia untuk tidur dibawah, sedangkan saya tidir bersama istri dan anak, dan alhamdulillah kali ini tidur puluess buangeettt.

Minggu Tanggal 16, jam 10:00 kami berangkat balik meninggalkan Jogja, tapi jam 04:30 sebelumnya sdh ada 4-5 orang teman yg pulang duluan melalui jalur utara, dan satu orang pulang ke solo dan sisanya tetap melalui lintas selatan yang menantang seperti kemaren.


Dengan melewati jalur kemaren tapi tidak melewati Wonosobo, kami tiba di Purworejo untuk melepas Bro Nofi Ketum accenter yang akan mampir dirumah mertua di Purworejo...dan setelah melewati jalur yang lumayan padat, tepat jam 18:18 kami memasuki perbatasan antara jawa tengan dan jawa Barat dan sampai di Ciamis istirahat untuk makan malam kira-kira jam 20:30, setelah makan malam dan dilakukan undian Doorprize, alhamdulillah saya dapat Quick Wax Meguiares...dan saat istirahat Rumah Makan Ampera tersebut kami mendapat info bahwa Nagrek macet total, akhirnya kami Istriahat di Pom Bensin untuk mengisi bensin dan sekalian menunggu infor jalur Nagrek.


Jam 23:40 kami berangkat dari Pom Bensin dekat jalur Nagrek, dan ketika kami mendaki jalur tersebut ternyata ada Truck yang kesulitan Nanjak dijalur puncak nagrek tapi hampir tuntas kira2 10 meter lagi untuk menepi....dan alhamdulillah saat truck itu menepi diposisi sebelah kanan, kami langsung masuk dan bisa melewati kemacetan itu dengan tampa masalah, tapi dari arah sebaliknya ( Bandung menuju Jawa macet total ), kami telusuri jalan itu kemacetan hingga mendekati Pertigaan ke arah Nagrek....setelah masuk tol kami istirahat dulu di Km 197 tol Cipularang, setelah mengembalikan Radio komunikasi sebagian besar teman2 Istirahat disana, tapi saya dan keluarga memutuskan untuk langsung pulang, Tol Cipularan dan Tol dalam kota serta Merak saya pacu kendaraan hingga 145 kpj, dan dengan usaha itu saya tiba dirumah jam 05:00 pagi, Alhamdulillah tentunya...pulang dengan selamat tampa ada masalah besar yang berarti, setelah sampai dirumah Tool Box yang semestinya saya bawa tetap nangkring di pinggir pintu.....bawaan baju dua koper lebih utama dari Tool box.....geloo pisan deh...!!

Total Odometer dalam perjalanan ini kira-kira 1329 Kilometer ( dari dan ke Rumah ) dengan Konsumsi bahan bakar sekitar 172.25 liter, menggunakan bahan bakar Pertamax dan terkadang BBM bersubsidi, jadi kunsumsi bahan bakar per kilometer adalah 7.7 Km/Liter.  Menurut saya konsumsi ini lumayan boros, hal ini kemungkinan disebabkan karena saat istirahat dan kondisi cuaca yang terik, Si-santi dan AC tetap saya nyalakan untuk mendinginkan ruang kabin dan kebetulan kaki tidak pernah disekolahin jadi bila ada ruang dan celah basanya saya gas full untuk menyusul atau mengikuti konvoi supaya jangan tertinggal. < Kalau menggunakan faktor koreksi 4.1% karena ukuran ban yg dinaikkan  menjadi 235/70R15, maka total odometer 1383.5 km dan berarti konsumsi BBM 8.03 km/ liter
Terimakasih Keluarga Besar Accenter atas perjalanan Tour yang menyenangkan ini, solidaritas semua peserta dan soliditas ketua Panitia Bro Donny dan Bro Syamsu serta Ketum Bro Nofiyanto sangat menentukan keselamatan peserta Touring ini, karena kearifan Trio Leader ini kita tak terpaku pada schedule yang sudah direncanakan, tapi lebih terfokus pada keselamatan dan kecerian peserta yang turut serta karena sebagian besar membawa keluarga yang terdiri dari anak-anak.

Demikianlah tulisan ini dan semoga bermanfaat.." Save Our Dieng for Future "



Tangerang, 19 Mei 2010




Wasalam,