Minggu, 05 September 2010

Pemakaian Ban dan Perawatannya

Ban adalah merupakan salah satu suku cadang dari kendaraan bermotor yang mempunyai fungsi khusus dan sangat penting dalam menentukan keselamatan dalam berkendaraan.

Sehubungan dengan fungsinya pada kendaraan yang sangat penting tersebut, maka perlu cara pemakaian dan perawatan ban yang lebih baik agar tidak hanya diperoleh manfaat keselamatan saja, tetapi juga manfaat keekonomisan, manfaat kenyamanan, dan sebagainya.

Tujuan dari petunjuk keselamatan adalah memberikan pengetahuan mengenai cara memilih, menggunakan serta merawat yang tepat agar ban selalu dalam kondisi prima.

Petunjuk keselamatan ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan masalah tersebut agar pemakai tidak salah dalam menentukan pemilihan ban yang sesuai dengan type kendaraan, kondisi operasi dan cara-cara perawatannya.

Pemeliharaan Tekanan Angin

Tekanan Angin adalah merupakan faktor yang sangat penting yang perlu diperhatikan, karena tekanan angin mempunyai peranan tingkat pertama dari segi keselamatan. Dengan memperhatikan masalah pemeliharaan tekanan angin, akan dapat diketahui hal-hal sebagai berikut :

Manfaat Keselamatan

1. Pencegahan pecah ban secara tiba-tiba

Kondisi ban dengan tekanan angin yang kurang, menyebabkan defleksi dengan cepat dan berlangsung cukup lama, sehingga menyebabkan : pembangkitan panas pada ban dipercepat dan lebih tinggi mengakibatkan pemisahan pada lapisan ban, sehingga ban bisa pecah secara tiba-tiba.


2. Jarak pengereman yang lebih baik.

Dengan tekanan angin yang sesuai dengan beban, akan menghasilkan kontak area permukaan ban dengan jalan yang lebih luas sehingga daya cengkeram dan kemampuan pengereman menjadi lebih baik.

Sebaliknya, tekanan angin yang tidak sesuai dengan beban akan menghasilkan kontak area yang sempit, pengurangan daya cengkeram, sehingga akan mengurangi kemampuan pengereman.

3. Kestabilan mengemudi terutama pada kecepatan tinggi atau tikungan.

Tekanan angin yang sesuai dengan beban akan membuat dinding samping pada ban menjadi kuat untuk menahan gaya pada saat kendaraan menikung atau berpindah lajur. Tekanan angin yang kurang akan menyebabkan dinding samping pada ban menjadi lemah, sehingga pada saat menikung atau berpindah lajur, kendaraan menjadi kurang stabil. Tekanan angin yang kurang akan menyebabkan ban lebih cepat rusak.

Manfaat Keekonomisan

1. Umur Pemakaian Ban Yang lebih lama.


Tekanan angin kurang akan mengakibatkan keausan telapak ban terjadi lebih cepat pada bagian ujung telapak ban, sehingga umur ban menjadi lebih pendek dari yang seharusnya.
Tekanan angin lebih akan menyebabkan gesekan telapak ban dengan permukaan jalan hanya terjadi pada bagian tengah telapak ban, sehingga umur ban menjadi lebih pendek dari yang seharusnya. Kontak Area permukaan ban pada tekanan angin kurang.
Tekanan angin yang sesuai dengan beban akan menyebabkan telapak ban yang bergesek dengan permukaan jalan menjadi lebih merata pada semua bagian, sehingga memaximalkan umur pemakaian ban.

Kontak area permukaan ban pada tekanan angin standar

2. Daya Tahan Terhadap Kerusakan Yang Lebih Baik.

Tekanan angin yang tidak sesuai dengan beban akan menyebabkan kerusakan pada ban antara lain :
-retak pada alur telapak ban.
-retak pada dinding samping ban.
-lepas lapisan karena panas:
-telapak ban aus tidak merata


C. Manfaat Kenyamanan

1. Tekanan angin yang tidak sesuai, akan menyebabkan keausan tidak merata pada telapak ban, sehingga akan menimbulkan :
-Suara mendengung pada telapak ban.
-Getaran kendaraan yang berlebihan, karena telapak ban aus tidak merata.


Rotasi

Guna memperpanjang umur ban perlu melakukan rotasi ban dengan cara sebagai berikut :


Penggunaan yang Tepat

a. Tekanan Angin


Tekanan angin harus dikontrol dan disesuaikan dengan muatan. Tidak boleh kurang dari standard dan tidak boleh lebih tinggi dari standard. Karena dapat menimbulkan kerusakan- kerusakan dan memperpendek umur ban.
Kontak permukaan ban harus seluruhnya melekat pada permukaan jalan. Semakin luas kontak area telapak ban dengan permukaan jalan akan menyebabkan daya cengkeram terhadap permukaan jalan lebih sempurna sehingga dapat memperpanjang umur ban dan lebih aman dalam berkendaraan.

b. Beban



Kondisi beban/muatan berpengaruh terhadap umur ban. Apabila muatan melebihi dari yang direkomendasikan, maka akan dapat menimbulkan kerusakan-kerusakan pada ban. Oleh karena itu dianjurkan agar muatan tidak melebihi daya dukung dari pada ban, selain dapat mengakibatkan kerusakan kendaraan juga kurang aman dalam berkendaraan.

Dalam pendistribusian muatan, dianjurkan agar semua exel kendaraan dapat menanggung beban muatan yang sama beratnya.

c. Kecepatan

Kecepatan, beban dan tekanan angin saling berkaitan dalam menentukan umur ban dan keamanan berkendaraan. Dianjurkan agar ketiga faktor tersebut dilaksanakan secara wajar dan tidak berlebihan.

Batas kemampuan sebuah ban ditentukan oleh hasil perkalian antara beban dan kecepatan yang hasil/ nilainya tidak boleh melampaui dari pada nilai standard yang telah ditentukan oleh pabrik. Oleh karena itu agar nilai batas aman tidak terlampaui, maka kecepatan kendaraan harus dikurangi untuk mengimbangi peningkatan atau penambahan beban.

Pemeriksaan Ban

Pemeriksaan ban perlu dilakukan dengan 2 cara yaitu :

1. Pemeriksaan pada waktu pasang.
2. Pemeriksaan berkala.

1. Pemeriksaan pada waktu pasang.


a. Tentang Ban Dalam.

Ban Dalam harus diganti apabila :
-Sudah melipat.
-Sudah lunak karetnya.
-Sudah ada bagian yang tipis.
-Sudah banyak tambalannya.


b. Tentang Flap.

Flap yang harus diganti apabila :
-Sudah retak
-Sudah sobek.
-Sudah kaku.

c. Tentang Tutup Pentil.

Tutup Pentil harus selalu terpasang agar tekanan angin tetap stabil. dan menjaga agar kotoran/air tidak masuk ke dalam pentil untuk menjamin kelancaran kerja sistim pegas di dalam pentil sehingga klep dapat bekerja dengan sempurna.

d. Tentang Pelek.
Yang harus diperhatikan tentang Pelek adalah :
-Pelek yang bengkok atau cacat harus diperbaiki.
-Apabila terdapat karat atau kotoran lainnya harus dibersihkan.

e. Tentang Ban Ganda.
Yang harus diperhatikan tentang Ban Ganda adalah :
-Tinggi harus sama
-Tekanan Angin harus sama.
-Tidak boleh saling bersentuhan.





Pemeriksaan Berkala

Yang perlu dilakukan pemeriksaan berkala, diantaranya :


a. Pemeriksaan Tekanan Angin
- Sesuaikon tekanan angin dengan berat muatan, atau naikkan tekanan ke standard maximum.
- Periksa tekanan angin paling sedikit sekali dalam satu bulan.
- Pemeriksaan tekanan angin hanya dilakukan pada saat ban dalam keadaan dingin.
- Untuk ban cadangan, tekanan angin harus di atas tekanan standard.

b. Pemeriksaan benda-benda asing.
Buanglah benda-benda yang menempel pada alur ban, seperti batu kerikil, paku, besi dan sebagainya karena akan merusak alur ban.

c. Periksalah kerusakan luar dari ban.
Gantilah ban apabila terdapat kerusakan sobek, retak dan sebagainya karena bisa pecah secara tiba-tiba.

Periksa tanda keausan pada ban.
Bila ban telah aus sehingga dalamnya alur ban menjadi 1,6 mm atau kurang, tanda ini muncul dan memperingatkan agar ban sudah harus diganti. Ada enam tanda keselamatan pada ban Bridgestone yang terdapat pada sekeliling ban.


Pemilihan Pola Tapak Ban

Jenis dan sifat pola telapak ban serta tujuan penggunaannya

a. Sifat pola telapak ban RIB adalah :
-Tahanan gesekan kecil.
-Mengurangi selip ke samping.
-Stabilitas pengendalian baik.
-Kenyamanan baik.
-Tidak berisik.

Alur semacam ini dibuat agar dapat mengalirkan air apabila berjalan pada permukaan basah sehingga dapat terhindar dari kemungkinan slip ke samping.

Dipakai untuk jalan raya dengan kecep

an tinggi

b. Sifat pola telapak LUG adalah :
-Daya tarik dan pengereman yang lebih baik.
-Daya cengkeram yang baik.
Alur melintang pada telapak ban dibuat untuk traksi agar ban dapat tetap bergerak pada permukaan jalan tanah/lumpur untuk menghindari slip.

Dipakai untuk jalan tanah yang lunak.


c.Sifat pola telapak RIB LUG


-Sifat gabungan dari pola telapak RIB dan LUG.

Tujuan pembuatan alur ini adalah untuk memperoleh manfaat kedua macam pola telapak, baik RIB maupun LUG. Dipakai untuk jalan berbatu, jalan tanah dan jalan aspal tidak rata.

d. BLOCK

-Traction dan Braking power baik sehingga performancenya baik.
-Pengendalian pada jalan tanah maupun jalan aspal, cukup baik.

Pola telapak BLOCK mempunyai sifat dan manfaat seperti pola telapak RIB LUG tersebut.

Dipakai untuk segala medan.


Sumber : Bridgestone.co.id





10 Mitos Si Karet Bundar


Ban benar-benar berpengaruh terhadap nyawa kita. Dari ribuan komponen yang ada di kendaraan, hanya ban yang menghubungkan sebuah mobil ke aspal. Tak peduli seberapa cepat dan canggih mobil Anda, pada akhirnya banlah yang menentukan keselematan Anda di jalan.

Banyak orang belum mengerti seluk-beluk memperlakukan ba
n, tapi banyak juga yang sok tahu. Maka dari itu beredarlah segudang mitos tentang ban. Celakanya, bila mitos yang salah dipercaya publik, ini akan membuat ribuan nyawa terancam.
Jangan sampai salah kaprah menimpa Anda. Berikut kami kumpulkan sejumlah mitos mengenai ‘si karet bundar’ ini, dan mencari jawaban yang benar dari pakar maupun sumber terpercaya lainnya.


1. Ban baru harus ditempatkan di depan ketimbang di belakang


Tidak benar. Atas dasar asumsi roda depan berfungsi sebagai pengatur arah kendaraan dan beberapa kendaraan digunakan sebagai penggerak, membuat roda depan perlu mendapat ban terbaik. Tak heran bila banyak mekanik menyarankan untuk menempatkan ban baru di poros depan, ketimbang di belakang.

Traksi optimal di bagian depan lantaran menggunakan ban baru membuat mobil cenderung mudah mengalaami gejala oversteer atau sering disebut ngepot. Hal ini disebabkan ban belakang memiliki daya cengkeram yang lebih buruk ketimbang roda depan.

Nah, bila kondisinya dibalik, tentu Anda akan berpikir bahwa gejala understeer akan mudah terjadi. Namun gejala ini akan sulit terjadi lantaran pengemudi dapat langsung mendeteksi sejak awal. Dan antisipasi gejala understeer lebih mudah dilakukan ketimbang oversteer. Atas dasar itulah, kedua ban baru perlu ditaruh di bagian belakang ketimbang roda depan.


2. Tekanan angin ban perlu dikurangi saat hujan


Berasumsi akan memperoleh daya cengkeram optimal, tak sedikit orang berpikir untuk mengurangi tekanan angin ban dari kondisi ideal saat hujan. Padahal, tindakan ini justru membuat telapak ban menjadi tidak menapak sempurna ke permukaan jalan.

Dengan bagian tengah yang melengkung akibat berkurangnya tekanan, membuat ban kesulitan untuk membuang air ke samping. Akibatnya gejala aquaplaning pun menjadi mudah terjadi ketika mobil menerjang genangan air. Apalagi hujan membuat suhu ban menjadi dingin. Kondisi ini membuat tekanan angin bisa turun hingga 1 psi.

Idealnya, tentu tekanan angin ban perlu dijaga agar tetap berada dalam batas rekomendasi pabrik. Dengan begitu daya cengkeramnya akan tetap optimal di beragam kondisi cuaca dan jalan.


3. Ban bisa meledak tiba-tiba setiap saat


Tidak benar. Apalagi dalam kondisi normal. Dengan teknologi tanpa ban dalam alias tubeless, ban tidak bisa meledak. Jika sampai meledak, berarti ada kerusakan terlebih dahulu. Misalnya ban telah memiliki tambalan sehingga kawat baja di dalam ban menjadi rusak atau kerikil yang menyelinap di antara pattern ban dalam jangka waktu yang lama.


4. Kemampuan ban saat hujan tergantung model alurnya

Tidak sepenuhnya benar. Saat ban menggelinding, memang alur air yang akan berpengaruh pada efektivitas ban membuang air ke samping. “Tapi di saat pengereman mendadak sampai ban mengunci, alur tidak memiliki pengaruh. Di sini justru kompon ban yang ambil peranan,” ucap Zulpata Zainal, pakar dari Bridgestone Tyre Indonesia. Maka dari itu, sebaik apapun alurnya, bila komponnya keras ban dapat membahayakan di jalan licin.

5. Makin keras tekanan ban makin mudah pecah


Salah. Konstruksi ban dibuat sedemikian rupa sehingga tahan hingga tekanan 40 psi. Justru sebaliknya, tekanan terlalu rendah yang dapat membuat ban menjadi lebih rentan pecah, karena keadaan itu membuat kerja dinding ban semakin fleksibel dan memungkinkan kawat pada sidewall putus dan menyebabkan ban pecah.


6. Makin lebar alur airnya, berarti cengkeraman ban makin baik


Tidak benar. Semakin lebar alur airnya berarti semakin sedikit karet yang menempel ke jalan. Ini akan sangat merugikan di saat kondisi jalan kering. Dan sebagian besar waktu kita berjalan dengan mobil adalah saat kering.


7. Makin mahal ban makin bagus performanya


Di banyak kasus, ya. Ban mahal di ukuran dan kelas yang sama, bukannya tanpa alasan. Ini adalah kompensasi dari riset mahal yang dilakukan oleh produsennya. Berdasarkan tes ban yang dilakukan beberapa lembaga independen di Amerika, ban berharga mahal cenderung memberi cengkeraman baik, memiliki kebisingan lebih rendah, daya tahan lebih lama, serta hambatan gelinding lebih rendah.


8. Makin tipis ban makin mudah rusak


Belum tentu. Bila dalam pemakaian normal di jalan halus, ban profil tipis justru bisa lebih panjang umur pakainya. Ini karena cengkeraman yang tinggi sehingga tapak ban jarang bergeser terhadap aspal. Tapi memang, bila sering menghantam jalan rusak, profil ban tipis akan mempercepat rusaknya ban, atau bahkan pelek.


9. Spooring mempengaruhi keausan ban


Ya. Bahkan ini adalah salah satu faktor terberat yang mempengaruhi keausan ban. Spooring yang tidak benar akan membuat ban habis secara cepat dan tidak merata. Untuk itu sangat dianjurkan Anda melakukan spooring setiap 10.000 km atau ketika ada gejala lain yang dirasakan seperti setir membuang ke satu arah dan ban berdecit ketika membelok patah.


10. Ban kotor lebih mudah kempis


Ya. Ketika kering, debu atau lumpur mungkin hanya berada di luar ban. Tapi begitu hujan, air akan mempermudah kotoran tadi menyelusup ke sela-sela ban dan pelek. Ini dapat menyebabkan ban kempis secara perlahan.


Penulis : Fitra Eri


Sumber : Autoblid.com




Minggu, 15 Agustus 2010

DIM - Mengatasi Getaran pada pedal Rem saat digunakan


Rem merupakan komponen mobil yang sangat penting bagi keselamatan anda saat berkendaraan karena rem bisa menjadi penyebab kecelakaan di jalan raya, begitu pentingnya masalah rem ini hingga para ahli otomotif menggolongkan rem sebagai sistem keselamatan nomor satu, lebih penting dari sabuk keselamatan dan airbags.

Secara umum model rem itu terdiri dari;

  1. Rem Tromol ( Drum ) banyak digunakan pada kendaraan berbeban berat seperti Truk, Kontainer dan Bus.
  2. Rem Cakram ( Disc ) banyak digunakan pada kendaraan sedan dan penumpang.

Kelebihan dari kedua model tersebut diatas, pada model Tromol memiliki keunggulan pada performa untuk mengurangi laju kendaraan berbobot berat, kekuatan tenaga pengereman berasal dari sepatu rem yang diam menekan permukaan permukaan tromol bagian dalam. Bagian ini berputar bersama-sama dengan roda. Karena adanya self-enegerzing action yang ditimbulkan oleh tenaga putar tromol dan tenaga mengembangnya sepatu, tenaga pengereman yang dihasilkan sangat besar.

Untuk rem cakram memiliki kelebihan, salah satunya adalah kinerjanya yang lebih pakem, atau dapat menghasilkan daya pengereman optimum karena adanya gesekan antara sepatu rem dan cakram. Konstruksinya sederhana, sehingga perawatan dan penggantian sepatu rem menjadikannya lebih mudah, Ini keunggulan lain dibandingkan dengan rem tromol. Oleh karena itu Rem Cakram dirancang untuk mengurangi kecepatan, memperlambat, dan menghentikan kendaraan, dan dipasang sebagian besar di roda depan sedangkan rem tromol kebanyakan dipasang pada roda bagian belakang.

Penjelasan diatas merupakan ilustrasi dari kerja system pengereman pada kendaraan anda atau saya tentunya, tapi yang pasti saya pernah mengalami dimana pada saat melaju dengan kecepatan 100kpj, dan saat saya mengurangi kecepatan dengan menginjak pedal rem tiba-tiba terasa kaki kanan saya bergetar hingga steer pun terasa bergetar pula.

Dengan perasaan ingin mengerti permasalahan yang ada, saya konsultasikan kerekan-rekan otomotif mengenai permasalahan ini dan advise yang saya peroleh sebagian besar menyarankan agar carkram ( disc ) rem depan dibubut karena akibat permukaan cakram yang tidak rata menyebabkan efek cengkraman disc shoe/pad pada cakram menjadi tidak stabil dan menyebabkan timbulnya getaran pada pedal dan begitu juga pada steer.

Setelah masuk bengkel HMI Arteri Pondok Indah, advisor bengkel juga menyarankan hal yang demikian, sehingga usul tersebut saya jalankan dengan melakukan pembubutan Cakram yang dilakukan oleh petugas bengkel.

Setelah dilakukan pembubutan dan penggantian Disc shoe/pad karena tinggal 30% dan penggantian Ball Joint karena karet covernya sdh brekele, maka hasil yang saya peroleh kendaraan tunggangan sudah smooth saat saya menginjak pedal rem, dan getaran pada pedal serta steer sudah dapat diatasi, sehingga dengan kecepatan diatas 120 kpj pun getaran itu sudah tak terasa lagi.

Demikianlah sharing pengalaman ini, mudah-mudahan bermanfaat dan dapat digunakan sebagai referensi jika anda mengalami hal yang sama pada kendaraan anda.

Minggu, 08 Agustus 2010

10 Penyebab Mobil Terbakar

Inilah malapetaka yang paling ditakuti pemilik mobil. Bayangkan, hanya dalam 10 menit, kendaraan sudah menjadi kerangka. Kejadiannya bisa kapan saja dan di mana saja dan selama semester I tahun ini, di Jakarta terjadi 10 kasus mobil terbakar.

Lantas dari mana api berasal? Hengky, workshop manager Simprug Mobil mengatakan, "Kebakaran dikarenakan dua faktor. Pertama, adanya pemantik dan kedua bersentuhan dengan bahan bakar." Selain itu, tambah Teddy Rev, bos Rev Engineering, korsleting pada kabel juga bisa memercik api dengan mudah.

Nah, di bawah ini ada 10 penyulut kebakaran pada kendaraan

1. Kabel terkelupas. Bisa jadi biang pemantik api. Kondisi mobil yang tidak stabil membuat kabel yang sudah getas saling bergesekan. Ciri khasnya, ada aroma bau sangit. Bila sudah tercium, segera pinggirkan kendaraan.

2. Kabel paralel bertumpuk pada aki. Biasanya kabel paralel pada aki suka tidak kencang pengikatannya (baut), sehingga korsleting kerap terjadi. Biar aman, soket kabel atau baut pada pada aki acap diperiksa.

3. Besar kabel tidak sesuai. Kabel sangat riskan jika tidak menggunakan tipe yang tepat. Karena setrum kabel mempunyai daya yang berbeda. Akibat salah mengaplikasi, kabel bisa memuai dan api dapat menjalar ke seluruh bagian mobil.

4. Selang bensin bocor. Terutama untuk mobil yang sudah punya umur. Selang bensin cuma bermaterial serat kain, jadi gampang getas atau robek.

5. Karburator. Untuk mobil yang masih menggunakan karburator, jangnan menggunakan air filternya yang terbuka. Hawa bensin terkadar tembus melewati celah-celah kecil dari boks air filter. Bahayanya, ada kabel yang lecet dan bergesekan trus terkena hawa bensin.

6. Pipa knalpot bocor. Terutama yang melewati di bawa tangki bensin. Karena terkena hawa panas, bensin ikutan mennguap. Secara nggak langsung bisa juga terbakar, walau membutuhkan waktu lama.

7. Oli bocor. Mobil yang telah mengalami upgrade mesin, penggunaan wraping (pembungkus antipanas) pada header memang wajib. Tapi teliti apakah ada cipratan oli dari blok mesin atau bagian lain yang dekat dengan header atau knalpot.

8.Mesin upgrade. Mobil yang mesin sudah dimodifikasi, pakai selang bensin berkualitas. Apalagi bahan bakarnya bensol, sebaiknya pakai selang yang breanded dengnan serat karbon atau baja.

9. O-Ring injektor. Karet atau selang o-ring injektor harus fleksibel. Jika sudah keras, cepat ganti untuk mencegah kebocoran.

10. Setrum kabel busi bocor. Sangat riskan menimbulkan percikan api, jika terkena tetesan bensin. Sekali sentuh saja, tangan bisa kesetrum hebat. Apalagi ada uap bensin.


Sumber : Kompas Otomotif



DIY - Mengatasi Rembesan pada Hose/Selang Radiator

Hari ini rutin periksa kondisi si-Santi terutama yang berhubungan dengan : Electric Mirror, air radiator, air wiper & wiper moving, accu, on/off thermostat. Tapi pas sampai di air radiator kok kondisi direservoir tank kosong dan pas buka cap radiator juga tak tampak air dicap radiator, artinya air radiator tekor nich…..ya udah langsung tambah air radiator dengan air kondensasi ac rumah yang sdh tersedia di dirigen….setelah penuh langsung panaskan mesin dan nyalakan AC, setelah mesin panas ketika periksa semua joint diradiator ditemukan adanya rembesan air di bagian bawah hose/ selang inlet, rembesan itu tidak terlihat tapi pas di raba dengan telapak tangan ada basah…..wah ketemu nich masalah. Untuk memastika periksa lagi dibagian yang lain di hose outlet joint tetapi kondisi tidak ada kebocoran dan bagus, kecuali dihose inlet tadi, tapi daripada…daripada khan lebih baik semua diperbaiki.
Point Persiapan :
  1. Parkir kendaraan ditempat yang teduh dan nyaman
  2. Ganti pakaian anda dengan pakaian biasa/wearpack karena harus ngolong
  3. Siapkan Red Silicon dan kebetulan sisa bulan lalu masih ada
  4. Kain Lap/ majun
  5. Air sirup dingin atau air putih atau kopi hitam
  6. Rokok ngak rekomen deh….karena sudah berhenti

Alat-alat yang digunakan :
  1. Tang Penjepit yg lock sistem
  2. Tang biasa
  3. Tang Potong
  4. Kawat 1 mm
  5. Sikat kawat atau amplas halus + kasar
  6. Air Coolant atau air kondensasi ac


Point Pekerjaan :
  1. Matikan mesin dan biarkan kondisi mesin tidak panas.
  2. Bila sudah lumayan dingin buang air radiator dengan membuka cap dan vent bagian bawah untuk drain out air radiator, setelah semua air keluar dari dalam radiator.
  3. Lepas Hose/Selang Outlet dengan menggunakan tang penjepit dan kemudian clemp diikat dengan kawat.
  4. Lepas Hose/ Selang Inlet juga dengan menggunakan tang penjepit dan kemudian clemp diikat dengan kawat.
  5. Bersihkan Hose/Selang dengan air diterjen hingga bersih
  6. Bersihkan nozzle/ pipa penghubung dengan sikat kawat atau amplas hingga bersih
  7. Pasang Hose/Selang radiator pada Nozzle bawah dan atas untuk setting posisi selang radiator Inlet.
  8. Bila posisi setting sudah pas, maka lepas kembali hose/selang radiator bagian bawah dan masukkan atau pasang ring /clemp radiator.
  9. Lalu olesi atau lumuri pipa nozzle dengan red silicon sesukupnya dan sebelum kering pasang kembali selang radiator pada nozzle, kemudian setting posisi ring/ clemp yang pas sehingga memudahkan saat pelepasan clemp utk kedepan nanti….setelah pas potong kawat pengikat….nah clemp akan mengunci secara otomatis….praktisss khan….!!!
  10. Untuk joint Hose berikutnya lakukan step 8 dan 9.
  11. Begitu juga untuk pemasangan Hose/Selang Outlet gunakan step 7 s/d 9.
  12. Anda tak perlu menunggu adanya rembesan baru mengerjakan pekerjaan ini, tapi sebagai tendakan preventif anda juga bisa melakukannya untuk tunggangan anda yang usia pakainya lebih dari 3 tahun.
  13. Bila semua pemasanga kembali selang sudah selesai biarkan beberapa saat agar red silicon mengering, dan setelah itu isi kembali air radiator hingga penuh.
  14. Setelah Penuh nyalakan mesin dan juga ac hingga mesin panas dan thermostart bekerja…..perhatikan kebocoran/ rembaan pada joint selang yang kita kerjakan tadi, bila tidak ditemukan adanya kobocoran/rembesan berarti pekerjaan sudah selesai.
  15. Selamat mencoba dan anda tak perlu biaya yang besar untuk mengerjakan pekerjaan ini.










Sabtu, 07 Agustus 2010

DIY - Penggantian Accu yang sudah Soak/Brekele


Ini kejadian sebetulnya sejak hari minggu kemaren saat mo nganter anak latihan Tekwondo, ketika menyiapkan mobil ..eh tiba-tiba si-santa ngak mo di start, indikasi yang ada :

1. Lampu panel saat power On => nyala tapi tidak terang alias redup

2. Saat si-santa distart suara ce-ngekkkkkk….lemes buanget dan semua lamp indicator pada matiiiii….

3. Check mata kucing battery sepertinya perlu Charger => ngak kelihatan nyala hitam aja,…..!!

4. Check teganggan Battery indikasi 11,35 Volt.

Wah pasti ngak bener nih battery….langsung aja luncur bawa ke tukang Charger accu….dan selesai kira2 jam 13:00 dan kena biaya 15 rb, dan setelah install battrey serta si-santa distart => langsung nyala, alhamdulillah dalam hati.

Sore tgl 12 kemaren pas si-santa mo dipake buat jemput anak2 sekolah, kasus yang sama terjadi…waduhhhh…ini battery Delkor kalo begitu sudah brekele dan kudu cepet diganti….emang nich battery sudah lama juga ke pake ada kira-kira 2,8 th lumayan lah sudah lama menemani….dan life time battery memang kira-kira 2 – 3 tahun.

Langsung aja call Shop & Drive call center di nomor 0888 808 8555 untuk menanyakan no telp untuk wilayah cipondoh dan sipetugas memberikan alamat untuk wilayah Cipondoh yakni Jl. KH Hasyim Ashari No. 38 dan telp 5574 4436.

Setelah menelpon dan konsultasi masalah accu Shop & Drive cabang cipondoh, langsung aja saya tanyakan mengenai tipe accu yang saya punya yakni NS70MF, dan si-petugas yang bernama “ Agus “ memberikan type GSMF-NS70 dimensi dan power yang sama, dia juga menyarankan agar datang dan membawa accu saya sehingga bisa diperiksa apakah accu saya sudah rusak atau belum, tapi karena hari sudah sore saya tunda besok pagi saja.

Tadi pagi pas jam 09:40, saya bawa accu saya ke Shop & Drive dan diperiksa dengan alat Test Battery BT400 disana, hasil dari pemeriksaan itu diperoleh tegangan : 10.7 Volt dan ketika diberi beban selama lebih kuran 3-4 detik indikasi battery langsung menuju ke 0 diindikasi merah, artinya memang battery sudah Soak ….alias Rusakkkk.

Selanjutnya test dengan Battery baru GSMF-NS70 diperoleh hasil yang kebalikannya, tegangan : 12.3Volt dan Dummy test selam 3-4 detik indikasi dihijau dan bergerak menuju kuning secara perlahan. Dengan sangat menyesal si-delkor terpaksa saya lepas dengan tukar tambah ( trade-in ) seharga 10% dari harga GS Battery baru.

Ada yang menarik di Shop & Drive, bila kita menggunakan Kartu kredit BRI akan mendapat diskon sampe 25%....waduh kebetulan ngak punya nich….Cuma dapat 10 % itupun melepas accu lama….ngak apa2 lah dari pada menuh-menuhin gudang mendingan dilepas aja pan lumayan dihargai 101 rb. Selain dari itu Battery GS ini dapat Garansi 1,5 Tahun dengan syarat harus diperiksa setiap bulannya dengan membawa kartu garansi disemua agent Shop & Drive diseluruh Indonesia….kata petugasnya sih……!!!

Sesampai dirumah Battery baru langsung dipasang dan si-santa langsung distart…….ketikakunci posisi On lampu indikator pada nyala terang dan kemudian distart…..Cengekkkk..ek…ekkkk….langsung si-santa nyala……Alahamdulillah si-santa siap untuk diajak jalan2 lagi menemani filed break yang masih bersisa satu minggu.

Total Biaya Penggantian Accu :

1. Harga Satuan Accu GSMF NS 70 MF = Rp 1.016.000

2. Trade in accu Delkor bekas = Rp 101.600

3. Harga real accu = Rp 914.400

Anda pernah mempunyai masalah dengan Accu anda, atau anda ingin sharing mengenai accu mana yang paling baik menurut pengalaman anda….monggo silahkan …..!!!






Keluh Kesah Seorang TKI



لسلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri dari tahun-ketahun mengalami peningkatan dan diperkirakan berjumlah 5,5 juta orang, demikian juga dengan jumlah devisa yang masuk  melalui Bank Indonesia berjumlah Rp 82 Trilyun, jumlah ini tidak termasuk gaji pekerja yang dibawa langsung saat pulang maupun yang dititipkan kepada kerabat dekatnya di Tanah Air, itu kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia ( BNT2TKI ) Moh Jumhur Hidayat.

Selain dari pada itu bila kita mengutip data survei tenaga kerja nasional tahun 2009 yang dikeluarkan oleh Badan Perencanaan Nasional ( Bappenas ), Tingginya jumlah Pengangguran di negara kita mengkhawatirkan, dimana dari 21,2 juta masyarakat Indonesia yang masuk dalam angkatan kerja, sebanyak 4,1 juta orang atau sekitar 22,2 persen adalah pengangguran.
Artinya, bila kita kembangkan semua potensi dan masalah yang ada ini maka jumlah devisa yang kita terima dari penempatan tenaga kerja di luar negeri akan sangat besar sekali, demikian juga dengan jumlah pengangguran akan berkurang dengan sangat signifikan.

Namun, besarnya potensi yang ada tersebut harus diikuti dengan peningkatan Keahlian dan Perlindungan terhadap Pekerja, dan juga kontrol terhadap penyedia atau penyelenggara agen-agen pekerja atau PJTKI, dan yang lebih penting adalah koordinasi lintas departeman baik itu Departeman Tenaga kerja, Departemen Luar Negeri, BNT2TKI ataupun Kepolisian.

Semua koordinasi antar lembaga tersebut diatas dibentuk untuk memberikan PERLINDUNGAN terhadap Tenaga Kerja di Luar Negeri :  baik saat Keberangkatan di Bandara/ Pelabuhan, saat mereka Bekerja di Negara dimana mereka ditempatkan, atau saat mereka kembali untuk Cuti atau Liburan tahunan.

Kamis tanggal 5 Agustus kemarin, kebetulan saya mengantar orang tua yang ingin Puasa dan Lebaran di Kampung halaman. Saat itu, kebetulan jumlah penumpang yang akan bepergian di bandara Soekarno - Hatta sangat padat sekali, sehingga keberangkatan dan kedatangan pesawat banyak yang reschedule atau didelay, Saat saya menunggu di ruang boarding pass, dan kebetulan saya berkenalan dan ngobrol dengan seorang wanita yang kebetulan pulang dari Abu Dhabi dan akan melanjutkan penerbangan ke Jogjakarta.

Perkenalan yang tak terduga tentunya, dari pada bersungut ria menunggu pesawat yang belum landing dan merapat di Apron, Kami ngobrol tentang keterlambatan pesawat dan Obrolan itupun lama-lama berkembang ke masalah TKI yang bekerja di Luar Negeri.  Obrolan yang makin lama makin seru itu di dominasi oleh nya, dimana dia menceritakan tentang perlakuan terhadap TKI baik itu saat kerja keseharian mereka, saat mereka mengurus Paspport di keduataan, saat mereka mendapat perlakuan kasar dari majikan dan kabur dari rumah majikan ataupun saat mereka pulang ke Indonesia dan melanjutkan ke kampung halaman masing-masing.

Katanya, bila seorang TKI baru pertama bekerja diluar Negeri dan kembali ke Indonesia selanjutnya pulang ke kampung halamannnya , maka yang pertama dia kan di pimpong oleh oknum petugas yang ada di bandara dan kalau memang dia tidak mengerti, maka dia akan di pimpong bahkan bahasa kasarnya akan " DIGORENG " kalau bisa hingga gosong tuh gorengan ( maksudnya diperas kesana kemari hingga uangnya benar-benar kering ).

Kita bisa bayangkan uang yang dari bulan-kebulan dikumpulkan atau ditabung untuk bekal keluarga atau untuk meningkatkan penghidupan yang lebih baik yang tidak bisa mereka peroleh di kampung halamannya bisa habis dan ludes hanya dalam satu hari.
Tapi bila mereka mengerti dan sedikit bertahan, maka untuk keluar dari jeratan oknum petugas tersebut, sedikitnya mereka akan mengeluarkan uang minimal Rp 600 ribu, itu sudah rutin mas katanya dengan semangat...saya kebetulan sudah lama bekerja disana, sudah 12 tahun jadi saya sudah tahu semua, begitu sampai di bandara saya langsung menuju terminal lain untuk tujuan saya ke kampung.

Saya pernah membantu teman yang kabur dari rumah majikannya, " ujurnya bercerita " dan ketika saya serahkan dia ke Agen penyalur tenaga kerja disana itu anak bukannya dibantu untuk dipulangkan malah dipukulin atau digaplokin oleh oknum agen tersebut, loh kok ga lapor ke KBRI " ucap saya ", wah percumah aja mas petugas KBRI disana pada sombong dan arogan, baiknya mereka kalau lagi ada acara tujuh belasan atau menjelang Pemilu, selebihnya, mereka sangat arogan,... menyesal saya jadi Warga Negara Indonesia, kalau melihat kelakuan mereka ujurnya dengan berapi-api, Mereka ( Oknum Petugas KBRI ) tidak memberikan pengayoman dan perlindungan terhadap kami sebagai sesama warga negara yang mendapat kesulitan disana.

Anda bisa bayangkan, betapa gondoknya hati salah seorang TKI tersebut...!! saya hanya terdiam dan menengkannya dengan kemampuan berbahasa yang halus yang saya bisa, dan saya juga memahami kalau saya pada posisi mereka yang lemah, tak ada tempat untuk mengadu, tak ada tempat untuk berkeluh kesah...yang ada hanya perjuangan untuk mengabdi kepada majikan dan selanjutnya mendapatkan uang untuk kemudian dibawa kembali kekampung halaman mereka, syukur-syukur mereka mendapatkan majikan yang baik....kalau tidak, berarti bencana buat mereka....!!!

Harapan, tinggal harapan.....kenyataan kadang tak seiring,...petinggi diatas kembanyakan bergumul dan bergelut dengan perjuangan untuk tetap bertahan dan memperjuangkan kekuasaannya, terbukti dengan rivalitas antara BT2NTKI vs Depkertrans.


Wallah hu' alam,





Tangerang, 7 Agustus 2010



Wasalam



Image source : Jakarta Press