Tampilkan postingan dengan label sekitarkita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekitarkita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Agustus 2010

Keluh Kesah Seorang TKI



لسلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri dari tahun-ketahun mengalami peningkatan dan diperkirakan berjumlah 5,5 juta orang, demikian juga dengan jumlah devisa yang masuk  melalui Bank Indonesia berjumlah Rp 82 Trilyun, jumlah ini tidak termasuk gaji pekerja yang dibawa langsung saat pulang maupun yang dititipkan kepada kerabat dekatnya di Tanah Air, itu kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia ( BNT2TKI ) Moh Jumhur Hidayat.

Selain dari pada itu bila kita mengutip data survei tenaga kerja nasional tahun 2009 yang dikeluarkan oleh Badan Perencanaan Nasional ( Bappenas ), Tingginya jumlah Pengangguran di negara kita mengkhawatirkan, dimana dari 21,2 juta masyarakat Indonesia yang masuk dalam angkatan kerja, sebanyak 4,1 juta orang atau sekitar 22,2 persen adalah pengangguran.
Artinya, bila kita kembangkan semua potensi dan masalah yang ada ini maka jumlah devisa yang kita terima dari penempatan tenaga kerja di luar negeri akan sangat besar sekali, demikian juga dengan jumlah pengangguran akan berkurang dengan sangat signifikan.

Namun, besarnya potensi yang ada tersebut harus diikuti dengan peningkatan Keahlian dan Perlindungan terhadap Pekerja, dan juga kontrol terhadap penyedia atau penyelenggara agen-agen pekerja atau PJTKI, dan yang lebih penting adalah koordinasi lintas departeman baik itu Departeman Tenaga kerja, Departemen Luar Negeri, BNT2TKI ataupun Kepolisian.

Semua koordinasi antar lembaga tersebut diatas dibentuk untuk memberikan PERLINDUNGAN terhadap Tenaga Kerja di Luar Negeri :  baik saat Keberangkatan di Bandara/ Pelabuhan, saat mereka Bekerja di Negara dimana mereka ditempatkan, atau saat mereka kembali untuk Cuti atau Liburan tahunan.

Kamis tanggal 5 Agustus kemarin, kebetulan saya mengantar orang tua yang ingin Puasa dan Lebaran di Kampung halaman. Saat itu, kebetulan jumlah penumpang yang akan bepergian di bandara Soekarno - Hatta sangat padat sekali, sehingga keberangkatan dan kedatangan pesawat banyak yang reschedule atau didelay, Saat saya menunggu di ruang boarding pass, dan kebetulan saya berkenalan dan ngobrol dengan seorang wanita yang kebetulan pulang dari Abu Dhabi dan akan melanjutkan penerbangan ke Jogjakarta.

Perkenalan yang tak terduga tentunya, dari pada bersungut ria menunggu pesawat yang belum landing dan merapat di Apron, Kami ngobrol tentang keterlambatan pesawat dan Obrolan itupun lama-lama berkembang ke masalah TKI yang bekerja di Luar Negeri.  Obrolan yang makin lama makin seru itu di dominasi oleh nya, dimana dia menceritakan tentang perlakuan terhadap TKI baik itu saat kerja keseharian mereka, saat mereka mengurus Paspport di keduataan, saat mereka mendapat perlakuan kasar dari majikan dan kabur dari rumah majikan ataupun saat mereka pulang ke Indonesia dan melanjutkan ke kampung halaman masing-masing.

Katanya, bila seorang TKI baru pertama bekerja diluar Negeri dan kembali ke Indonesia selanjutnya pulang ke kampung halamannnya , maka yang pertama dia kan di pimpong oleh oknum petugas yang ada di bandara dan kalau memang dia tidak mengerti, maka dia akan di pimpong bahkan bahasa kasarnya akan " DIGORENG " kalau bisa hingga gosong tuh gorengan ( maksudnya diperas kesana kemari hingga uangnya benar-benar kering ).

Kita bisa bayangkan uang yang dari bulan-kebulan dikumpulkan atau ditabung untuk bekal keluarga atau untuk meningkatkan penghidupan yang lebih baik yang tidak bisa mereka peroleh di kampung halamannya bisa habis dan ludes hanya dalam satu hari.
Tapi bila mereka mengerti dan sedikit bertahan, maka untuk keluar dari jeratan oknum petugas tersebut, sedikitnya mereka akan mengeluarkan uang minimal Rp 600 ribu, itu sudah rutin mas katanya dengan semangat...saya kebetulan sudah lama bekerja disana, sudah 12 tahun jadi saya sudah tahu semua, begitu sampai di bandara saya langsung menuju terminal lain untuk tujuan saya ke kampung.

Saya pernah membantu teman yang kabur dari rumah majikannya, " ujurnya bercerita " dan ketika saya serahkan dia ke Agen penyalur tenaga kerja disana itu anak bukannya dibantu untuk dipulangkan malah dipukulin atau digaplokin oleh oknum agen tersebut, loh kok ga lapor ke KBRI " ucap saya ", wah percumah aja mas petugas KBRI disana pada sombong dan arogan, baiknya mereka kalau lagi ada acara tujuh belasan atau menjelang Pemilu, selebihnya, mereka sangat arogan,... menyesal saya jadi Warga Negara Indonesia, kalau melihat kelakuan mereka ujurnya dengan berapi-api, Mereka ( Oknum Petugas KBRI ) tidak memberikan pengayoman dan perlindungan terhadap kami sebagai sesama warga negara yang mendapat kesulitan disana.

Anda bisa bayangkan, betapa gondoknya hati salah seorang TKI tersebut...!! saya hanya terdiam dan menengkannya dengan kemampuan berbahasa yang halus yang saya bisa, dan saya juga memahami kalau saya pada posisi mereka yang lemah, tak ada tempat untuk mengadu, tak ada tempat untuk berkeluh kesah...yang ada hanya perjuangan untuk mengabdi kepada majikan dan selanjutnya mendapatkan uang untuk kemudian dibawa kembali kekampung halaman mereka, syukur-syukur mereka mendapatkan majikan yang baik....kalau tidak, berarti bencana buat mereka....!!!

Harapan, tinggal harapan.....kenyataan kadang tak seiring,...petinggi diatas kembanyakan bergumul dan bergelut dengan perjuangan untuk tetap bertahan dan memperjuangkan kekuasaannya, terbukti dengan rivalitas antara BT2NTKI vs Depkertrans.


Wallah hu' alam,





Tangerang, 7 Agustus 2010



Wasalam



Image source : Jakarta Press

Rabu, 24 Februari 2010

Jangan Pernah Gabungkan saluran Air Buangan Rumah Anda



لسلام عليكم و رحمة الله و بركاته



Sebuah pengalaman menarik dari situasi yang mungkin pernah saya atau anda alami, tapi jangan sampai pengalaman ini terjadi juga pada anda, dimana saluran buangan cuci piring mampet padahal pipa paralonnya ukuran 1-1/4 inci, dan masuk ke saluran utama pipa ukuran 4 inci.

Saya sudah berusaha untuk melancarkan aliran yang tersumbat ini dengan cara merojoknya dengan kabel seukuran jempol, dan selang keran ditambah tekanan air, tapi selalu gagal, aliran air tak kunjung mengalir.

Akhirnya dengan berat hati terpaksa lantai saya bobok karena tak ada bak kontrol saluran air, entah bagaimana pemikiran pemilik rumah sebelumnya sehingga tidak dibuatkan bak kontrol.  setelah lantai saya bobok, saya temukan pipa paralon ukuran 4 inci pada posisi tak jauh dari saluran air ini ( 30 cm ), dan sangat terpaksa pipa paralon tersebut saya pecahkan untuk mengatahui sumber sumbatan yang ada.

Betapa terkejutnya saya ketika saya temukan gumpalan lemak yang mengeras yang menutupi bagian dalam pipa kira2 sepanjang 20 cm, sayang gumpalan lemak kekuning-kuningan tersebut tk sempat saya abadikan karena bau yang kurang sedap dan situasi tempat yang kotor dan amburadul, tapi pikiran saya lemak ini timbul karena digabungnya saluran pembuangan kamar mandi/mesin cuci dan cucian piring di dapur...kemungkinan busa sabun mandi dan busa cucian baju yang tergenang bersenyawa dengan minyak sisa cucian piring dan lama kelamaan terakumulasi dan mengeras, dan inilah yg menyebabkan tersumbatnya pipa saluran berdiameter 4 inci tersebut.

Karena sudah terlanjur saya mengerjakan pekerjaan ini, dan mencari tukang juga mengalami kesulitan, terpaksa dengan kerelaan dan keiklasan pekerjaan ini saya handle sendiri dibantu oleh sang istri dan dua kenek saya sisulung dan adiknya, sedangkan sibungsu ogah mendekat karena ga nyaman dengan bau yang ada.

Pekerjaan ini dimulai dari hari minggu dan selesai hari selasa, pekerjaan dimulai dengan :
1. Pembobukan lantai
2. Pembersihan pipa yang tersumbat
3. Pembutan saluran baru khusus untuk Cuci Piring
4. Penggantian saluran Pipa pembuangan kamar mandi
5. Pembuatan bak kontrol
6. Pemasangan keramik lantai

Alahamdulillah, semua pekerjaan dapat dilakukan sendiri dengan mengeluarkan biaya lebih kurang Rp 250 rb, dengan alat yg terbatas yang pinjam sana-sini dengan tetangga, hari ini istriku dapa mencuci piring dengan senangnya dan aliran airpun mengalir dengan lancarnya...hilang rasa penat, letih dan kotornya wearpack/coverall serta bau yang tidak sedap yang melekat selama tiga hari, begitu juga dengan buah hatiku senang dapet tambahan uang jajan dari hasil kerjanya membantu orang tua.

Dari pengalaman ini ada beberapa hal berharga yang saya dapat, yakni :

1. Jangan pernah menggabungkan saluran buangan dapur/cuci piring dengan saluran buangan kamar mandi atau saluaran buangan cucian baju.

2. Buat saringan di buangan kamar mandi dan tempat cuci piring

3. Buat saluran bak kontrol yang bisa dibuka/tutup untuk perawatan pembersihan kotoran yang mengumpul.

4. Tinggikan pipa saluran pembuangan akhir ke saluran utama/got pada bak kontrol.





Tangerang, 24 Februari 2010



Wasalam,











Minggu, 22 Februari 2009

Mesjid Raya Bani Umar Bintaro Tangerang




لسلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Mesjid Raya Bani Umar merupakan masjid dengan menara yang tertinggi di Tangerang ( 59.62 meter ), Pembangunan mesjid ini diprakarsai oleh Keluarga Almarhum Umar Wirahadikusuma ( Mantan Wakil Presiden RI ke 4 periode 1983 - 1988 ) yang tergabung dalam Yayasan Bakti Djajakusumah, mesjid ini dibangun diatas lahan 1.2 hektar dan peletakan batu pertamanya dilakukan pada tanggal 07 Juli 2007 dengan menelan biaya sekitar Rp 2 Milyar. Peresmiannya dilakukan oleh Presiden RI Bpk. Susilo Babang Yudhono ( SBY ) pada tanggal 10 Oktober 2008 bertepatan dengan tanggal kelahiran Bpk. Almarhum Umar Wirahadikusumah.

Mesjid Raya Bani Umar agak sedikit unik karena dibangun tanpa Kubah seperti mesjid pada umumnya, namun menurut Arsitek yang membangun mesjid ini yakni Fauzan Noe'man kubah bukan unsur wajib dalam bangunan sebuah masjid. Daya tarik masjid tiga lantai ini terletak pada bangunan menara yang menjulang tinggi hingga 59 meter.
Selain dari itu Disign Interior didalam mesjid sungguh menakjubkan tertutama pernak-pernik Lightingnya dan dan suasana Orangye mendominasi warna Mesjid, suasana Lighting ini akan tampak sangat mempesona bila melihatnya dimalam hari, kata saudara saya yang pernah menyaksikan diwaktu malam.

Selain dari itu Taman tertata dengan apik dengan diselang-selingi oleh pohon Palm dan batu sebagai pembatas Syaf Shallat, sehingga pada saat shallat Idul Fitri atau Idul Adha atau perayaan keagamaan lainnya dapat digunakan untuk menanpung umat diluar ruangan utama dalam jumlah besar untuk menjalankan ibadah tesebut.

Dalam sambutannya tanggal 10 Oktober kemarin Ibu Karlinah Djaja Atmadja, istri almarhum Umar Wirahadikusumah, mengungkapkan bahwa keberadaan masjid yang nyaman digunakan untuk beribadah sudah menjadi kebutuhan bagi semua umat Islam. "Kita semua sangat mendambakan sebuah masjid yang indah, dikelilingi taman-taman yang segar dan bernilai estetis dengan arsitektur tinggi," kata Ibu Karlinah. Dengan adanya masjid nan indah dan nyaman diharapkan jamaah bisa beribadah dengan khusyu.

Mesjid Bani Umar dibangun bukan saja dalam aspek kegiatan ibadah ritual, tetapi juga bagi pembinaan seluruh aspek kehidupan. Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan, antara lain, pelayanan ibadah haji, mengelola zakat, infaq dan shodaqoh, dakwah dan kajian Islam. Juga mengembangkan perpustakaan Islam, serta menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan dan pelayanan umum, ujur Ibu Karlinah yang saya kutip dari media Nasional.

Sungguh sebuah cita-cita yang mulia dari Keluarga Almarhum, mudah-mudahan cita2 itu dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya, Amin.

Teman-teman bila anda bertempat tinggal disekitaran tangerang dan ingin berwisata Relegius, tempat ini bagus untuk dikunjungi, lokasinya berada Jalan Graha Bintaro Raya Kavling Blok GK 4 Nomor 24, Kelurahan Perigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, Kabupaten Tangerang Selatan. Ketika saya memasuki pintu gerbang Mesjid ini si-petugas dengan santun menuntun saya untuk menunjukkan tempat parkir kendaraan, ketiga anak saya ketika setelah melakukan shallat Ashar...lari sanai lari sini untuk meneksplor suasana didalam dan di taman.....dan saat diluar ruangan mereka sangat tertarik dengan banyaknya kolam ikan, dan juga ikannya...jadi kalau mampir kesini bila membawa makanan ikan akan lebih baik.

Mesjid Raya Bani Umar, sungguh mempesona arsitekmu baik didalam ataupun diluar ruangan, saya masuki semua ruangan untuk umum tapi saya belum menemukan semacam jadwal kegiatan mesjid ini, kalau jadwal kegiatan itu ada dan terlihat oleh pengujung maka akan lebih baik lagi tentunya.

Demikian, lebih dan kurang saya mohon maaf.



Tangerang, 22 Februari 2009


Wasalam,



Tambahan :

Pada tanggal 27 Februari Jum'at saya berkunjung lagi ke mesjid ini untuk menunaikan shalat Jum'at, hal ini saya lakukan selain untuk menunaikan shallat jum'at juga untuk meredam penasaran dalam diri saya, masak sih mesjid semegah dan seindah ini tidak ada jadwal kegiatan keagamaan...akhirnya setelah sampai disana saya perhatikan suasana parkiran sudah rada penuh, dan jamaah yang menunaikan shallat di lantai 2 penuh, tapi dilantai 3 saya tidak bisa menyaksikan jumlah jamaah karena saya berada dilantai 2.

Bertindak selaku Khatib Jum'at adalah Bpk Dr. Ir. Nana Rukmana DW.MA, dengan Imam : Bpk. M. Farazi Ash Shofa dan Muazin : Bpk. Hamim Thohari, dalam Khobah jum'atnya Khatib mengajak umat islam untuk selalu menteladani Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, khususnya dalam memegang amanah sebagai Pemimpin, begitu juga dalam menjelang pemilu ini Umat Islam agar senan tiasa memilih pemimpin yang amanah dan tentunya berlatar belakang pemimpin Muslim, karena memang kita umat muslim.

Kepada setiap Umat yang shallat jum'at di Mesjid Bani Umar ini, diberikan Lembar Mimbar Jum'at dimana selain isinya berupa pengetahuan tentang agama juga jadwal kegiatan 2 jum'at kedepan...( nah ini nich dalam hati yang saya cari kemaren )..adapun kegiatannya yakni :

1. Kajian Selasa jam 10:00 - 11:45

2. Kajian Malam Jum'at Jam 08:00 - 19:00

3. Kuliah Dhuha Setiap Hari Minggu jam 07:30 - 09:00
Tanggal 1 Maret Thema Tafsir Al Fatiha oleh Bpk. Drs Wahfiuddin
Tanggal 8 Maret Thema : Perempuan dalam al Qur'an ( lanjutan ) Oleh Dr. Ismawati
Tanggal 15 Maret Thema : Kunci Sukses Mendidik Anak Oleh Ust. Salim Yahya Qibas
Tanggal 22 Maret Thema Sirah Nabawiyah Oleh Ust. Rusli Hasbi

4. Untuk Shallat Jum'at tanggal 6 Maret
Khatib : Dr. Shobahussurur, Imam : H. Hasan Basri dan Muazin : Ust. Zulman.

Jadi kalau anda ingin membawa keluarga untuk wisata religius ke Mesjid Raya Bani Umar, akan lebih baik bila dihari minggu, sekalian mendengarkan Kuliah Dhuha yang setiap minggu dilakukan.

Jumat, 20 Februari 2009

Mesjid Raya Al-Azhom Kota Tangerang




لسلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Mesjid Raya Al A'zhom merupakan Mesjid Terbesar dan termegah di Kota Tangerang, dimana Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mesjid ini dilakukan oleh Walikotamadya Tangerang pada Tangggal 07 Juli 1997 oleh Bpk. Drs. H. Djakaria Machmud dan Peresmian selesai Pembangunan Mesjid diresmikan oleh Pengganti Beliau yakni Drs. H. Moch Thamrin pada tanggal 23 April 2003.

Masjid Raya Al-Azhom ini dibangun di atas lahan seluas 2,25 Ha dengan luas bangunan 5.775m2 terdiri dari lantai bawah 4.845,08m2 dan lantai atas 909,92m2, dengan kapasitas dapat menampung jamaah sebanyak 15.000 orang. yang menarik dari mesjid ini adalah dibangun dengan 4 kubah setengah lingkaran yang merupakan Kubah Penyangga dan 1 kubah Utama bagian atas, sehingga dengan adanya kombinasi arsitektur seperti itu tidak diperlukan tiang untuk menyangga Kubah, sehingga kesan didalam ruangan mesjid sangat luas, lapang dan sangat nyaman serta sejuk.

Rancangan bangunan Masjid Raya yang memiliki esensi dan referensi dari al-Qur'an dan Sunah Rasul serta seni Islam (arabesque), mencerminkan hakikat Tauhidah, serta kaitan dunia dan akhirat yang ditandai dengan unsur-unsur garis lurus dan lengkung. Fasilitas yang melengkapi bangunan masjid tersebut terdiri dari ruang wudhu pria/wanita, ruang mihrab dan persiapan, ruang sholat pria/wanita, ruang pengkajian, ruang perpustakaan, ruang kantor dan peralatan/halaman masjid.

Sungguh menarik memperhatikan dan mengamati bangunan mesjid ini, dan kitapun akan betah berlama-lama untuk bertafakur dan berzikir kepada Allah SWT dimesjid yang Indah ini, saya memasuki ruang wudhu ruangan tertata dan bersih sekali. jam 11:30 saya sampai di mesjid ini dan mengabadikan dari kejauhan dan kemudian jam 11:45 saya sudah berada didalam mesjid untuk mengikuti Shallat Jum'at, hening, nyaman dan suasana khusus akan menyelimuti badan kita ketika kita berada didalamnya.

Kebetulan Shalat Jum'at kali ini di Imami oleh Bpk Fariz Hasbi M.Ag dengan Khotob Drs. Azis Sumarno Syafei dan selaku Bilal oleh Bpk Safruddin Hidayatullah S.Ag. Mendengarkan Suara Beduk dan Panggilan Azan yang sungguh membuat hati ini tergugah, dan Kebetulah Khotib mengetengahkan Mimbar Jum'at yang Mengajak Umat untuk hidup dengan Ridho kepada Allah, dengan hidup seperti itu maka kehidupan kita akan dipenuhi oleh kebahagian dan keselamatan, selain dari pada itu Khotib juga mengajak Umat untuk membentengi diri dan keluarga dari pengaruh-pengaruh negatif teknologi informasi yang berkembang sekarang ini dengan jalan memberikan pemahaman agama dan pengertian akan bahaya yang timbul.

Mesjid Raya Al Azhom merupakan mesjid yang menjadi icon kota tangerang, dimana semenjak di Pimpin oleh Bpk. Walikota Wahidin Halim, perkembangan kota ini sungguh sangat tertata dengan baik dan menjadi simbol perkembangan dengan mengedepankan nilai-nilai keislaman dengan motto " Membangun dengan Akhlakul Karimah".

Semoga dengan adanya Masjid Raya Al-Azhom ini dapat dimanfaatkan dan difungsikan sebagai tempat sholat wajib dan sholat sunah, sholat jum'at dan sholat Ied. Pusat penyiaran, pengkajian dan informasi Agama Islam dengan Majelis Taklim dan kegiatan kuliah subuh serta pusat kegiatan sosial umat Islam, Amin.



Tangerang, 20 Februari 2008



Wasalam,


Pasar Lama Tangerang




Pasar merupakan tempat beraktifitasnya antara penjual dan pembeli, baik itu kebutuhan primer ataupun kebutuhan sekunder lainnya, Geliat ekonomi sebuah tempat, kota atau negara dapat dilihat disini, semakin besar dan ramainya pasar maka omset yang mengalir juga akan semakin besar.

Namun bagi pengunjung, menariknya sebuah pasar dalam hal ini Pasar Tradisonal bukan hanya harga yang murah, tempat yang strategis, suasana yang nyaman tapi kekhususan yang dimiliki oleh pasar tersebut.

Seperti halnya dengan Pasar Lama Kota Tangerang, pasar ini merupakan pasar tertua yang ada, bangunannya pun masih ada yang menunjukan sisa2 bangunan jaman dulu.
Didalam pasar ini ada bangunan Klenteng Boen Tek Bio yang dibangun oleh Penduduk Tionghua pertama yang berasal dari daerah Teluk Naga yang datang melalui jalur Sungai Cisadane yang berada persis dipinggiran Pasar ini.

Ada 3 Gang masuk yang memasuki pasar ini yakni Gang Cirarab, Gang Tengah/Kali Pasir, dan Gang Cilangkap. Suasana didalam pasar memang tak berbeda jauh dengan pasar-pasar tradisional lainnya tapi kalau dilihat jalan atau gang utama lumayanlah karena jalannya menggunakan Konblok.

Pasar ini mulai ramai dikunjungi dari jam 09 pagi hingga jam 17 sore, tapi bila hari sabtu dan minggu pasar ini akan tampak membludag karena ramainya pengunjung, dan anda akan kesulitan memperoleh lokasi parkir bila anada menggunakan kendaraan roda empat.

Kalau ditanya mengenai harga, dipasar ini memang lumayan lebih tinggi bila dibandingkan dengan pasar tradisional lainnya ; daging iga yang akan dibeli istri perkilogramnya Rp 38 rb ditawar Rp 30 rb tidak dikasih matinya Rp 35 rb, akhirnya dengan berat hati istri mencari Iga di tempat lainya yakni di Pasar Anyar yang lokasinya tidak begitu berjauhan, dan disana diperoleh dengan harga Rp 28 rb dengan harga pertama Rp 30 rb.

Pasar Lama Tangerang, riwayatmu dulu dan kini....semoga pasar ini akan selalu tetap bertahan...menjadi ikon kota tangerang dengan kekhasan yang ada dan tersedia....!!



Tangerang, 19 Februari 2009.



Wasalam,





Selasa, 27 Januari 2009

Dahlan Iskan : Tionghoa, Dulu dan Sekarang


Bagian Pertama

Hollands Spreken, Peranakan, dan Totok

Waktu itu belum ada negara yang disebut Indonesia, atau Malaysia, atau Singapura. Tiga negara itu masih jadi satu kesatuan wilayah ekonomi dan budaya. Kalau ada orang dari Tiongkok yang mau merantau ke wilayah itu, apa istilahnya? Tentu tidak ada istilah "mau pergi ke Indonesia". Atau "mau pergi ke Malaysia". Mereka menyebutkan dengan satu istilah dalam bahasa Mandarin: xia nan yang. Artinya, kurang lebih, turun ke laut selatan.

Wilayah yang disebut "nan yang" itu bukan satu kesatuan dan bukan pula satu tempat tertentu. Kalau ditanya xia nan yang-nya ke mana? Barulah ditunjuk satu nama tempat yang lebih spesifik. Misalnya, akan ke Ji Gang (maksudnya Palembang). Mereka tidak tahu nama Palembang, tapi nama Ji Gang terkenalnya bukan main. Maklum, Ji Gang adalah salah kota terpenting yang harus didatangi misi Laksamana Cheng He (Cheng Ho). Ji Gang (artinya pelabuhan besar) memang jadi tempat tujuan utama siapa pun yang xia nan yang.

Kalau tidak ke Ji Gang, mereka memilih ke San Bao Long. Maksudnya: Semarang. Atau ke San Guo Yang, maksudnya Singkawang. Atau ke Ye Chen, maksudnya Jakarta. Atau Wan Long, maksudnya, Bandung. Mereka tidak tahu nama-nama kota di wilayah nan yang seperti nama yang dikenal sekarang. Semua kota dan tempat yang mereka tuju bernama Mandarin.

Gelombang xia nan yang itu sudah terjadi entah berapa ratus tahun lalu, bahkan ribu tahun lalu. Bahkan, saya tidak tahu mana nama yang digunakan lebih dulu: Palembang atau Ji Gang. Pontianak atau Kun Tian. Surabaya atau Si Shui. Banjarmasin atau Ma Chen. Migrasi itu berlangsung terus, sehingga ada orang Tionghoa yang sudah ratusan tahun di wilayah nan yang, ada juga yang baru puluhan tahun. Waktu kedatangan mereka yang tidak sama itulah salah satu yang membedakan antara satu orang Tionghoa dan Tionghoa lainnya.

Maka, masyarakat Tionghoa di Indonesia pernah terbagi dalam tiga golongan besar: totok, peranakan, dan hollands spreken. Yang tergolong totok adalah mereka yang baru satu turunan di Indonesia (orang tuanya masih lahir di Tiongkok) atau dia sendiri masih lahir di sana. Lalu ketika masih bayi diajak xia nan yang. Yang disebut peranakan adalah yang sudah beberapa keturunan lahir di tanah yang kini bernama Indonesia. Sedangkan yang hollands spreken adalah yang -di mana pun lahirnya- menggunakan bahasa Belanda, mengenakan jas dan dasi, kalau makan pakai sendok dan garpu, dan ketika Imlek tidak mau menghias rumah dengan pernik-pernik yang biasa dipergunakan oleh peranakan maupun totok..

Yang peranakan umumnya bekerja di sektor pertanian, perkebunan, dan perdagangan. Mereka berbahasa Jawa, Minang, Sunda, Bugis, dan bahasa di mana mereka tinggal. Mereka menyekolahkan anaknya juga tidak harus di sekolah Tionghoa.

Saya pernah menghadiri peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) Bandung di Hongkong yang diselenggarakan masyarakat Hongkong kelahiran Bandung. Meski sudah puluhan tahun bukan lagi WNI, tapi di pertemuan itu hampir semua bicara dalam bahasa Sunda.

Yang hollands spreken umumnya menjadi direktur dan manajer perusahaan besar yang waktu itu semuanya memang milik Belanda. Atau jadi pengacara, notaris, akuntan, dan profesi sejenis itu yang umumnya memang memerlukan keterampilan bahasa Belanda. Ini karena mereka harus melayani keperluan dalam sistem hukum yang berbahasa Belanda dengan aparatur yang juga orang Belanda.

Sedang yang totok, umumnya menjadi penjual jasa dan pedagang kelontong. Lalu jadi pemilik bengkel kecil. Lama-kelamaan mereka inilah yang memiliki pabrik-pabrik.

Karena kesulitan berbahasa (Belanda, Indonesia, maupun bahasa daerah) golongan totok menjadi "tersingkir" dari pergaulan formal yang umumnya menggunakan tiga bahasa itu.

Sebagai golongan yang terpinggirkan, orang totok harus bekerja amat keras untuk bisa bertahan hidup. Pada mulanya mereka tidak bisa bekerja di pabrik karena tidak "nyambung" dengan bahasa di pabrik. Mereka juga tidak bisa bertani karena untuk bertani memerlukan hak atas tanah. Mereka hanya bisa berdagang kelontong dari satu kampung ke kampung lain dan dari satu gang ke gang yang lain. Kalau toh mencari uang dari pabrik, bukan secara langsung namun hanya bisa berjualan di luar pagarnya: menunggu karyawan pabrik bubaran kerja.

Golongan peranakan lebih kaya, tapi status sosialnya masih kelas dua. Status sosial tertinggi adalah golongan hollands spreken. Sedangkan status sosial terendah adalah totok. Anak-anak golongan hollands spreken umumnya harus kawin dengan yang hollands spreken. Yang peranakan dengan peranakan. Demikian pula yang totok dengan totok. "Kalau kamu kawin sama anak totok, nanti kamu makan pakai sumpit," kata-kata orang tua si hollands spreken. "Kalau kawin dengan peranakan, nanti kamu makan pakai tangan."

Sedangkan orang totok biasa menghalangi anaknya kawin dengan hollands spreken dengan kata-kata, "Kamu nanti jadi orang yang tidak tahu adat." Atau, "tidak mau lagi menghormati leluhur."

Yang hollands spreken umumnya menyekolahkan anaknya di sekolah berbahasa Belanda. Atau mengirim anak mereka ke Holland atau Jerman. Yang peranakan mengirim anaknya ke sekolah terdekat, termasuk tidak masalah kalau harus ke sekolah negeri. Yang totok menyekolahkan anaknya ke sekolah berbahasa Tionghoa. Semua itu terjadi dulu.

Bagian kedua

Tionghoa Bersambut, Bagaimana Yin Ni Hua Ren?

Zaman berubah. Bahkan, setelah kejatuhan Orde Baru, perubahan itu begitu drastisnya, sehingga terasa terlalu tiba-tiba. Belum pernah orang Tionghoa mendapat posisi sosial-politik sehebat sekarang. Sampai akhir Orde Baru pun, kita tidak akan menyangka bahwa kita bisa berubah sedemikian hebat.

Memang terlalu banyak orang Tionghoa yang jadi ''tumbal'' untuk perubahan itu. Yakni, mereka yang menjadi korban peristiwa Mei 1998 di Jakarta yang jadi awal ''zaman baru'' bagi Tionghoa Indonesia itu.

Tapi, juga terlalu banyak untuk disebutkan jasa pejuang demokrasi seperti Amien Rais, Gus Dur, dan seterusnya, yang meski secara khusus perjuangan dan pengorbanan mereka tidak dimaksudkan untuk membela golongan Tionghoa, tapi hasil perjuangan itu secara otomatis ikut mengangkat posisi sosial-politik masyarakat Tionghoa menjadi sejajar dengan suku apa pun di Indonesia.

Kini, pada zaman baru ini, penggolongan lama ''totok, peranakan, dan Hollands spreken'' sama sekali tidak relevan lagi. Bukan saja tidak relevan, bahkan memang sudah hilang dengan sendirinya. Kawin-mawin antartiga golongan itu sudah tidak ada masalah sama sekali. Status sosial tiga golongan tersebut juga sudah tidak bisa dibedakan. Jenis pekerjaan dan profesi di antara mereka juga sudah campur-baur. Membedakan berdasar di mana sekolah anak-anak mereka juga sudah tidak berlaku.

Berkat demokrasi, pembedaan berdasar apa pun tidak relevan lagi. Bahkan, pembedaan model lama antara hua ren dan penti ren tidak boleh lagi. Tapi, bukan berarti tidak ada masalah. Misalnya, dalam zaman baru ini, bagaimana harus mengidentifikasikan dan menyebut hua ren?

Saya pernah menghadiri satu seminar yang diadakan INTI di Jakarta. Dalam forum itu, antara lain, disinggung soal bagaimana harus menyebut orang Tionghoa di Indonesia dalam bahasa Mandarin. Kalau panggilan nonpribumi sudah tidak relevan dan seperti kelihatan antidemokrasi, lantas kata apa yang bisa dipakai untuk menyebutnya dalam bahasa Mandarin?

Dalam bahasa Indonesia, semua sudah seperti sepakat bahwa sebutan Tionghoa adalah yang paling menyenangkan. Tionghoa sudah berarti ''orang dari ras cina yang memilih tinggal dan menjadi warga negara Indonesia''. Kata Tionghoa sudah sangat enak bagi suku cina tanpa terasa ada nada, persepsi, dan stigma mencina-cinakan. Kata Tionghoa sudah sangat pas untuk pengganti sebutan ''nonpri'' atau ''cina''.

Saya sebagai ''juawa ren'' (meski xian zai wo de xin shi hua ren de xin) semula agak sulit memberi penjelasan kepada pembaca mengapa menyebut ''cina'' tidak baik? Apa salahnya? Luar biasa banyaknya pertanyaan seperti itu. Terutama sejak Jawa Pos Group selalu menulis Tionghoa untuk mengganti kata nonpri atau cina.

Jawa Pos memang menjadi koran pertama di Indonesia yang secara sadar mengambil kebijaksanaan tersebut. Memang ada yang mencela dan mencibir bahwa Jawa Pos tidak ilmiah. Juga tidak mendasarkan kebijakan itu pada kenyataan yang hidup di masyarakat, yakni bahwa semua orang sudah terbiasa menyebut kata ''cina''. Mengapa harus diubah-ubah?

Saya tidak bisa menjawab dengan alasan bahwa kata cina itu terasa ''menyudutkan'' dan ''menghinakan''. Mereka akan selalu bilang bahwa ''kami tidak merasa seperti itu''. Atau, mereka akan mengatakan ''Ah, itu mengada-ada''. Bahkan, ada yang bilang, ''Kok kita tidak ada yang tahu ya bahwa sebutan cina itu melecehkan''.

Memang, kenyataannya sebenarnya seperti itu. Tapi, juga tidak mengada-ada bahwa golongan Tionghoa merasa seperti itu. Setidaknya sebagian di antara mereka yang lama-lama menjadi mayoritas di antara mereka. Yakni, sejak awal Orde Baru, sejak ada desain dari penguasa waktu itu bahwa penyebutan kata ''cina'' bukan lagi untuk identifikasi ras saja, tapi juga untuk ''menyudutkan'' ras tersebut. Yakni, untuk ''mencina-cinakan'' mereka dalam konotasi yang semuanya jelek.

Tentu, tidak semua orang Tionghoa tahu itu. Bahkan, banyak orang Tionghoa yang mengatakan ketika dipanggil ''cina'' juga tidak merasa apa-apa. Lebih dari itu, kata Tionghoa berasal dari bahasa daerah di Provinsi Fujian-Guangdong dan sekitarnya.

Lalu, bagaimana dengan orang ''cina'' yang dulunya berasal dari luar wilayah itu? Tapi, adanya latar belakang pencina-cinaan itulah akhirnya yang membuat umumnya orang Tionghoa dari mana pun asal-usulnya dulu ikut tahu dan merasakan penyudutan tersebut.

Lalu, bagaimana saya bisa menjelaskan kepada pembaca koran Jawa Pos Group agar bisa menerima istilah Tionghoa sebagai pengganti ''cina''? Terutama bagaimana saya bisa meyakinkan para redaktur dan wartawan di semua koran Jawa Pos Group (tentu tidak mudah karena kami memiliki sekitar 100 koran di seluruh Indonesia) yang semula juga sulit diajak mengerti?

Untuk ini, saya harus mengucapkan terima kasih kepada pemimpin INTI, khususnya Eddy Lembong yang sangat cerdas itu. Entah bagaimana, Eddy Lembong bisa menemukan adanya salah satu ayat dalam ajaran Islam yang kalau diterjemahkan artinya begini: ''Panggillah seseorang itu dengan panggilan yang mereka sendiri senang mendengarnya''.

Ini dia. Saya dapat kuncinya. Saya dapat magasin berikut pelurunya. Maka, saya pun menjelaskan bahwa tidak ada orang ''cina'' yang tidak suka kalau dipanggil Tionghoa. Sebaliknya, banyak orang Tionghoa yang tidak senang kalau dipanggil ''cina''. Dengan logika itu, apa salahnya kita menuruti ayat dalam ajaran Islam tersebut dengan memberikan panggilan yang menyenangkan bagi yang dipanggil?

Mengapa kita harus memanggil ''si gendut'' untuk orang gemuk atau ''si botak'' terhadap orang yang tidak berambut, meski kenyataannya demikian? Atau, kita memanggil dengan ''si kerbau'' meski dia memang terbukti bodoh?

Kini, setelah lebih dari delapan tahun Jawa Pos Group menggunakan istilah Tionghoa, rasanya sudah lebih biasa. Juga lebih diterima.

Yang masih sulit adalah justru bagaimana orang Tionghoa Indonesia sendiri menyebut dirinya dalam bahasa Mandarin? Apakah masih ''women zhong guo ren''? Atau ''hua ren''? Atau ''Yin Ni Hua Ren''? Lalu, bagaimana orang Tionghoa menyebut Tiongkok dalam pengertian RRC? Masihkah harus menyebutnya dengan ''guo nei''? (*)

Sumber : Jawa PosTulisan Bagian Perama & Bagian kedua








Selasa, 02 Desember 2008

Mencegah dan Mengatasi Kebocoran pada Tabung atau Kompor Gas


لسلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Akhir-akhir ini sering sekali terjadi tabung Gas El-pi-ji ( LPG ) yang meledak yang menimbulkan korban baik itu jiwa maupun harta ( Coba lihat Klick1,Klick2 dan Klick3 ) dan bila kita melihat korban akibat ledakan tersebut sungguh sangat miris sekali karena 30-90 % luka bakar yang parah.  Saya tidak bisa bayangkan kalau hal itu terjadi pada kita atau keluarga yang kita cintai ( Ya Allah Lindungilah kami dan Jauhkanlah kami dari musibah seperti ini, amin...!!  ).
Kebetulan dirumah kita juga menggunakan tabung gas , dan selama ini Alhamdullilah tidak ada masalah yang berarti, karena setiap gas habis, istri selalu mengontak langganan agar mengirim gas dan selanjutnya si-agen yang memasang sendiri tabung gas itu....dan setelahnya baru istri saya atau saya sendiri mengecek dan memastikan sendiri kondisi pemasangan tabung gas, apakah tidak ada kebocoran yang terjadi.
Back to topik, tadi siang saya juga baca tulisan dari teman MPer Oum Koichi tentang tabung gas LPG dan di Milis Migas juga sedang seru-serunya dibahas masalah ini, hingga tergerak dihati saya untuk juga menulis tentang Tabung gas ini.
Nah berdasarkan hasil yang diperoleh dari diskusi milis Migas_indonesia dan dari sumber langsung dilapangan dirangkumlah menjadi " Keselamatan Memakai Elpiji " yang dishare dalam bentuk pdf...silahkan download file ini yang saya attachment...!!
Yang pasti kalau terjadi kebocoran pada tabung gas, hidung kita akan menangkap bau menyengat gas yang kurang sedap, pada saat itu perbaiki sumber kebocoran yang ada dan pastikan setelah berbaikan tidak ada lagi bau menyengat....artinya sumber kebocoran sudah bisa kita tanggulangi.
Adapun sumber terjadinya kebocoran pada tabung gas Elpiji dan cara menanggulanginya, antara lain ;
Sumber Kebocoran :
 1. Kompor/ Peralatan lainnya
  • Bila Katub/Tombol kompor terbuka ( pada waktu tidak digunakan ) atau katub/tombol telah rusak ( ini jarang terjadi )
 2. Saluran/Selang karet dari regulator ke Kompor.
  • Selang Karet rusak, pecah atau menyambungnya tidak sempurna, baik yang menuju kompor atau regulator.
 3. Regulator
  • Regulator rusak atau Seal ( gelang ) karet pada valve rusak atau tidak ada seal karet pada valvenya.
 4. Valve Tabung
  • Valve tidak dapat menutup ( selalu terbuka )
Cara Mencegah Kebocoran :
1. Kompor/ Peralatan lainnya
  • Katub/tombol harus pada posisi tertutup waktu kompor tidak digunakan.  Bila tutup tombol rusak jangan digunakan sampai diperbaiki terlebih dahulu.
2. Saluran/Selang karet dari regulator ke Kompor.
  • Selang jangan terlalu panjang, sehingga mencegah tertindih, sobek kena benda tajam.  Sambungan pada regulator harus kuat dan tidak mudah lepas.
3. Regulator

  • Sebelum memasang Regulator, periksa apakah valve terdapat seal/ karet gelang.  Bila bocor bukan pada seal karet tapi pada regulator, lepas regulator dan jangan dipakai/dipergunakan lagi.

4. Valve Tabung
  • Tabung lama tidak digunakan, tutuplah valve dengan bekas seal cap.
Bila terjadi Kebocoran pada :
1.Kompor/ Peralatan lainnya

  • Tutuplah Regulator atau lepas regulator dari tabung gas.

  • Singkirkan tabung gas jauh dari daerah kebakaran.
  • Padamkan api dengan alat pemadam jenis CO2 atau DPC ( Dry Powder Chemical ).
2.Tabung/ Botol dan Sekitarnya
  • Tutuplah dengan karung basah, sampai apinya padam.
  • Padamkan dengan alat Pemadam jenis CO2 atau DPC


























Tabung Gas 3 & 12 Kg






















Selang ( Hose ) & Regulator














Kompor Gas & Regulator



Keterangan Regulator :
1. Penutu Regulator
2. Pegas Beban
3. Karet Memberane
4. Saluran Keluar
5. Kunci Pemutar
6. Bantalan Katup.
7. Penghubung Mekanis
8. Badan Regulator.
9. Spindel Katup.
10. Cincin Perabot.

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat dan dapat diambil Hikmahnya.



Tangerang, 1 December 2008.

Wasalam,


Sumber :
1.
Migas_Indonesia@yahoogroups.com
2. http://www.migas-indonesia.net
3. Anonymous



Senin, 10 November 2008

Berakhir dan memang semua akan berakhir…..!!




لسلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Ku tak sanggup untuk berkata
Ku juga tak sanggup untuk berkomentar
Dan Ku juga tak sanggup juga untuk berbisik…..!!

Yang ku tahu ada banyak korban ketika peristiwa itu terjadi
Yang ku tahu ada banyak kesedihan yg mengharukan
Yang ku tahu ada banyak berita diseluruh media
Yang ku tahu ada banyak pekerjaan untuk menyelesaikan hal ini
Yang ku tahu akhirnya mereka dieksekusi…….!!

Sebelum peristiwa ini terjadi….
Aku bermimpi melihat mereka dieksekusi
Ku ceritakan pada Istriku….Ma mereka telah dieksekusi….!!
Mungkin mimpi itu bunga tidur….tapi mimpi itu nyata dipelupuk mata…..!!
Aku sendiri tak tahu maknanya…..???

Yang Kutahu….keramaian ini sudah berakhir…..!!
Berakhir dengan kelegaan semua petugas yang terlibat….
Berakhir dengan kelegaan bagi para korban, keluarganya, dan pendukungnya
Berakhir dengan kepiluan bagi keluarga terpidana mati dan pendukungnya…
Berakhir dengan mulai redupnya berita…..!!

Dan Akhirnya semoga arwah para korban mendapat tempat disisiNYA…
Semua Keluaraga diberikan kekuatan dariNYA…
Terpidana mati ….sampai mati membawa Keyakinannya…..
Untuk menemuiNYA….dan mempertanggung jawabkannya…..
Soal Sorga atau Neraka, Hanya Allah YME yang punya Kuasa atasnya…

Inalillahi wa Inalillahi Roji’un……ternyata hanya itu yang bisa ku lapalkan dalam Hatiku dan Bathinku….selebihnya hanya Allah yang Maha Tahu....!!!!


Tulisan ini kudedikasikan untuk sebuah peristiwa yang melewatiku, bukan sekilas, bukan pula membekas….tapi membuatku tertunduk pilu, tersayat kalbu dan bergetar haru…..untuk semua….dan untuk yang akan datang supaya tidak berulang, Amin…..!!!

Mohon maaf ya kalau ada yang kurang berkenan….Keyakinan adalah Pegangan hidup…..tanpa itu hidup ini ngak ada artinya….karena semua yang kita jalankan sudah kita yakini tentunya.... sekali berarti sudah itu mati....!!!!



Tangerang, 10 November 2008


Wassalam,

Rabu, 05 November 2008

DIY – Memilih dan Membersihkan Kacamata

 لسلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Kacamata merupakan alat bantu kita untuk melihat, baik itu kacamata Minus ataupun kacamata Plus, besarnya tingkat plus atau minus dari kacamata ditentukan oleh kondisi masing-masing penggunanya. Tetapi yang akan dibahas diartikel ini bukan menyangkut tinggkat Plus atau Minusnya karena itu sudah menyangkut ranah specialist mata tentunya, artikel ini lebih menekankan pada fungsi dari kacamata dan bagaimana kita memilih kacamata serta merawatnya.
Fungsi utama kacamata lebih ditekankan pada alasan kesehatan dimana untuk melindungi kedua bolamata kita dari pengaruh cahaya luar, selain dari itu juga sebagai pelindung dari silaunya cahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan atau sebagai peneduh mata dan yang terakhir sebagai peningkat penampilan anda tentunya….hehehehe...
Pilihlah kacamata sesuai dengan fungsinya : misalnya anda seorang yang mempunyai mata Minus dan selalu melakukan aktifitas diluar ruangan atau anda juga selalu melakukan aktifitas didalam ruangan tetapi selalu berada dihadapan komputer…. Nah untuk ini saya recommended anda untuk memilih kacamata : yg berubah struktur warnanya bila dikenai cahaya…..lensa kacamata ini memang harganya sedikit diatas rata-rata…tapi sangat membantu sekali sebagai penenduh dan pelindung mata anda juga untuk membantu penglihatan mata anda ( khusus untuk minus/plus atau cylinder ).
Dengan kacamata tipe ini sangat membantu anda untuk menahan silaunya sinar matahari, silaunya pantulan cahaya dari kendaraan didepan anda saat anda mengendarai kendaraan dimalam hari dan membantu mata anda untuk meredam terangnya sinar komputer saat anda didepan komputer..........
Mengenai Jenis Lensa kacamata yang Kaca atau Plastik dan Frame kacamata yang berat atau yang ringan yang terbuat dari bahan titanium, itu tergantung dari pilihan anda…karena semuanya bergantung dengan kocek atau kantong anda…..!!!
Karena anda sering beraktifitas diluar ruangan, tentunya kacamata anda akan terkena keringat dan menimbulkan jamur dipinggir atau dicelah2 kacamata anda….nah untuk membersihkannya, biasanya saya lakukan dengan menggunakan benang yang dilipat dua dan ditarik pada setiap celah yang berjamur, baru setelah itu saya bersihkan dengan metoda tersebut dibawah ini :
Point Persiapan ;
  1. Kapas kecantikan
  2. Shampo secukupya
  3. Tusuk gigi dari kayu
  4. Tissue
  5. Kain Lap kacamata
Pembersihan Kacamata ;
  1. Teteskan Shampo secukupnya dikapas yang sudah disiapkan
  2. Basahi kacamata denga air bersih
  3. Basahi Kapas yang sudah ditetesin shampo dengan air dan kucek2 hingga berbusa.
  4. Bersihkan kacamata dengan Kapas dan busa Shampo hingga bersih kepermukaan kacamata, Frame dan lekuk2 Frame/Lensa hingga bersih.
  5. Untuk mencapai Celah2 Frame/ Lensa gunakan tusuk gigi dan lintir ujung tusuk gigi gengan kapas shampo yang berbusa tadi dan selanjutnya bersihkan hingga benar benar bersih.
  6. Setelah bersih siram dengan air hingga busa shampo hilang dan Lensa/ Frame benar benar bersih.
  7. Keringkan Lensa/ Frame dengan Tissu
  8. Nah setelah bener-benar kering akan terlihat kacamata anda bersih dan nyaman untuk digunakan lagi.
  9. Bersihkan kacamata anda 2Minggu/sekali, atau tergantung dari aktifitas anda….!!

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.



Tangerang, 4 November 2008

Wasalam,

Minggu, 02 November 2008

Wanita menjadi Pilot Pesawat Komersial bagaimana menurut anda..??


لسلام عليكم و رحمة الله و بركاته
 
Untuk ukuran Indonesia,  pesawat udara baik itu ; Boeng, Airbus, Mcdonald yang mepunyai bobot sekian ratus ton dan dengan penumpang + crew pesawat yang berjumlah sekitar 150 orang dan terbang dengan ketinggian 27 ribu kaki dan dipiloti oleh seorang wanita, bagaimana menurut anda….????
Nah, sebelum menjawab pertanyaan ini tanggal 21 & 22 oktober kemaren saya membaca artikel di harian Jawa Post mengenai kisah pilot wanita yang suskes dalam mengapai cita-citanya untuk menerbangkan pesawat yang berbadan besi tersebut dalam judul artikel “ Para Pilot Wanita di tengah Booming Dunia Penerabangan “, silahkan Klick dan Klick.
Sempat terhenyuh juga saya, bagaimana seorang wanita yang bernama Monik ( Monika Angraeni ) & Ratu Fahirah berjuang untuk dapat menerbangkan pesawat latih ataupun pesawat komersial.  Namun dibalik kekaguman tersebut ada sebersit pikiran didalam bathin saya yang tidak bisa saya pungkiri, apakah mampu mereka konsentrasi dan tidak panik saat menghadapi kondisi sulit bila ada masalah pada pesawat yang dipilotinya…???
Saya pernah melihat seorang wanita yang sampai menangis kebingungan saat mobil yang dikendarainya mogok didalam tol, saya tidak tahu penyebab mobil itu mogok tapi saya hampiri dia dan memberikan nomor telepon jasa marga untuk meminta bantuan mobil derek, saya tinggalkan ibu itu karena saya juga diburu waktu agar tidak terlambat untuk bekerja…terus biasanya kondisi ibu2 kalau lagi haid kadang tidak stabil, emosian dan pokoknya kurang baiklah bila dibandingkan dengan saat kondisi tidak haid.
Wanita memegang kemudi pesawat dan menerbangkannya bukanlah hal yang mengkhawatirkan menurut saya, TAPI saat terjadi kerusakan kecil pada pesawat, atau kondisi cuaca yang kurang bersahabat….bisa ngak ya mereka menghadapinya….???...menghadapinya untuk tidak panik….menghadapinya untuk lepas dari masalah tersebut dan selanjutnya mendarat dengan selamat….????
Sebetulnya pertanyaan ini sudah saya ajukan ke teman saya setelah saya membaca artikel tersebut diatas, dan teman saya menjawab dengan sambil bertanya, siapa yang bisa gaurantie bahwa pilot pria pun bisa menyelesaikan masalah tersebut diatas….??
Memang semua tidak bisa guaranttie baik pilot pria ataupun wanita, tapi berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami diatas, saya kok lebih condong ke Pilot laki-laki ya….karena laki-laki sudah terbiasa menghadapi resiko, tekanan ataupun mengendalikan emosi berdasarkan perhitungan matimatis dimana otak kanannya lebih banyak bekerja.
Mendengar jawaban saya seperti itu, teman saya bilang karena anda laki-laki, coba kalo anda perempuan andapun akan mempunyai alasan yang kuat untuk menepis alasan tersebut diatas….hehehehe…..!!!
Wah jadi panjang nich ceritanya….karena saya belum puas dengan jawaban tersebut diatas maka ketika pulang saat Field Break tanggal 28 kemaren…saya tanya ke istri saya, bagaimana menurutnya…dan dia bilang : emang ada pilot wanita…??? Iech berani amat ya….???...kalo mama mah ngak mau deh….naiknya aja rada-rada takut apalagi mengemudikannya….????
Ketika pikiran masih belum mendapatkan sesuatu, saya buka2 koran Internet  detikom dan Jawa post dan betapa terkejutnya saya, ketika membaca artikel terjadi pendaratan darurat pesawat Cessna 172 di jalan tol Cikampek, Silahkan Klick dan Klick, ternyata Pilotnya yang diartikel tanggal 22 oktober kemaren yakni Pilot Pesawat latih Ibu Ratu Fahirah.  Syukur Alhamdulillah, itu pesawat bisa mendarat sempurna walaupun menurut ceritanya terjadi Loss Engine, dalam hati boleh juga yach…..memang kalau lihat artikel mengenai Ibu Ratu Fahirah ini, dia pernah mengalami pendidikan “ Semimiliter “ di Juanda Flying School dan menekankan sikap Fight pada anak-anak dan keluarganya.
Sedikit mencerahkan ya, ternyata tak semua wanita mempunyai sikap yang lembut, santun dan keibuan, seperti halnya yang selalu hadir dikehidupan kita dan keluarga sehari-hari, ada juga profesi yang sudah dijamah oleh kaum Hawa yakni sebagi Pilot Pesawat latih atau Pesawat Komersial…..hebatkan wanita sekarang…..( two thumbs up deh…! )
Pilot Wanita lambat laun akan bertambah seiring dengan perkembangan waktu dan teknologi….mudah-mudahan sebelum menjadi Pilot mereka sudah teruji baik fisik atau mentalnya, sehingga kekhawatiran akan profesionalisme mereka dapat kita eleminir sejauh mungkin, dan untuk saya pribadi akan tetap menikamati penerbangan walaupun dengan Pilotnya Wanita,….bagaimana dengan anda….???

Image source : Klick


Tangerang, 1 November 2008.



Wasalam,


Rabu, 11 Juni 2008

Korban Demo.......!


Rating:★★★★
Category:Other
لسلام عليكم و رحمة الله و بركاته


Demo adalah bagian dari proses pembelajaran Demokrasi yang ada, demo sendiri diartikan sebagai protes atau tuntutan masyarakat terhadap situasi dan kondisi yang ada, masyarakat disini diartikan sebagai masyarakat pada umumnya baik mahasiswa, Pekerja, Lembaga Sosisal Kemasyarakatan dan sebagainya.
Kalau korban dari demo bisa orang yang melakukan demo, bisa juga orang atau lembaga yang didemo, atau aparat yang melakukan pengamanan saat demo bahkan bisa juga orang yang tidak terlibat samasekali tapi turut merasakan akibat dari aksi demo itu sendiri.

Sebagian besar dari kita pernah merasakan bagaimana proses demo itu dijalankan baik sebagai pendemo, pengaman demo ataupun ataupun korban demo.
Nah kebetulan saat Field Break kemaren saya mengalami akibat dari demo masyarakat atau pekerja terhadap Kontraktor Penyedia alat Transportasi Kendaraan, dimana kontaktor sebelumnya adalah kontraktor A dan karena sudah habis masa kontraknya maka diganti kontraktor baru yakni kontraktor B.
Masalahnya kontaktor B ini mengganti sebagian besar bahkan boleh dibilang hampir 100% dari Driver kontraktor A, padahal biasanya kontraktor bisa saja berganti tetapi Drivernya tetap, jadi dari proses awal penyeleksian driver benar-benar mereka tidak dilibatkan, ditambah lagi kebanyakan driver baru ini bukan penduduk local, terus tidak ada ba-bi-bu lagi dengan lingkungan masyarakat setempat ataupun aparat, ya jadi runyam ( complicated ) deh masalahnya.

Tanggal 10 kemaren seharusnya saya pulang menggunakan Pesawat Sriwijaya Air tujuan Cengkareng keberangkatan pagi jam 08:40, dan biasanya dari Base Camp berangkat jam 06:00 pagi, tapi karena kendaraan operasional “ Crew Change “ tidak diperbolehkan pendemo keluar base camp ya akhirnya tertunda meskipun negosiasi telah dilakukan beberapa kali dan selalu gagal, akhirnya dengan bantuan kendaraan “Kontraktor AC” yang tidak ada hubungan dengan kontraktor A kita menggunakan Kendaraan Mistubishi Double Cabin L200 untuk membawa 4 orang penumpang yang akan libur kerja, tapi saat itu jam ditangan sudah menunjukkan jam 07:30, jadi kesempatan untuk sampai di bandara Sultan Tahha Jambi sangat kecil sekali.

Dengan sedikit gondok dihati akhirnya kita bisa melewati pendemo dan dengan menggunakan kemapuan yang ada, kita bergegas kejambi dengan kecepatan rata-rata 90-120 kpj, tapi masih terlambat juga sehingga kita tertinggal dan penerbangan ke Jakarta kami terpaksa dipindahkan ke penerbangan jam 15:50 sore….nasib…nasib…..!!

Demo adalah hal yang lumrah dalam suatu system negara demokrasi asal dilakukan dengan cara-cara yang elegant, toh demo itu sendiri adalah bagian dari cara untuk mencapai tujuan… memang dampaknya bisa meresahkan tetapi jangan sampai murusuhkan…….” Keresahan “ saja sudah menyulitkan apalagi “ Kerusuhan “ jangan sampai terulang deh peristiwa Mei 1998…….!!!

Anda pernah mengalami hal yang sama dengan saya tentang Demo, atau mau sekedar sharing tetang Demo yang sedang marak selama ini……kita Sharing yuck…..!!!




Wasalam,

Tangerang, 11 Juni 2008


Note : Photo/Gambar demo diatas saya kutip dari Om Google dan bukan demo yang terjadi ditempat saya, karena saat kejadian saya tidak membawa camera.


Sabtu, 24 Mei 2008

Sisi Lain dari Tukang Sapu/ Pembersih jalan

Rating:★★★★
Category:Other
لسلام عليكم و رحمة الله و بركاته


Jam 07:05 tadi pagi saya sedang parkir di pinggiran jalan MH Thamrin Tangerang dengan tujuan untuk menjemput orang tua yang akan tiba kira2 jam 08:40 dengan naik Bus Malam Lorena, sembari parkir dan menikmati asap rokok ada petugas kebersihan jalan yang menghampiri saya dan menyarankan untuk mundur karena daerah tempat kendaraan saya berhenti aka disapu atau dibersihkan.

Dengan petunjuk atau aba2 darinya saya nyalakan mesin dan mundur perlahan, dan setelah mundur dia ucapkan terimakasih kepada saya, karena profesi bebagai wartawan kelas nyamuk langsung saja saya matikan mesin dan pura2 menanyakan kapan kedatangan Bus Lorena dari Palembang, namun dari jawaban yang diperoleh agak ragu2… saya jadi tidak yakin dengan jawabannya namun setidaknya saya sudah masuk dan berbicara langsung dengannya dan ingin tahu sedikit mengenai profesi kerjanya sebagai penyapu jalan.

Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket


W : Maaf Pak, kalau boleh tahu namanya siapa dan mulai jam berapa kerja menyapu jalan…..??
P : Nama saya Subani asal Karawang, saya bekerja mulai jam 05:00 subuh tadi hingga nanti selesai jam 11:00 siang.

W : Wah kok kerjanya cuma 6 Jam Pak gimana bisa bersihkan semua pinggiran jalan ini…?
P : Tugas saya hanya sampai jam 11 siang setelah itu ada yang menggantikan saya yaitu shift kedua yang bertugas dari jam 11:00 sampai Jam 17:00.

W : Oh gitu, wilayah kerja Bapak dari mana sampai kemana Pak…???
P : Wilayah kerja saya dari belokan jalan yang disana sampai pangkalan Ojek disana, dia berucap sambil menunjuk dengan jempolnya (dalam hati saya kira2 1 Km ).

W : Sampah ini dibuang kemana ya Pak…..??? soalnya saya lihat disanjang jalan tempat parkir saya tidak kelihatan ada Tong sampah.
P : Sampah ini setelah dikumpulin dan dimasukan kedalam kantong plastik atau di tong sampah, kemudian ada Truk yang mengangkutnya dari tong sampah atau pelastik tersebut.

W : Bapak sudah berkeluarga belum dan tinggal dimana…??
P : Saya sudah berkeluarga dan punya anak 2 orang, saya tinggal di RSUP Tangerang dan kebetulan tidak ngontrak karena sebelumnya saya bekerja sebagai pembersih Taman Rumah sakit Umum Tangerang.

W : Istri Bapak kerja juga atau dirumah saja dan sudah berapa lama kerja sebagai penyapu jalan….???
P : Istri saya tidak bekerja, dan saya baru memasuki tahun kedua bekerja sebagai penyapu jalan.

W : Pak berapa Penghasilan Bapak Perhari dan siapa yang menggaji ….???
P : Kami digaji oleh Bapak walikota Tangerang dan gaji saya Rp 900.000 ribu perbulan, dulunya digaji setiap hari Rp 30.000 tapi karena selalu cepat habis sekarang gajiannya setiap satu bulan sekali jadi kita bisa menggunakan gaji tersebut untuk keperluan lainnya.

W : Apa cukup dengan gaji segitu Pak….???
P : Ya, dicukup-cukupin aja, walaupun sebenarnya ngak cukup.

W : Pak, BBM tadi malem naik bagaimana menurut Bapak….???
P : Wah kalau masalah itu mah saya ngak tahu pak yang pasti harga2 naik aja,… dan saya yakin pemerintah akan memperhatikan kami sebagai orang kecil.

Karena matanya selalu melirik ke sapu dan lantai jalan yang akan dibersihkan, akhirnya saya sudahi saja percakapan ini sambil meminta untuk diphoto, dengan tanpa keberatan dia dia bersedia, dan saya tawarkan rokok kepadanya namun dengan sopan dia berucap maaf Pak saya tidak merokok.

Itulah kira2 sekelumit kisah tentang Penyapu atau Pembersih jalan, dengan gaji seperti itu kita berpikir menurut standar kebutuhan fisik minimum aja….apa cukup ya…..????

Seorang Subani dengan 3 orang yang harus dihidupinya, wajah penuh dengan keringat karena sinaran matahari dan udara pinggiran jalan yang sering disirami oleh debu jalan atau asap kenalpot kendaraan, serta dengusan kendaraan dengan kecepatan yang lumayan cepat adalah bagian dari kehidupan sehari-hari seorang penyapu jalan.

Adakah kita, sipengguna jalan menyadari akan hal itu,..?? menyadari akan tugas seorang penyapu jalan untuk tidak membuang sampah sembarangan dijalan, dan untuk tidak memacu kendaraan saat jalan sedang dibersihkan oleh mereka…..???

Saya kadang gondok juga didalam hati, bila saya melihat ada kendaraan yang kereenn punya, membuka kaca jendela dan orang didalam kendaraan tersebut membuang sampah seenaknya saja dijalan…..dalam hati mobil sih kereeen tapi kelakuan primitif…..primitif buanget…..Sebel….!!!!

Nah buat pemerintah, saya berharap semoga saat BBM dinaikan sekarang ini, mbok ditinjau ulang gaji mereka….karena dari pembicaraan tadi dengan Pak Subani sepertinya mereka percaya benar sama Pemimpin Negara ini.

Mudah-mudahan tulisan ini ada manfaatnya.

W : Wartawan kelas nyamuk
P : Penyapu/Pembersih jalan


Tangerang, 24 May 2008




Wasalam