Tampilkan postingan dengan label wisatakuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisatakuliner. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Desember 2011

Situ Patengan Rancabali @Ciwidey




Situ Patengan atau Situ Patenggan versinya Doel Sumbang atau sering disebut juga Situ Pengantin, berlokasi dikawasan Kebun Teh Rancabali Ciwidey, Kabupaten Bandung. Kalu dari Tangerang berjarak lebih kurang 220 Km, melewati jalur JORR BSD - Cikampek - Cipularang dan keluar Tol Kopo kearah Soreang dan Ciwidey.

Situ Patengan berasal dari bahasa sunda Pateangan-teangan yang berarti saling mencari, yang merupakan Mitos masyarakat dimana di situ ini merupakan tempat pertemuan antara Prabu Kiansantang atau yang lebih dikenal dengan Syeh Sunan Rohmat Suci dan Dewi Rengganis yang Cintanya tidak b isa bersatu karena suatu keadaan.
Namun mereka akhirnyabertemu pada sebuah batu setelah sekian lama saling mencari.

Makanya di situ ini ada batu yang dijadikan sebagai " BATU CINTA " dimana dibawahnya ada gua yang merupakan sumber air dari danau atau situ ini, dimusim kemarau akan terlihat gua tersebut ujur pendayung yang kami sewa untuk mengantarkan kami ke batu cinta tersebut yang melewati juga Pulau Asmara disekitar batu cinta tersebut.

Ongkos untuk naik perahu untuk menuju batu cinta ini adalah Rp 15-18 rb perorang dan ditunggu hingga penuh sepuluh penumpang, atau tidak mau repot untuk menunggu penumpang lainnya, anda bisa menyewanya dengan biaya Rp 150 rb.

Masuk ke area atau lokasi wisata Situ Patengan, tidak begitu mahal bahkan boleh dibilang murah, setiap kendaraan dikenakan biaya Rp 10 rb dan Tiket masuk perorang dikenakan biaya Rp 2 + 4 rb, untuk anak-anak atau non dewasa tidak dipungut biaya.


Tangerang, 27 Desember 2011.






Situ Patengan


Situ Patengan


Situ Patengan


Situ Patengan


Situ Patengan


Situ Patengan


Situ Patengan





Minggu, 25 Desember 2011

Kawah Putih @Ciwidey




Lokasi Wisata Kawah Putih tidak begitu Jauh dari Bungalaw Kampoeng Strawberry, kira-kira 5 - 6 Km, dan lokasi jalan yang sempit akan kita lewati setelah melewati Tempat Pelatihan KOPASKAH Angkatan Udara yang berjarak 1-2 Km dari Kampoeng Strawberry. Jalannya sangat bagus dgn aspal Hotmix, namun harap hati-hati dan waspada karena ada beberapa tanjakan dan tikungan ciluk-bak yang lumayan garang.

Memasuki Lokasi Wisata Kawah Putih akan lebih baik bila dipagi hari, karena cuaca akan cerah dan tak berkabut, jadi kalo menuju kesana usahakan pagi hari sekitar jam 7 - 9 pagi karena pengunjung belum begitu ramai, dan biaya masuk untuk kendaraan adalah Rp 150 rb dan perorang untuk dewasa dikenakan biaya Rp 15 rb per orang, sedangkan bila anak-anak tidak dikenakan biaya, saat kesana kami sekeluarga berlima namun satu orang anak saya gratis.

Dari Lokasi Pembayaran Tiket menuju lokasi kawah Putih Putih jalannya hanya cukup untuk satu kendaraan, jadi bila berpapasan satu kendaraan harus kepinggir untuk memberi kesempatan buat kendaraan lain yang lewat. Saat anda melewati jalur yang menuju ke Kawah Putih jalannya akan menanjak dan menikung, dan di posisi tertentu tanjakannya cukup curam dan anda di harapkan untuk menggunakan pereseneling satu, namun karena menggunakan kendaraan dengan tenaga lumayan besar, saya kadang tak mengikuti instruksi tersebut tetap di perseneling 2 atau 3, lumayan lebih smooth dan kendaraan tak meraung-raung tentunya.

Dari Lokasi pembayaran tiket ke Kawah Putih jaraknya kira-kira 5 Km, jadi tak perlu terburu-buru untuk mencapai lokasi, anda berjalan cukup 20-40 km/ jam dengan membuka kaca jendela dan mematikan AC kendaraan supaya benar-benar menikmati sejuknya dan segarnya udara pegunungan dan hutan kayu yang sangat rimbun.


Tangerang, 25 Desember 2011










Kawah Putih Ciwidey


Kawah Putih Ciwidey


Kawah Putih Ciwidey



Kampoeng Strawberry @Ciwidey




Kampoeng Strawberry yang berlokasi di Jl. Raya Ciwidey-Rancabali Km 7, kabupaten Bandung merupakan lokasi Penginapan yang cukup bagus dan rekomen buat keluarga yang akan bepergian dan berwisata di kawasan Ciwidey, selain kondisi tempat penginapan yang Asri yang terdiri dari 38 Kamar yang terbagi dalam : Bungalaw 2, Bungalow 1, Super Deluxe, Superior, Suite Room dan Standard.

Kenyamanan Kamar dilengkapi dengan Fasisiltas Tempat tidur, Kamar Mandi dan toilet, TV, Telphone dan kelengkapan lainnya yang tersedia dan tergantung dari tipe kamar yang dipesan.

Kami sekeluarga kebetulan memesan kamar di Kampoeng Strawberry, dimana sebelumnya kami sekeluarga mengunjungi Kampus ITB dan ITT Telkom untuk tujuan Wisata Pendidikan buat anak-anak yang kebetulan sudah ABG.

Jarak tempuh dari tangerang Kampoeng Strawberry Ciwidey kira-kira 209 Km, ditempuh 5- 6 Jam tergantung kondisi lalulintas di sekitaran Exit Tol Kopo dan sepanjang Jalan Raya Soreang - Rancabali yang lumayan tidak terlalu lebar.


Tangerang, 25 Desember 2011





View Kampoeng Strawberry


View Kampoeng Strawberry


View Kampoeng Strawberry


View Kampoeng Strawberry


View Kampoeng Strawberry


View Kampoeng Strawberry


Panen Strawberry




Selasa, 30 Maret 2010

Soto Betawi H.Mamat BSD Serpong Maknyuss deh.

Rating:★★★★
Category:Restaurants
Cuisine: Other
Location:BSD Serpong
لسلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Sebenarnya sudah lama ingin memposting/ mereview tempat makan ini, karena menurut saya rasa masakan H.Mamat ini benar-benar makyuss dan bersahabat dengan lidah saya sehingga saya menyukainya.

Seperti biasa setelah pulang dari tugas, biasanya saya dan istri tercinta menikmati panganan luar atau jalan-jalan ke bioskop untuk mengisi waktu luang, karena saat pagi hingga sore anak-anak semua sekolah.

Setelah kita sampai di lokasi ( H.Mamat ), parkiran sudah penuh dan sulit sekali untuk memarkir kendaraan, terpaksalah parkir agak jauhan sedikit dari lokasi sebenarnya, hal ini mungkin waktunya makan siang sehingga pengunjung pada datang untuk mengisi perut yang sudah tidak bisa diajak kompromi.

Ketika kita berdua masuk kedalam ruangan, Susana lebih ramai lagi, dan ini akan menyulitkan saya karena saya adalah perokok dan memang lebih baik kalau makan di luar yang kebetulan kursinya masih kosong, tak berapa lama setelah kita duduk, pelayan datang untuk menawarkan apa menu yang akan kita makan : saya hanya pesen sama istri sebelumnya untuk makan soto daging dan istri pesan oseng2 kuah santan dan minuman kesukaan saya yakni jus jeruk, serta bungkus dari menu kedua tersebut 4 bungkus buat anak2 dirumah untuk makan malam.

Tak berapa lama kemudian pelayan datang dengan membawa pesanan kami dan setelah itu, kita nikmati makan yang menyenangkan, karena itu tadi rasa menunya yang cocok denga lidah kami….satu hal lagi kalau menu ini kita bungkus dan makan dirumah…rasanya tidak akan berobah akan tetap sama seperti kita makan disana, inilah faktor utama kenapa saya sering makan disini. Kalau di lokasi enak tapi ketika makan dirumah tidak enak biasanya saya ogah datang lagi ke tempat tersebut.

Oh ya, kalau mau direview Rumah makan ini maka :
Soal rasa makanan nomor satu deh, enak dan maknyus…kalau suasana tempat, menurut saya kurang bagus mungkin karena terlalu banyaknya pengunjung dan kurangnya ventilasi atau kipas angin sehingga terasa gerah dan keringetan kalau kita makan didalam.
Yang ketiga lokasi parker kurang begitu lapang bahkan boleh dibilang sempit, kalau anda datang terlambat maka anda akan parkiran yg agak jauhan dari lokasi, kalau saya perhatikan yang bawa kendaraan R1 maka yang turun kebanyakan lebih dari 2 orang…mereka datang dengan rombongan kemungkinan sih satu kantor gitu…!!!
Tapi kelemahan di parkiran ini agak terobati oleh petugas parkir yang akan membantu kita baik saat kita parkir dan saat kita keluar, alhamdulillah tentunya.

Demikianlah semoga tulisan ini bermanfaat, dan kalau anda mau mencoba...silahkan, lokasinya didepan showroom suzuki dan kalau kita dari tangerang setelah BSD junction disebelah kiri jalan.







Photobucket Photobucket
Photobucket Photobucket


Tangerang, 30 Maret 2010



Wassalam,



Minggu, 14 Maret 2010

Jelajah MUSI 2010




Sungai Musi menjadi muara puluhan sungai besar dan kecil lainnya, baik di Bengkulu maupun Sumatera Selatan. Dari sumber-sumber air itulah di antaranya, air Musi berasal dan mengalir hingga sejauh 720 kilometer. Sungai Musi dan delapan anak sungai besar, serta anak sungai lainnya, telah lama berperan besar dalam perjalanan kehidupan warga. Bahkan diyakini, ditemukannya situs megalitik di kawasan Pagaralam dan sekitarnya, diperkirakan terkait erat dengan mobilitas manusia masa prasejarah sekitar 4.500 tahun lalu (2.500 tahun sebelum Masehi) melalui Sungai Musi dan anak-anak sungainya.
Hingga kini Sungai Musi tetap memiliki peran besar dalam pergerakan penduduk, perdagangan, dan pengiriman barang kebutuhan pokok, meskipun tidak sebesar pada masa lalu. Berkurangnya peran Musi terutama terjadi di kawasan antara Tanjung Raya dan Tebing Tinggi di Kabupaten Empat Lawang, hingga Muara Kelingi, Muara Lakitan, Sanga Desa, Babat Toman, dan Sekayu.
Namun kerusakan sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Musi membuat alur Musi kehilangan manfaat, dan bahkan membawa bencana. Pada saat musim kemarau sulit dilalui kapal besar karena terjadi pendangkalan dan musim hujan mendatangkan banjir karena luapan air sungai.


Kabupaten Rejang Lebong

Kabupaten Kepahiang
Rafflesia Arnoldi
Bunga Rafflesia arnoldii merupakan satu jen
is puspa langka endemik Sumatera yang tumbuh di Bengkulu. Sementara Rafflesia arnoldii ditemukan oleh Thomas Stanford Raffles, Gubernur Bengkulu pada waktu itu bersama kawannya Dr Joseph Arnold. Keduanya menemukan bunga Rafflesia pada 20 Mei 1818 di Pulau Lebar, dekat sungai Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.

PLTA Musi
Pembangkitan Listrik Tenaga Air (PLTA) Musi dibangun di wilayah Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. PLTA Musi mampu menghasilkan listrik berdaya 210 Mega Watt dari daya terpasang 3 x 70 Mega Watt. PLTA Musi yang beroperasi sejak 12 April 2006 itu pertama kali disurvei pada tahun 1965.

Enceng Gondok
Eceng gondok (Eichhornia crassipes) banyak ditemui pada pertemuan anak Sungai Musi. Lonjakan populasi eceng gondok di sisi hulu PLTA Musi di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, terjadi setelah hulu Sungai Musi diterjang banjir bandang pada bulan September 2008.

Kota Pagar Alam
Kota Kopi
Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, selalu identik sebagai daerah penghasil dan tempat perdagangan kopi, meskipun tidak memiliki kebun kopi yang luas. Bahkan identitas yang disandang kota yang dipagari Bukit Barisan itu telah tersohor sejak zaman penjajahan Belanda.

Megalitik
Kawasan suku Besemah yang mencakup wilayah Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam, sangat kaya dengan peninggalan megalitik. Sejak puluhan tahun lalu, sudah ditemukan 20 lokasi bangunan dari zaman prasejarah tersebut.

Guritan
Guritan merupakan seni tutur suku Besemah di kawasan Kota Pagaralam, Kabupaten Lahat, da
n Kabupaten Empat Lawang di Sumatera Selatan. Isi dari guritan biasanya menggambarkan tentang sejarah perjuangan, sanjungan kepada pahlawan, legenda, kisah hidup seseorang, atau cerita rakyat yang diguritkan atau dibawakan dalam bentuk nyanyian.

Rumah Baghi Besemah
Salah objek wisata di Kota Pagar Alam selain benda-benda megalitikum dan wisata alam Gunung Dempo adalah rumah-rumah tradisional (baghi) Besemah. Selain memiliki desain arsitektur yang menarik, fisik bangunan yang mampu bertahan ratusan tahun tersebut mengundang kekaguman bagaimana rumah tersebut dibangun.

Kabupaten Empat Lawang
Pendopo
Pendopo dipilih karena lokasinya yang strategis, terletak ditengah-tengah kecamatan-kecamatan penghasil produk pertanian. Sejak lama, Pendopo juga dikenal masyarakat setempat sebagai pusat perdagangan. Sedangkan Tebingtinggi merupakan daerah yang sejak Belanda dirancang sebagai pusat administratif.

Jalan Lintas Tengah
Pada tahun 2000-an, jalan lintas tengah (jalinteng) ruas Lahat-Tebingtinggi, serta jalan lintas Lahat-Pagaralam-Tebingtinggi adalah jalan yang dihindari terutama malam hari. Selain karena kondisinya buruk, dua ruas itu rawan kejahatan. Memasuki tahun 2007, kondisi jalinteng ruas Lahat-Tebing Tinggi dan Lahat-Pagar Alam-Tebingtinggi, semakin membaik meskipun belum 100 persen.

Musi Rawas
Beras Dayang Rindu
Jika Cianjur, Jawa Barat memiliki padi pandanwangi, dan Klaten, Jawa Tengah, memiliki padi rajalele, maka Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, memiliki padi dayang rindu. Sama seperti padi-padi unggul lainnya, dayang rindu atau juga disebut dayang merindu memiliki rasa yang pulen dan aroma yang harum.

Musi Banyuasin
Kilang Tradisional
Warga Desa Sei Angit, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menguasai ratusan sumur minyak peninggalan belanda. Mereka bukan hanya mengangkat minyak mentah, tetapi sekaligus memiliki kilang untuk memproduksi bensin, minyak tanah, dan solar dengan harga jual lebih murah, karena dimasak secara tradisional.

Pencari Ikan di Musi
Masyarakat di antara ruas jalan antara Sekay
u hingga Babat Toman di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan mencari ikan pada saat permukaan air sungai Musi naik di musim hujan dengan cara unik. Yakni dengan membuat corong di saluran dan menunggu ikan terperangkap pada jaring di ujung corong yang mereka buat.
Perkebunan Sawit
Menyusuri Sungai Musi saat ini semakin sulit menemukan hutan dengan aneka jenis pohon yang tinggi. Hutan lebat itu telah tergantikan dengan hamparan perkebunan kelapa sawit, dan karet yang berada di tepi kiri dan kanan sungai.

Kota Sekayu
Sebagai ibu kota Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Sekayu berkembang menjadi kota yang dipenuhi sejumlah
fasilitas berstandar internasional. Infrastruktur kelas dunia itu, umumnya berupa fasilitas olahraga yang merupakan sisa arena yang digunakan dalam Pekan Olahraga Nasional XVI tahun 2004.
Rumah Panggung
Rumah panggung sesungguhnya telah
menjadi bagian terpenting dalam kehidupan masyarakat Sumatera Selatan, terutama yang bermukim di tepi Sungai Musi dan delapan anak sungai lainnya. Tradisi serupa juga berkembang di daerah lain yang memiliki sungai besar.

Palembang
Taman Purbakala Sriwijaya
Salah satu situs sejarah penting dari peradaban Sriwijaya, adalah Museum Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya yang memiliki daya tarik karena adanya Batu prasasti berasal dari abad ke-7 di era Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan di Bukit Siguntang.

Bukit Siguntang
Bukit Siguntang, letaknya tak jauh di sebelah utara TPKS, merupakan bukit paling dikenal di Palembang. Prasasti batu yang tergolek di halaman museum itu, merupakan salah satu fragmen sejarah Palembang tua.

Jembatan Ampera
Sejak bagian tengah Jembatan Ampera di Palembang yang diresmikan tahun 1965 itu tidak dinaik-turunkan lagi, praktis menara jembatan tak terawat. Selama hampir 40 tahun diabaikan, sejak tahun 1973, kondisi menara Jembatan Ampera, baik di luar maupun di dalam, kotor.

Benteng Kuto Besak
Benteng Kuto Besak merupakan bangunan peninggalan sejarah di masa Kesultanan Palembang Darussalam. Pada abad ke-17 Masehi itu, kebudayaan Islam hadir dan terus mengakar terutama pascakemunduran Kerajaan Sriwijaya di abad 13.

Rumah Rakit
Hingga era 1990-an, rumah rakit yang menjadi bukti sejarah masuknya peradaban Melayu dan dimulai sejak era Kerajaan Sriwijaya hingga Kesultanan Palembang, menjadi tempat hunian bagi etnis Tionghoa. Pola hunian ini berakhir Mei 1998, pada saat kerusuhan rasial meledak di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk di Palembang.

Pusri
Lebih dari setengah abad PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) berdiri, setia mendampingi Sungai Musi yang mengalir tiada henti. Keduanya laksana sejoli yang saling membutuhkan, agar bisa bertahan dalam putaran roda hidup. Sejak berdiri 24 Desember 1959, kiprah Pusri menjaga produksi pangan Indonesia tak perlu diragukan lagi.

Kilang Musi
Ketika perusahaan asal Amerika Serikat dan Belanda menemukan sumur minyak dengan cadangan yang cukup besar di Sumatera Selatan, mereka langsung memutuskan untuk membangun kilang Plaju pada tahun 1904 dan Kilang Sungai Gerong pada tahun 1926.

Pelabuhan Boom Baru
Pelabuhan Boom Baru yang merupakan andalan Sumatera Selatan untuk ekspor, terletak hampir 100 km dari muara di Selat Bangka. Artinya efektifitas pelabuhan ini akan tergantung alur kapal di Sungai Musi. Di Musi, kapal berbobot lebih dari 500 gross ton (GT) harus dipandu.

Pasar 16 Ilir
Pasar 16 Ilir dan para pedagangnya adalah “jantung ekonomi” Sumatera Selatan di tepi Musi. Pedagang 16 Ilir, tak sekadar penjaga toko. Pasar 16 Ilir disokong Sungai Musi sebagai jalur utama transportasi barang dan penumpang, membuatnya hidup berabad-abad.

Pulau Kemaro
Pulau Kemaro, yang luasnya tak lebih dari luas tiga lapangan sepak bola itu tak pernah redup pesonanya. Setiap perayaan Cap Go Meh, pulau mungil di tengah Sungai Musi tersebut dipenuhi ratusan ribu orang yang berziarah di Klenteng Hok Tjing Bio.

Banyuasin
Budidaya Ikan Keramba di Sungai Musi belum berkembang optimal. Dalam perjalanan tim Jelajah Musi 2010 dari hulu hingga hilir sejauh sekitar 640 kilometer, jarang ditemukan usaha budidaya perikanan. Usaha budidaya tersebut banyak ditemukan mulai dari Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, hingga menjelang Kota Palembang.

Kawasan Bekas Transmigrasi Makarti Jaya
Sekitar 30 menit perjalanan di sungai Musi dari Palembang, terdapat sebuah delta yang terdiri atas delapan desa. Bersama ebberapa desa lain, delapan desa itu termasuk dalam wilayah Kecamatan Makarti Jaya.

Pusat Perikanan Sungsang
Sungsang pernah jadi magnet perdagangan hasil perikanan. Orang Bugis sejak tahun 1967 sudah ikut cari ikan, orang Jawa membanjir sejak tahun 70-an berdagang es balok dan bertani, orang Padang jualan nasi.


Sumber : Lipsus Kompas