Sabtu, 13 Desember 2008

Battery hp LOW BAT saat dibutuhkan


لسلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Pernah ngak anda mengalami batter hp low bat pada kondisi dimana anda butuh berkomunikasi dengan keluarga disaat anda ada di bandara S-H…???
Kebetulan hari ini berangkat tugas naik, biasanya saya selalu memberi khabar baik kepada Istri atau kepada Ibu di Palembang, sejauh mana perjalanan saya baik itu saat saya sampai di bandara, menjelang keberangkatan ataupun ketika pesawat sampai tujuan bahkan ketika sampai di base camp tempat saya nyangkul. Khabar itu saya berikan dengan harapan mereka tidak was-was terhadap saya pribadi, selain dari itu  juga agar do’a mereka selalui menyertai setiap langkah saya dalam tugas.
Nah, ketika Pak ojek langganan tiba diparkiran bandara, tiba-tiba terdengar suara yang saya kenali dari hp butut saya, wah dalam hati ini hp tadi malem saya lupa memberi makannya…..setelah masuk ke ruang check in dan menyodorkan tiket dan memperoleh tempat duduk…sambil berjalan saya telusuri colokan listrik/receptacle, dan dengan susah payah saya mencari masih belum ketemu juga dengan receptacle atau colokan listrik tersebut….kebetulan ini terminal C, biasanya di terminal A atau B ada executive Longue…tempat makan gratis…tapi diterminal C tidak ada ….dan saya belum menemukan receptacle …..!!
Setelah menyelusuri ruang tunggu di Gate keberangkatan akhirnya saya temukan receptacle ada dikedua sisi side A ( kiri ) ataupun side B ( Kanan )..wah sebelumnya saya kurang perhatian dengan masalah ini tapi ketika saya mengalami battre hp drop baru saya menyadari pentingnya ada receptacle ini.
Sambil duduk saya men’charge” hp dan tak terasa jam sudah menunjukan pukul 08:40, dan petugas mengumumkan bahwa setiap penumpang agar menyiapkan ticketnya untuk masuk ke pesawat, sambil berjalan saya kirim sms ke istri dan orang tua di Palembang bahwa pesawat yang saya akan tumpangi akan segera berangkat…dan ketika mendekati pintu pesawat hp segera saya matikan….karena untuk beberapa saat lagi pesawat ini akan membawa saya ke Jambi untuk tujuan tugas.
Jadi bila anda mengalami battre hp low bat ruang pertama yang harus anda tuju adalah Gate tunggu ruang keberangkatan, atau bila anda mempunya kartu kredit yang bisa digunakan di executive longe silahkan kesana anda akan temukan itu diruang smoking room atau ditemapat lainnya didaerah itu.
Demikianlah tulisan singkat yang sederhana ini, mudah-mudahan ada manfaatnya, lebih dan kurang saya mohon maaf. Bila anda mempunyai pengalaman menarik tentang kondisi hp low bat saat anda ingin berkomunikasi dengan keluarga atau client anda…..kita sharing yuck….???



Tangerang, 12 Desember 2008.

Wasalam,




Rabu, 10 Desember 2008

Menuju Negara Pertanian Termaju di Dunia



Beberapa minggu yang lalu saya pernah membaca sebuah artikel diharian Kompas tentang Penelitian oleh Pusat Teknologi Bioindustri BPPT yang diketuai Gatyo Angkoso, tentang penemuan Mikroba yang dapat meningkatkan PH pada lahan Gambut yang memang banyak di negara kita, terutama di Sumatera, Kalimantan dan Papua.

Mikroba ini selain dapat meningkatkan kadar PH juga terbukti memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan ketersediaan mineral. Keuntungan lainnya adalah mengganti cara konvensional, yaitu pembakaran yang biasa dilakukan petani di lahan gambut untuk meningkatkan pH tanah gambut.

Wah sungguh sangat bagus hasil penelitian ini, kalau sampai berhasil kita bisa memanfaatkan lahan gambut yang kita miliki yakni 20,6 juta hektar terbesar ke 4 di dunia untuk lahan pertanian, tapi betapa sedih dan mirisnya hati saya ketika membaca atau mendengar berita bahwa : Pupuk langka dipasaran, Petani menjerit harga pupuk mahal, atau pupuk bersubsidi diselundupkan, dan mungkin masih banyak lagi Headlines news masalah pupuk ini.

Seperti kita ketahui lebih kurang 40% angkatan kerja dinegara kita terserap disektor Pertanian, artinya bila hal ini benar-benar kita berdayakan dan optimalkan maka subjek diatas bukan isapan jempol belaka....Krisis Politik...sudah kita lewati....Krisis ekonomi tengah dan sedang kita lalui....Krisis Energi boleh dibilang ya ( pemadaman bergilir oleh PLN ), meskipun energi melimpah di negeri tercinta ini....tapi.... jangan sampai Negara ini terjelembab dalam Krisis Pangan....wah bisa sangat dahsyat sekali efeknya buat kita secara keseluruhan.

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat tentunya dan harapan saya dan kita semua tentunya Krisis pangan tak akan pernah terjadi di negeri yang subur ini, amin....


Tangerang, 9 Desember 2008.


Wasalam,




Menuju Negara Pertanian Termaju di Dunia

Oleh Hermas E Prabowo

Bagaimana membangun perekonomian yang pertumbuhannya terasa sampai ke sumsum tulang mayoritas rakyat Indonesia? Tidak ada cara lain kecuali membangun sektor pertanian yang berkualitas dan terintegrasi dengan sektor industri dan perdagangan sehingga mampu menumbuhkan pusat ekonomi baru.
Keandalan sektor pertanian tidak diragukan lagi. Selama satu dasawarsa (1998-2008), sektor pertanian kembali menunjukkan daya tahan di tengah krisis ekonomi.
Seperti yang dinyatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan, perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat krisis global mulai tampak pada triwulan III-2008.
Sektor pertanian yang mencakup pertanian, kehutanan, peternakan, dan perikanan turut berkontribusi 4,3 persen terhadap pertumbuhan perekonomian nasional. Masih lebih tinggi 0,1 persen dari industri pengolahan. Walau belum setinggi sektor usaha lain, seperti konstruksi (7,9 persen) atau pengangkutan dan komunikasi (19,0 persen), sektor pertanian menampung beban yang sangat besar. Sebanyak 42,5 juta orang dari 108,1 juta angkatan kerja nasional bekerja di sektor ini.
Maka, sudah semestinya negara agraris dan maritim ini menjadikan sektor pertanian terintegrasi sebagai lokomotif penggerak ekonomi nasional.
Peta jalan pertanian
Saat ini masih mantapnya pertumbuhan sektor pertanian tidak lain karena sumbangan subsektor pangan untuk konsumsi dalam negeri serta ekspor bahan mentah hasil perkebunan, perikanan, dan kehutanan.
Sebanyak 24,8 juta keluarga petani hidup dari subsektor pangan dan sejahtera saat harga beras, jagung, dan kedelai membaik hingga September 2008. Petani benar-benar memanfaatkan momentum ini karena pada saat yang bersamaan volume produksi pun naik.
Namun, kita patut menyayangkan. Meski kontribusi sektor pertanian sudah terbukti dalam perekonomian nasional, kebijakan pemerintah masih belum komprehensif. Sampai sekarang, pengembangan pertanian nasional masih belum terintegrasi dengan kebijakan perindustrian dan perdagangan.
Peta jalan (roadmap) yang bisa diandalkan untuk mengembangkan agroindustri jangka panjang sampai kini tak kunjung muncul. Malah kebijakan yang bersifat ad hoc lebih sering muncul untuk meredakan kasus per kasus. Kondisi ini ironis karena saat kita lupa menciptakan nilai tambah dalam produk pertanian, pasar domestik negara kepulauan terbesar di dunia ini terus diserbu produk impor.
Impor pangan Indonesia periode 1996-2005 berdasarkan catatan ahli peneliti utama dalam bidang kebijakan pertanian PSE-KP Departemen Pertanian, Husein Sawit, menyedot sedikitnya 1,6 miliar dollar AS atau setara Rp 14,7 triliun devisa. Sekarang jumlahnya tentu jauh lebih besar dari periode itu mengingat harga komoditas pangan dunia melonjak dua sampai tiga kali lipat.
Kenaikan impor bahan baku setengah jadi—yang sebenarnya bisa diperoleh di dalam negeri—tak terbendung. Dari Indikator Perdagangan Dunia 2008 yang diterbitkan Bank Dunia, rata-rata tarif bea masuk Indonesia pada 2006 sebesar 4,5 persen, lebih rendah daripada rata-rata tarif di Asia Timur dan Pasifik yang berada pada kisaran 4,9 persen, yang berpendapatan tinggi. Negara-negara berkembang berpendapatan menengah dan rendah saja menerapkan tarif rata-rata 8,7 persen.
Ironisnya lagi, tarif impor produk pertanian Indonesia tahun 2006-2007 6,5-7 persen. Paling rendah di Asia Pasifik. Ironis lagi, negara agraris seperti Indonesia memberikan tarif impor lebih murah untuk bahan baku produk pertanian ketimbang India, China, dan Brasil yang mampu mengekspor bahan jadi ke Eropa, Amerika Serikat, dan berbagai penjuru dunia.
Menurut Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, tarif bea masuk yang rendah ditujukan untuk efisiensi industri dalam negeri, tanpa mengabaikan perlindungan terhadap pertanian sebagai sektor strategis.
Industrialisasi pertanian
Akan tetapi, bea masuk rendah untuk impor produk pertanian yang menjadi bahan baku proses produksi sungguh berisiko besar. Industri pengolahan hasil pertanian di Indonesia semakin hari semakin terfragmentasi, tak terintegrasi dengan sektor pertanian sebagai hulunya. Kita harus menanggung kenyataan pahit ini saat produk mentah tak laku di pasar ekspor dan sulit bersaing di pasar domestik karena harga bahan baku impor lebih murah.
Industri pengolahan kakao, misalnya, memasok bahan baku impor, sementara Indonesia banyak mengekspor biji kakao. Karena buruknya penanganan pascapanen atau tidak adanya industri pengolah antara, industri hilir menjadi tidak efisien jika memanfaatkan bahan baku hasil pertanian dalam negeri.
Selain tidak terintegrasi optimal dengan industri pengolahan, hasil-hasil pertanian Indonesia juga tak jarang kalah bersaing dengan produk impor di pasar konsumsi domestik.
Survei Asia Foundation seperti dikutip Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) menunjukkan, biaya distribusi di Indonesia lewat jalan darat paling mahal dibandingkan dengan Malaysia, Vietnam, Thailand, dan China. Kualitas jalan yang buruk, pungutan liar oleh aparat jembatan timbang, kepolisian, tentara, dinas perhubungan, sampai preman, dan tumpang tindih retribusi pemerintah daerah membuat produk kita sulit bersaing dengan produk impor sejenis.
Siapa bisa menyangka kalau harga jeruk impor dari China jauh lebih murah dibandingkan jeruk Pontianak di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Kalau sudah begini, siapa yang patut disalahkan. Petani jeruk Pontianak atau pemerintah?
Pemerintah lebih suka mengutamakan pembangunan industri manufaktur, yang dari sisi politik sangat menguntungkan. Industri manufaktur lebih cepat berdiri, menyerap tenaga kerja lebih banyak, dan bisa langsung mengekspor produk.
Adapun sektor pertanian, sudah tentu memakan waktu yang dimulai dari pembukaan lahan, penanaman bibit, perawatan, dan seterusnya. Belum lagi jika sebagian lahan terserang hama atau penyakit. Akhirnya, impor bahan baku lebih diprioritaskan untuk mendukung industri hilir. Kondisi ini yang terjadi pada industri gula nasional.
Industri gula rafinasi lebih suka mengimpor gula mentah dari Brasil ketimbang membeli dari petani dengan dalih kualitas jelek. Padahal, gula mentah petani yang jelek itu dihasilkan oleh mesin giling pabrik yang umurnya lebih tua dari republik ini.
Mereka pun lalu mengimpor bahan baku untuk memproduksi di dalam negeri. Pemerintah baru kalang kabut saat hasil produksi, yang lebih murah dari produk lokal, kemudian membanjiri pasar domestik. Semakin terpuruklah petani tebu kita.
Semestinya, pemerintah kita tidak terbujuk rayuan negara lain untuk lebih mendorong ekspor bahan baku mentah. Sudah semestinya pemerintah lebih tegas dengan menciptakan pasar domestik bagi produk lokal sambil meminta importir bahan mentah mendirikan industri bahan jadi di Indonesia. Mereka yang mau melakukannya harus diberi berbagai insentif fiskal dan moneter supaya lebih bergairah mendirikan industri hilir pertanian yang terintegrasi dengan hulu.
Kelapa sawit, karet, kakao, kopi, tebu, sampai jagung semuanya andalan pertanian kita. Sudah cukup bangsa kita menjadi petani tanpa pernah mengecap keberhasilan industrialisasi pertanian. Seribu langkah pun dimulai dari satu langkah. Dalam waktu 10 tahun, Indonesia pasti menjadi negara industri pertanian termaju di dunia.
Kita bisa jika kita mau!


Sumber : Harian Kompas

Jumat, 05 Desember 2008

Indonesia: Negara Muslim yang Tidak Terkena Resesi



لسلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Tulisan dibawah ini benar ngak sih, kelihatan bener menyanjung2 atau boleh dibilang menina bobokan bangsa kita, atau penulisnya memang sangat optimis dengan perkembangan Indonesia kedepan, secara nama sepertinya Penulis artikel ini orang asing ( Terry Lacey ), apa dia tahu nilai dolar sekarang sangat fluktuatif Rp 11.800 ( per hari ini ) bahkan pernah mencapai Rp 12.500, apa dia tahu ada banyak PHK massal, apa dia tahu komuditas pertanian terjun bebas dan begitu juga dengan komuditas tambang dan energi, serta besi dan baja....??? Kalau Pembandingnya dengan krissis Moneter tahun 1998 ya memang benar...benar sekali....!!

Tapi ada suatu hal yang positif dari tulisan ini, kalau orang luar saja melihat kondisi kita dengan sangat Optimis, apa kita ngak malu tentunya....?? mudah-mudahan memang benar demikian, bagaimana menurut anda....anda juga Optimis....??? atau Pesimis.....??? atau anda ingin menguji apakah anda seorang yang Pesimis atau Optimis.....????

Kita Sharing yuck....????


Tangerang,  5 Desember 2008.


Wasalam,




Gatra, 27 November 2008.
Setelah pemilihan Presiden Barack Obama, sepertinya sedikit demi sedikit akan ada pemulihan kepercayaan Amerika Serikat dalam sistem finansial dan perbankan. Amerika Serikat dan Eropa tidak bisa menghindar dari resesi, sedangkan di negara-negara berkembang hanya terjadi kemunduran. Krisis kepercayaan pada sistem finansial dan perbankan dunia Barat terjadi selama masa akan berakhirnya kepemimpinan Presiden Amerika Serikat yang paling tidak populer sepanjang masa. Kesalahan manajemen finansial dan kerangka peraturan kerja yang lemah telah menghancurkan ekonomi Amerika Serikat, membuat yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Dua juta warga Amerika mungkin kehilangan tempat tinggal. Jutaan orang di Amerika dan Eropa akan kehilangan pekerjaan.

Namun warisan kehancuran kepresidenan Bush itu meninggalkan kesempatan besar yang terbuka untuk Indonesia, dunia muslim, dan negara-negara berkembang di Selatan lainnya. Indonesia dapat memegang peran kunci untuk membawa dunia muslim menuju pemulihan ekonomi dan membantu meminimalkan dampak resesi global.

Pertama, dengan menata ekonomi nasional untuk menopang pertumbuhan, permintaan, impor, dan ekspor. Angka produk nasional bruto untuk tahun 2009 diperkirakan sebesar US$ 547 milyar, yang menempatkan Indonesia di jajaran 20 besar ekonomi dunia.

Indonesia baru-baru ini menyusul Belgia dan Swedia, dan segera menyusul Turki, Belanda, serta Austria. Populasi dan sumber daya yang besar ikut andil dalam hal ini. Indonesia adalah kandidat kuat yang akan bergabung dalam jajaran 10 besar ekonomi dunia dalam dua dekade ke depan.

Kedua, dengan menggerakkan investasi untuk minyak, gas, proyek-proyek energi, biofuel, infrastruktur (jalan, rel kereta, pelabuhan), sektor manufaktur, dan retail. Hal ini membutuhkan dana lebih dari US$ 40 milyar untuk listrik saja, untuk membiayai tambahan tenaga 40.000 MW pada 2025. Indonesia akan memanfaatkan tenga nuklir dan membangun empat pembangkit listrik. Total investasi asing yang dibutuhkan selama 15 tahun ke depan melebihi US$ 100 milyar. Investasi masih datang dari Amerika Serikat dan Eropa (termasuk Eropa Timur). Tapi yang terus mengalami peningkatan adalah dari BRIC (Brasil, Rusia, India, dan Cina). Juga dari negara-negara APEC, seperti Kanada, Jepang, Korea, Taiwan, dan dari negara-negara anggota ASEAN (Brunei, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand). Investasi dalam jumlah besar datang pula dari negara-negara Teluk, Arab Saudi, Israel, dan Afrika. Ketiga, Indonesia dapat memimpin ekonomi muslim dengan memanfaatkan ekonominya dalam jumlah besar dan pengaruhnya sebagai anggota U.N. Security Council untuk bergabung dengan Brasil, Rusia, India, Cina, dan negara-negara di Selatan. Yakni untuk membawa perubahan kebijakan dan keseimbangan kekuatan dalam organisasi dunia yang berhubungan dengan perdagangan, pembiayaan, dan pengembangan, khususnya Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Indonesia memiliki reservasi utama tentang IMF, menyusul pengalamannya pada 1998. Menteri Keuangan Jerman, Peer Steinbrueck, berkata bahwa dunia seharusnya tidak tergelincir ke dalam penciptaan pemerintah ekonomi dunia bayangan yang dijalankan dewan di dalam IMF. Indonesia juga lelah selalu tertahan dalam bayang-bayang WTO. Asia dan negara-negara Selatan menginginkan kerja sama yang baru. Negara-negara muslim secara bersama-sama menghadirkan sumber daya modal penting yang terus meningkat, sementara likuiditas Barat sebagian sudah mengering. Ekonomi muslim menghadirkan sumber daya investasi dan tujuan investasi itu. Gabungan ekonomi muslim dapat mewakili permintaan yang signifikan untuk barang-barang dan pelayanan jasa dunia Barat yang secara relatif tidak terpengaruh oleh resesi di dunia Barat.

Indonesia masih bisa memanfaatkan kredit ekspor, sukuk, pembiayaan Islam, dan sumber daya finansial non-tradisional lainnya, misalnya dana lingkungan dan kredit karbon. Walaupun ada penurunan global, Indonesia masih bisa bertahan dalam beberapa pembiayaan bank.

Pinjaman Excelcomindo sebesar US$ 140 juta untuk ekspansi telekomunikasi baru-baru ini telah diumumkan. Perusahaan penerbangan Lion Air membeli 12 pesawat Boeing 737, walaupun kontribusi tunai lokal yang dibutuhkan dalam empat tahun terakhir naik 30%. Lion Air akan menggunakan modalnya sendiri untuk melakukan perluasan. St. Miguel Corp Filipina bersaing dengan sebuah konsorsium yang dipimpin Amerika Serikat untuk meraih US$ 1,3 milyar kerja sama penyediaan batu bara, untuk membeli PT Bumi Resources dari Bakrie Brothers. Ada investasi di sini dan investasi akan masuk ke Indonesia.

Standard and Poors mencoba menstabilkan rating kredit Indonesia, dan bahkan rating itu mungkin akan meningkat. Singapura dapat tergelincir ke dalam resesi, tapi Indonesia tidak akan mengalaminya. Alasannya, manajemen ekonomi dan keuangan Indonesia lebih baik.

Indonesia berada dalam posisi penting sebagai negara muslim terbesar di dunia, dengan populasi 230 juta orang dan luas area 1,9 juta kilometer persegi. Produk domestik bruto Indonesia sebesar US$ 843,7 milyar dalam periode jual-beli tenaga listrik dan US$ 432,9 milyar dalam periode nilai tukar resmi tahun 2007. Indonesia memiliki investasi asing tetap sebesar US$ 57,6 milyar dan memegang investasi di negara-negara lain sebesar US$ 9 milyar. Indonesia punya lebih dari 3.500 milyuner, yang masing-masing memiliki US$ 100 juta lebih, yang 70% di antaranya tinggal di Jakarta.

Baru-baru ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah 6,5% dan dikhawatirkan jatuh di bawah 6% pada 2009 karena adanya pengurangan ekspor. Pemerintah akan menstimulasi pertumbuhan menggunakan anggaran nasional yang mencapai US$ 100 milyar pada 2008. Pemerintah Indonesia yakin akan mempertahankan pertumbuhan sebesar 6%. Bank Dunia telah menyisihkan pinjaman cadangan sebesar US$ 2 milyar untuk tahun 2009, yang hanya akan dikucurkan jika pertumbuhan jatuh di bawah 5,8%.

Pada 2007, ekspor Indonesia adalah sebesar US$ 118 milyar, impor US$ 86 milyar, surplus perdagangan US$ 32 milyar, dan cadangan devisa asing sampai November 2008 sebesar US$ 50 milyar.

Indonesia telah kehilangan beberapa pekerjaan di sektor tekstil. Beberapa ekspor ke Amerika Serikat dan Eropa jatuh pada kuartal keempat. Bursa saham, obligasi pemerintah, dan nilai tukar nasional juga jatuh pada minggu pertama Oktober lalu.

Pemerintah meluncurkan program pengamanan buy back yang dipelopori BUMN dan mempertahankan rupiah dengan campur tangan di pasar nilai tukar via Bank Indonesia (BI). Pemerintah juga mengambil langkah untuk meningkatkan likuiditas serta fokus mengontrol inflasi dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah menaikkan jaminan deposit pribadi sampai Rp 2 milyar (US$ 190.000), yang mencakup 100% deposit untuk lebih dari 99,7% dari 81 juta rekening bank. Bank-bank di Indonesia masih dalam posisi yang kuat dengan cadangan yang cukup, pinjaman non-performing yang rendah, dan nyaris tanpa pembeberan pada kerugian subprimer. Hanya sebagian kecil investor yang kehilangan uang pembelian instrumen yang berkaitan dengan Lehman via bank internasional.

Nilai inflasi Indonesia menurun dari 12% menjadi sekitar 9% pada Januari, dengan reduksi yang direncanakan antara 9% dan 7% sepanjang tahun 2009. Suku bunga bank telah distabilkan pada angka 9,5% setelah enam bulan berturut-turut naik. Hal ini akan dipertahankan sementara dan kemudian dikurangi menjadi 7,5% pada 2009.

Obligasi Indonesia telah pulih dari gejolak yang tajam baru-baru ini. Bursa saham pun sudah stabil. Ekonom lokal menyatakan bahwa bursa saham yang sebelumnya mengalami over-value akan kembali normal sejalan dengan siklus perdagangan lokal.

Pemerintah sekarang fokus untuk mengolah dana sebesar US$ 115 milyar dari anggaran nasional tahun 2009, naik dari US$ 100 milyar pada 2008. Hal ini dilakukan untuk mendorong pembangunan proyek dan secara keseluruhan dibelanjakan untuk membantu memenuhi permintaan lokal karena adanya penurunan ekspor, dengan harapan menjaga pertumbuhan ekonomi 5,5% hingga 6% pada 2009.

Di samping keruntuhan bank Indover Cabang Pembantu Bank Indonesia di Belanda, tidak ada kebangkrutan yang lebih parah. Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, dan Gubernur BI yang baru, Boediono, telah mengambil tindakan untuk mengatasi kesalahan manajemen sebelumnya.

Berbeda dari cara penanganan bankir-bankir keuangan yang gagal di negara Barat, yang tidak bijaksana dan mengambil risiko yang mungkin saja ilegal, Pemerintah Indonesia mengatur cara kerja Komisi Pemberantasan Korupsi dan pengadilan antikorupsi untuk melawan bankir-bankir serta anggota parlemen yang melakukan korupsi dan menerima suap.

Pemerintah Indonesia juga menyatakan akan memburu orang-orang yang menyalahgunakan namanya dan menyebabkan hancurnya Bank Indover Belanda. Pemerintah Indonesia bermaksud pula mengusut dugaan praktek perdagangan singkat dan kecurangan di pasar modal.

Indonesia kehilangan waktu 10 tahun akibat kehancuran perbankan pada 1998, ketika menyerahkan nasibnya kepada IMF, yang gagal memahami kekuatan lokal dan membesar-besarkan kelemahan lokal. Sebuah foto historis memperlihatkan Soeharto duduk di meja kerjanya, menandatangani surat kuasa kematian politiknya. Perwakilan IMF berdiri di depannya, sedangkan dia menandatangani perjanjian IMF.

Banyak hal telah berubah di antara kehancuran perbankan Asia pada 1998 dan kehancuran Wall Street pada 2008. Kekuatan keseimbangan ekonomi di dunia berubah, keseimbangan kekuatan global bergeser ke Selatan dan Timur. Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, mengetahui hal itu ketika mengimbau negara-negara Teluk dan G-20 untuk membantu menstabilkan ekonomi dunia.

Pada kehancuran bank tahun 1998, Indonesia tidak memiliki kebebasan dan pilihan. Kini, tahun 2008, Indonesia memiliki kebebasan dan lebih kuat serta dapat memilih jalannya sendiri. Semoga kekuatan dan tekad yang kuat dapat memberi inspirasi kepada negara-negara muslim dan negara-negara Selatan untuk tidak panik menghadapi resesi di dunia Barat, melainkan bekerja sama untuk menghindari penyebaran resesi ke Selatan serta membangun dan menguatkan sebuah tatanan baru ekonomi dunia.

Terry Lacey Ekonom, berdomisili di Jakarta
[Kolom, Gatra Nomor 3 Beredar Kamis, 27 November 2008]


Sumber : Majalah Gatra




Bank Indonesia Mencabut dan Menarik 4 (empat) Pecahan Uang Kertas dari Peredaran



لسلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Dear Teman-teman MPer, sekedar infomasi as subject above, mudah-mudahan info ini berguna buat kita semua, salam cuci tabungan yang masih ada dibawah bantal atau Celengan.....!!!

Sumber Data : Biro Hubungan Masyarakat
Tanggal         : 26 November 2008
Contact         :
Biro Humas, Telp : (62-21) 381-7187 Fax : (62-21) 350-1867, E-mail : humasbi@bi.go.id
Lampiran       : Lihat gambar dibawah



No. 10/ 61 /PSHM/Humas
Bank Indonesia terhitung mulai tanggal 31 Desember 2008, melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 10/33/PBI/2008 secara resmi mencabut dan menarik 4 (empat) pecahan uang kertas dari peredaran. Pecahan uang kertas yang dicabut dan ditarik adalah sebagai berikut:
  1. Rp10.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Cut Nyak Dhien),
  2. Rp20.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Ki Hajar Dewantara),
  3. Rp50.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional WR. Soepratman), dan
  4. Rp100.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Proklamator Dr.Ir.Soekarno dan Dr. H. Mohammad Hatta, berbahan polymer).
“Bank Indonesia secara rutin melakukan pencabutan dan penarikan uang rupiah. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan antara lain masa edar yang cukup lama dan perkembangan teknologi unsur pengaman (security features) pada uang”, demikian disampaikan S. Budi Rochadi, Deputi Gubernur bidang Pengedaran Uang.
Dengan pencabutan dan penarikan uang rupiah dari peredaran maka terhitung mulai tanggal 31 Desember 2008, empat pecahan uang tersebut tidak berlaku lagi sebagai alat pembayaran yang sah (legal tender).
Namun demikian, bagi masyarakat yang masih memegang uang pecahan-pecahan tersebut dapat melakukan penukaran dengan uang rupiah pecahan yang sama atau pecahan lainnya yang masih berlaku di kantor-kantor Bank Indonesia atau bank umum terdekat.  Batas waktu penukaran empat uang pecahan tersebut di bank umum adalah sampai dengan tanggal 30 Desember 2013 atau 5 (lima) tahun sejak pencabutan dan penarikan uang tersebut. Sementara itu, batas waktu penukaran di Bank Indonesia adalah sampai dengan tanggal 30 Desember 2018 atau selama 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal pencabutan. Hak untuk menuntut penukaran empat pecahan uang rupiah yang dicabut dan ditarik tersebut tidak berlaku lagi setelah 10 (sepuluh) tahun terhitung tanggal 31 Desember 2018. 
Jakarta, 26 November 2008
BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT

Filianingsih Hendarta
Kepala Biro

Sumber Woro-woro : Siaran Pers Bank Indonesia


Gambar ingin diperjelas silahkan : Click



Tangerang, 4 Desember 2008


Wasalam,


Kamis, 04 Desember 2008

Sedikit Pengalaman Pribadi Tentang PHK



لسلام عليكم و رحمة الله و بركاته


Membaca harian Kompas hari ini tentang adanya Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK ) dan yang dirumahkan per 28 November 2008 adalah 16.988 orang.....pantastis sekali jumlah itu....kalau setiap karyawan/kepala keluarga mempunyai keluarga 3 orang ( istri + anak ), maka ada 67.952 yang akan menanggung beban ekonomi yang cukup sulit, karena bagaimanapun juga ketika kepala keluarga tidak lagi bekerja atau dirumahkan untuk sementara waktu atau mungkin juga sementaun...maka kalau tidak kuat iman akan terjadi dekadensi moral yang cukup parah tentunya.

Sebelumnya biasa ngantor, tiba-tiba harus nongkrong dirumah....sebelumnya sibuk dan mungkin juga pulang malam, tiba-tiba hanya celangak-celinguk saja dirumah...belum lagi anak-anak nanyain Papa kok ngak kerja-kerja sih....atau mikirin pemasukan untuk biaya dapur bulan depan ....dan seterusnya dan sebagainya.

Hal seperti ini pernah saya alami tahun 2004 yang lalu, sungguh memilukan deh...meskipun saat itu uang Pensiun dari perusahaan bisa mengcover kami sekeluarga untuk waktu lebih dari 4 tahun...tapi bathin ini tetap aja gelisah...memikirkan bagaimana masa depan anak-anak dan keluarga kelak....saya pensiun dari perusahaan waktu itu atas kehendak saya sendiri, dimana perusahaan menawarkan untuk pensiun dini karena perusahaan berencana mengurangi karyawannya.....melihat Posisi yang sulit untuk naik ke posisi yang lebih tinggi dan ingin mencoba untuk bekerja ditempat lain, akhirnya keputusan  untuk mendapatkan Golden Shakehand saya ambil......dan ketika sudah tidak bekerja lagi....setiap hari dirumah bengong ngak ada kerjaan, tidur, Ibadah...bangun,...noton TV ..ngater anak sekolah.....begitu terus.....sungguh sangat membosankan tentunya....!!!

Setelah lebih dari 10 Hari Bengong dirumah...akhirnya untuk killing of waste time saya putuskan untuk berbisnis....bisnisnya waktu itu jual beli mobil....alhamdulillah dengan jual beli mobil ini pendapatan yang masuk lumayan lah...paling rendah dapet keuntungan 750 rb...waktu jual mobil Karimun....karena waktu itu yang belinya Ibu-ibu....jadi nawarnya seru deh......!!! dan waktu itu jual mobil terasa gampang bener deh....yang susah itu mencari mobil yang bagus....dalam hal ini saya memang hati-hati sekali ...karena takut tertipu.....pan bisa berabe kalo sampai tertipu.....yang penting mesin bagus kalau soal penampilan bisa dipoles....ketika dapet mobil biasanya langsung saya perbaiki penampilan interiornya...lalu diiklankan dikoran....sudah itu tinggal tunggu telepon untuk tawar menawar.... pembeli akan datang dan melihat kondisi, sudah itu langsung transaksi jika deal tentunya...sederhana sekali.

Tetapi selain dibisnis itu, surat lamaran kerja juga saya sebar keberbagai perusahaan baik itu melalui Internet ataupun melalu Iklan dikoran-koran Nasional...khususnya harian Kompas....dan Syukur Alhamdulillah..pada bulan Juni tepat 3 bulan setelah saya menganggur akhirnya saya dapet juga kerjaan ditempat yang baru...tapi posisi dan tugas bukan seperti tempat kerjaan sebelumnya....malah tambah lagi....!!!

Karena kesibukan ditempat yang baru ini, bisnis jual beli mobil yang menguntungkan itu akhirnya saya tinggalkan....sebab istri selalu khawatir dengan bisnis saya....soalnya kalo sampe tertepu khan resikonya sangat besar sekali....dan karena surat lamaran yang saya kirim dulu kebanyakan....maka tawaran/panggilan Interview juga berdatangan tak henti-hentinya....tapi apa boleh buat karena saya sudah dapat kerjaan saya hanya memilih perusahaan yang bener-bener bonafide untuk saya datangi Interviewnya...dan waktu interview pun disesuaikan dengan kondisi kerja saya.

Jika merenung, terus terang waktu itu saya masih beruntunglah...ini keputusan untuk mem PHK atau merumahkan Karyawan pada kondisi ekonomi yang bener-bener sulit, saya juga tidak tahu apakah keputusan itu berarti setiap karyawan mendapatkan pesangon yang besarnya sesuai Undang-undang, syukur-syukur kalau lebih dari Normatif tentunya.

Tapi yang penting manusia itu dalam kondisi terjepit pasti otaknya akan bekerja keras dan akhirnya akan bertindak Kreatif .... tapi Kreatif yang Positif tentunya....untuk itu Peningkatan Ibadah dan memohon Pertolongan dari Allah YME adalah hal yang harus......sehingga Imajinasi kreatif kita akan berkembang kearah yang positif tentunya kalau kita selalu berlindung kepadaNYA.

Dear Teman-teman itulah sekelumit pengalaman pribadi yang mungkin bisa saya share disini....didalam kesulitan  pasti ada jalan keluarnya, yakinlah itu dan yang pasti mintalah Petunjuk dariNYA, dengan usaha dan do'a  tentunya, khususnya Shallat Malam.

Mudah-mudahan tulisan ini ada manfaatnya, lebih dan kurang saya mohon maaf.



Tangerang, 3 Desember 2008.


Wasalam,




Image soure : Klick




Selasa, 02 Desember 2008

Mencegah dan Mengatasi Kebocoran pada Tabung atau Kompor Gas


لسلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Akhir-akhir ini sering sekali terjadi tabung Gas El-pi-ji ( LPG ) yang meledak yang menimbulkan korban baik itu jiwa maupun harta ( Coba lihat Klick1,Klick2 dan Klick3 ) dan bila kita melihat korban akibat ledakan tersebut sungguh sangat miris sekali karena 30-90 % luka bakar yang parah.  Saya tidak bisa bayangkan kalau hal itu terjadi pada kita atau keluarga yang kita cintai ( Ya Allah Lindungilah kami dan Jauhkanlah kami dari musibah seperti ini, amin...!!  ).
Kebetulan dirumah kita juga menggunakan tabung gas , dan selama ini Alhamdullilah tidak ada masalah yang berarti, karena setiap gas habis, istri selalu mengontak langganan agar mengirim gas dan selanjutnya si-agen yang memasang sendiri tabung gas itu....dan setelahnya baru istri saya atau saya sendiri mengecek dan memastikan sendiri kondisi pemasangan tabung gas, apakah tidak ada kebocoran yang terjadi.
Back to topik, tadi siang saya juga baca tulisan dari teman MPer Oum Koichi tentang tabung gas LPG dan di Milis Migas juga sedang seru-serunya dibahas masalah ini, hingga tergerak dihati saya untuk juga menulis tentang Tabung gas ini.
Nah berdasarkan hasil yang diperoleh dari diskusi milis Migas_indonesia dan dari sumber langsung dilapangan dirangkumlah menjadi " Keselamatan Memakai Elpiji " yang dishare dalam bentuk pdf...silahkan download file ini yang saya attachment...!!
Yang pasti kalau terjadi kebocoran pada tabung gas, hidung kita akan menangkap bau menyengat gas yang kurang sedap, pada saat itu perbaiki sumber kebocoran yang ada dan pastikan setelah berbaikan tidak ada lagi bau menyengat....artinya sumber kebocoran sudah bisa kita tanggulangi.
Adapun sumber terjadinya kebocoran pada tabung gas Elpiji dan cara menanggulanginya, antara lain ;
Sumber Kebocoran :
 1. Kompor/ Peralatan lainnya
  • Bila Katub/Tombol kompor terbuka ( pada waktu tidak digunakan ) atau katub/tombol telah rusak ( ini jarang terjadi )
 2. Saluran/Selang karet dari regulator ke Kompor.
  • Selang Karet rusak, pecah atau menyambungnya tidak sempurna, baik yang menuju kompor atau regulator.
 3. Regulator
  • Regulator rusak atau Seal ( gelang ) karet pada valve rusak atau tidak ada seal karet pada valvenya.
 4. Valve Tabung
  • Valve tidak dapat menutup ( selalu terbuka )
Cara Mencegah Kebocoran :
1. Kompor/ Peralatan lainnya
  • Katub/tombol harus pada posisi tertutup waktu kompor tidak digunakan.  Bila tutup tombol rusak jangan digunakan sampai diperbaiki terlebih dahulu.
2. Saluran/Selang karet dari regulator ke Kompor.
  • Selang jangan terlalu panjang, sehingga mencegah tertindih, sobek kena benda tajam.  Sambungan pada regulator harus kuat dan tidak mudah lepas.
3. Regulator

  • Sebelum memasang Regulator, periksa apakah valve terdapat seal/ karet gelang.  Bila bocor bukan pada seal karet tapi pada regulator, lepas regulator dan jangan dipakai/dipergunakan lagi.

4. Valve Tabung
  • Tabung lama tidak digunakan, tutuplah valve dengan bekas seal cap.
Bila terjadi Kebocoran pada :
1.Kompor/ Peralatan lainnya

  • Tutuplah Regulator atau lepas regulator dari tabung gas.

  • Singkirkan tabung gas jauh dari daerah kebakaran.
  • Padamkan api dengan alat pemadam jenis CO2 atau DPC ( Dry Powder Chemical ).
2.Tabung/ Botol dan Sekitarnya
  • Tutuplah dengan karung basah, sampai apinya padam.
  • Padamkan dengan alat Pemadam jenis CO2 atau DPC


























Tabung Gas 3 & 12 Kg






















Selang ( Hose ) & Regulator














Kompor Gas & Regulator



Keterangan Regulator :
1. Penutu Regulator
2. Pegas Beban
3. Karet Memberane
4. Saluran Keluar
5. Kunci Pemutar
6. Bantalan Katup.
7. Penghubung Mekanis
8. Badan Regulator.
9. Spindel Katup.
10. Cincin Perabot.

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat dan dapat diambil Hikmahnya.



Tangerang, 1 December 2008.

Wasalam,


Sumber :
1.
Migas_Indonesia@yahoogroups.com
2. http://www.migas-indonesia.net
3. Anonymous



Senin, 01 Desember 2008

Ogah ach jadi Photographer....!!!




لسلام عليكم و رحمة الله و بركاته


Beautiful Korean Song ( Kiss : Because I'm a girl)

Denger lagu sambil menyaksikan Video ini, lumayan buat surprise sedikit dengan adegan yang ada dan kalo lihat sampe akhir ogah deh gw jadi Photographer.....hehehehehe.

Lagu dan Videonya dijamin enak dimata deh.....dan ceritanya dijamin ngak ketebak.....dengan syarat jangan diputer dua kali ya....!!


Jadi inget masa-masa remaja dulu deh....


Tangerang, 1 December 2008.


Wasalam,